Sanak Ridha benar, barangkali model demokrasi yang pas dan dapat dijadikan contoh dalam bernegara untuk Islam adalah seperti Iran, Turki, dan Malaysia..bagaimana..? Tapi, tetap ada penolakan..oleh karena itu yang menolak harus selalu didekati untuk diberi pengetahuan...kan?
--- On Tue, 12/30/08, Ahmad Ridha <[email protected]> wrote: From: Ahmad Ridha <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Re: Demokrasi sejalan dengan Islam ??? To: [email protected] Date: Tuesday, December 30, 2008, 12:12 PM 2008/12/30 Defiyan Cori <[email protected]>: > Sama halnya dalam agama Islam, bahwa kita lebih tahu mana yang terbaik bagi > kehidupan kita. Jika menggunakan era RASUL sebagai state of idea, maka > sekarang kita berada jauh sekali dari masanya. Oleh karena itu, sebelum > wafat Rasul mengkuatirkan umatnya...ummati...ummati...ummati. > Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa Sallam telah memesankan agar kita berpegang pada dua hal yakni al-Qur'an dan as-Sunnah. Perkara duniawi memang memiliki hukum dasar halal namun jika sudah ada keterangan yang melarangnya atau bertentangan dengan sesuatu yang telah diatur, tentu jadi beda hukum dasarnya. Sedikit catatan, saya belum pernah menjumpai keterangan shahih tentang ucapan beliau "Ummatii... ummatii... ummatii...." Di antara riwayat shahih yang ada adalah ucapan beliau "Allahumma ar-Rafiiq al-A'la" yang menunjukkan kerinduan beliau untuk segera berjumpa dengan Allah Ta'ala. > Kelompok Islam selalu "bermasalah dengan KEPEMIMPINAN, dan selalu jadi lahan untuk berebut > umat sehingga terjadi perpecahan. > Oleh karena itu, beliau di antaranya melarang orang mengejar-ngejar kekuasaan. Juga melarang pemberian amanah ke selain ahlinya. Beliau juga mengkhawatirkan pertikaian muncul akibat kekayaan duniawi. > Jika era RASUL tidak mungkin ada yang menyamainya, maka paling tidak kita > dapat mencontoh proses suksesi kepemimpinan antara Abu Bakar As Shidiq dan > Umar bin Khatab...mereka saling menunjuk sehingga diserahkan kepada forum.. > Dari proses suksesi Khulafaur Rasyidin, metode yang dilakukan adalah: - Pemilihan oleh syura seperti pemilihan Abu Bakr dan 'Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhuma - Penunjukkan langsung oleh pemimpin sebelumnya seperti penunjukkan 'Umar radhiyallahu 'anhu oleh Abu Bakr Syura dalam pemilihan 'Utsman terdiri dari empat orang yang ditunjuk oleh 'Umar. Sedangkan dalam syura untuk pemilihan Abu Bakr, setahu saya, tidak ada keterangan orang-orang dari luar Madinah ikut serta. > atau kita lebih memilih model kerajaan yang mana Raja pengambil kebijakan, tetapi > masukan boleh dari berbagai kelompok orang...ini juga demokrasi, metodenya > saja yang beda... > Saya kira sudah rancu kalau model kerajaan pun dimasukkan ke demokrasi. Monarki demokratis yang ada menjadikan raja/ratu hanya sebagai simbol persatuan sedangkan mekanisme pengambilan keputusannya a la demokrasi lainnya. -- Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim (l. 1400 H/1980 M) --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
