Demokrasi menurut penulis itu di gambarkan sebagai bentuk hukum yang 
hanya didasarkan mayoritas, hanya mayoritas yg berhak menetukan 
aturan...Mungkin lebih tepatnya penulis tersebut terlalu sempit 
mendefinisikan Demokrasi..Kemudian penulis berkata bahwa demokrasi itu 
bagaikan penghambaan kpd keinginan Rakyat mayoritas, dan pemimpin yg 
memenuhi keinginan rakyat itu nantinya akan menjadi orang yg di 
agung2kan oleh rakyat mayoritas tersebut,sehingga timbul syirik.. dan 
penamaan Agama Demokrasi pada buku itu, rasanya terlalu berlebihan.. 
Demokrasi yg seperti apa yg di cecar oleh penulis tsb???

Dan juga dalam hal voting di masa Rasulullah setahu saya sangat jarang 
dilakukan..beko kamanakan cari ttg riwayat ttg itu..

tapi apakah demokrasi itu hanya voting belaka?

Wassalam

Roland Y.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke