Setuju secara substantif Pak Saaf, malah sebenarnya melalui media massa kita sudah dapat paling tidak menimbang-nimbang siapa tokoh yang akan dijadikan wakil rakyat yang credible. Hanya saja, berdasar informasi itu tidak ada satupun Partai yang tidak memiliki wakil rakyat yang bermasalah sebut saja yang besar Partai Golkar, PDI-P, PPP, PAN, PBB, PBR, Demokrat, PKS dan lain-lain. Barangkali hanya partai kecil wakilnya yang tidak berkasus. Nah, jika kita lihat dari kontribusi institusi partai dan keterkaitan wakilnya yang duduk di DPR (tanpa memandang formalisasi), maka yang berkasus ya orang-orang yang dulu aktif di GOLKAR walau sekarang sudah pindah (alias kutu loncat). Sebut saja Laksamana Sukardi, dulunya ya di GOLKAR, Soegeng Sarjadi (GOLKAR), Yahya Zaini, Al Amin dan lain-lain semuanya dibesarkan GOLKAR. Jadi menurut saya Partai yang baik diantara yang buruk adalah PKS, PPP atau PBB boleh juga, kalau PAN mencla-mencle dan cenderung "politik dagang sapi" dan kalau mau "nyebrang" ya PDS. tapi masak kita mau milih PDS. Kalau ide Pak Saaf Sarasahen atau Seminar dalam kerangka merumuskan kebaikan bangsa untuk masa yang jangka panjang, itu ide yang sangat baik. Tapi, jika hanya untuk 5 tahun ke depan...kok sepertinya tidak efektif ya jika tidak boleh dikatakan mubazir.. Salam dan banyak maaf Defiyan Cori L/40
--- On Thu, 12/25/08, Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> wrote: From: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] SERI NAN DI LUA TAMPURUANG 35: MENILAI KINERJA PARPOLMELALUI UU YANG DIHASILKANNYA To: "Rantau Net" <[email protected]> Date: Thursday, December 25, 2008, 4:52 PM Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta, Kurang lebih empat bulan lagi Pemilu 2009 akan berlangsung, dan kita sebaiknya memilih wakil kita dengan baik, karena mereka inilah yang akan menentukan undang-undang apa yang akan dibuat, berapa alokasi anggaran APBN untuk setiap sektor, dan siapa yang akan duduk dalam jabatan-jabatan penting. Selama ini ada kesan bahwa para pemilih memilih berdasar perasaan saja. Kali ini orang parpol sendiri menyarankan agar pemilih memilih berdasar kinerja parpol, khususnya berdasar kualitas undang-undang yang dihasilkannya, apakah memihak rakyat atau tidak. Secara pribadi saya setuju dengan saran ini. Sudah tentu untuk mewujudkannya para pemilih perlu dibekali -- terutama oleh pers dan media massa serta oleh kaum cendekiawan -- tentang partai mana yang menjadi sponsor utama dan mendukung UU yang tak memihak Rakyat tersebut. Bagaimana Bung IJP dan bung Saldi Isra ? Atau diadakan semacam sarasehan oleh para pemilih ? Wassalam, Saafroedin Bahar (L, masuk 72 th, Jakarta) Alternate e-mail address: [email protected]; [email protected] --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
