Saya sempat dapat pengetahuan sedikit dari seorang teman tentang endapan
racun di dasar danau ini, ketika kami bekerja melakukan studi untuk
penyusunan Rencana Pengembangan Ekosistem Danau Toba (Sumut). Menurut dia,
di dalam setiap danau vulkanik selalu terjadi proses mengendap racun yang
suatu saat melepaskan gas beracunnya ke permukaan. Kalau ini benar, mungkin
masa pematangan tumpukan racun ini yang perlu diteliti oleh ahlinya.
Pelepasan racun ke permukaan danau itu, juga kata bekas teman satu tim saya
itu, bisa dipicu oleh guncangan vulkanik di dasar danau.

Untuk solusi masalah yang dihadapi peternak ikan keramba ini, saya punya
pikiran lain. Saya sudah lama berpikir usaha keramba ini digantikan dengan
usaha lain yang terkait dengan jasa pariwisata, seperti rekreasi air, rumah
makan, hotel atau penginapan khas, dan sebagainya. Dengan merebaknya usaha
ternak ikan keramba selama ini, ada beberapa masalah yang muncul. Pertama,
pengembangan ekonomi Salingka Manijau terkendala oleh konflik sektoral
antara usaha ternak keramba dan pengembangan pariwisata. Merebaknya usaha
keramba sampai puluhan meter ke tangah danau dan berjejer rapat ddari arah
Pasir Panjang hingga ke koto Kaciak (bahkan ke dekat Muko-muko), membuat
pantai Danau Maninjau tidak lagi indah dan kawasan rekreasi air tidak bisa
dikembangkan. Padahal, menurut pengamatan saya, Danau Maninjau adalah salah
satu dari sedikit danau terindah di dunia. (Kalau di Indonesia, sudah pasti
yang terindah!).
Saya yakin, kalau perekonomian Salingka Maninjau diarahkan (difokuskan) ke
Pariwisata, masih tersedia pasar pengunjung yang cukup besar walaupun kita
batasi dengan ketentuan yang ketat agar tidak menampung wisatawan porno
aksi. Sebab, potensi wisatawan rombingan dari Asia Timur (Jepang, Korea,
Taiwan, Hongkong), apakah itu pekerja aktif maupun para pensiunan, masih
cukup besar. Maninjau dan Sumbar bisa kita buat berbeda dengan Bali, yang
pengunjung terbesarnya adalah para ABG dari Australia yang menyukai
tempat-tempat dugem dan bebas. Belum lagi kita bicara potensi wisatawan
domestik.
Selagi model perekonomian Salingka Maninjau dicirikan oleh konflik sektoral,
saya yakin ekonomi lokal di sini tidak akan berkembang. apalagi, kalau benar
peternak ikan keramba akan selalu menghadapi siklus keluarnya gas beracun
dari dasar danau.
Salam,

Andrinof A Chaniago


2009/1/7 Zulkarnain Kahar <[email protected]>

> Tarimo kasih atas penjelasannya Z,
>
> Jauh sebelum ada karamba semua masyarakat maninjau sudah tahu adanya hari
> "tubo" ini dimana banyak ikan ikan yang mati akibat belerang yang keluar
> dari danau yang tercipta oleh gunung api ini. Termasuk saya dulupun pernah
> berlomba menjaring ikan ikan ynag setengah hidup ini dengan mudah.
>
> Masyarakat  yang berkaramba PASTI SUDAH TAHU akan konsekuensi ini. Jangan
> sampai sudah tahu bertanya pula dan mengadu pula ke Presiden malu rasanya
> badan ini. Kalau berani membuat rumah ditepi pantai kenapa takut dikunjungi
> tsunami.
>
> Akhirnya apapun kegiatan kita ada konsekuensinya.
>
> Wassalam
> Zulkarnain Kahar  50+
> Houston Texas
>
> --- On *Wed, 1/7/09, Z Chaniago <[email protected]>* wrote:
>
> From: Z Chaniago <[email protected]>
> Subject: [...@ntau-net] Re: racun belerang di maninjau
> To: [email protected]
> Date: Wednesday, January 7, 2009, 1:54 AM
>
>  Assalamu'alaikum Ww
>
> ...Mamak rumah IJP...., aha kampuang si Z ko mah...
>
> iko babarapo tambahan dari ambo :
>
> a. Sabalun usao karamba mulai marak di sakuliliang danau Maninjau (medio
> 90-an), nan namonyo tubo pacah balerang itu marupokan kejadian nan
> 'biasa-nya' akan terjadi pado musim angin darek...., dan biasonyo ampia tiok
> tahun ado musin angin tsb. Dan jikok lah musim angin dan mulai mengaduk
> permukaan aia danau , maka 'belerang' yang ada di dasar danau akan teraduk
> dan naiak ka permukaan danau sahinggo akan mambuek ikan-ikan 'nonoy' dan
> bahkan mati.
>
>
>
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke