Assalamualaikum ww
 
Tahun 1873 geolog Bulando seperti Verbek dan Zwerzikiy telah melakukan pemetaan 
geologi di Sumatera Tengah yang meliputi dataran tinggi Bukit Barisan yang 
tujuan utamanya adalah mendapatkan deposit batu bara
 
Yang menarik dari peta gelogi tersebut adalah bahwa disini dulu terdapat sebuah 
danau 15 kali lebih luas dari danau Singakarak sekarang yang membentang sejak 
dari daerah sekitar Koto Alam, Kelok Sembilan, Lubuak Bangku, Lembah Hara terus 
ke Suliki, Ombilin, Sijunjuang, dan dibendung oleh dataran tinggi dan 3 gunung 
Merapi, Singgalang dan Paninjauan
 
Dapat kita bayangkan bahwa dinding terjal yang hampir tegak lurus di Lubuak 
Bangku adalah dinding danau purba tersebut dan ternyata kita juga pernah 
memiliki sebuah gunung yang telah hilang yaitu gunung Paninjauan
 
Lempeng Australia yang terus mendesak lempeng Asia tersuruk kebawah lempeng 
Asia dibawah pulau Sumatera menimbulkan gempa tektonik sehingga sang danau 
purba terus terangkat membuat airnya menerobos lewat rengkahan yang terbentuk  
hingga akhirnya kering sana sekali
 
Se-iring dengan itu desakan lempeng tersebut mengakibatkan terjadi desakan 
magma yang sangat kuat hingga menimbulkan letusan vulkanik yang dahsyat dan 
ber-ulang2 pada gunung Paninjauan
 
Kawah gunung Paninjauan tersebut sekarang menjadi danau vulkanik terletak pada 
460 meter diatas permukaan laut yang sekarang kita kenal sebagai danau Maninjau
 
Danau purba ini sebenarnya kalau terisi air ukuran-nya sangat besar bayangkan 
kalau arah ke Lubuak Basung ada dataran tinggi penyekatnya maka air danau 
tersebut bisa mencapai Puncak Lawang dan panorama kelok 44 dan perkampungan 
dibawahnya tidak ada
 
Saat ini danau purba ini terisi air hanya sepersepuluhnya saja dengan dasar 
danau terdalam mencapai 500 meter, terdalam untuk sebuah ukuran danau didunia 
dengan dinding danau hampir 90 derjat tegak lurus kedasar danau bandingkan 
dengan danau singkarak yang landai dengan kedalaman 50 meter saja  
 
Sebagai danau vulkanik yang dasar danau-nya adalah sebuah kawah gunung berapi 
sangat aktif dahulunya tidak heran kalau air danau ini terlarut berbagai 
padatan dan gas beracun terutama H2S yang se-waktu2 bila konsentrasinya 
meningkat akan membunuh makhluk apa saja yang terpapar termasuk ikan2 yang 
terkurung dalam keramba, bagi ikan2 lepas masih bisa menghindar kesisi lain 
perairan danau yang konsentrasi racun terlarut-nya kecil 
 
Itu baru konsentrasi racun dari bekas kawah gunung Paninjauan bagaimana dengan 
racun lain?
 
Saat ini terdapat lebih 16ribu keramba berisi jutaan ikan nila yang menkonsumsi 
ber-ton2 palet makanan ikan senilai Rp10milyard perhari, yang tidak semua masuk 
perut ikan lalu mengendap kedasar danau setelah melalui suatu proses berubah 
sebagai racun bagi ikan2 keramba itu sendiri hingga pada kosentrasi tertentu 
 
Para investor dan petani dan petani pekerja udah lama tahu masalah ini mungkin 
sejak awal2 tahun 90an lagi namun nan namonyo urang panggaleh sakali2 rugi 
indak ka-baa bana tu doh dibandiang ke-untungan yang telah diraup selama ini, 
maa lo galeh ko nan ka-ba-labo je taruih, sa-kali2 ba-rugi tu kan lah pasa nan 
biaso
 
Mudah2an para pelaku ekonomi disektor perikanan ini telah menjadi pembayar 
zakat yang selalu mendekatkan diri kepada Allah
 
Wasalam
armansamudra 

--- On Thu, 8/1/09, Andrinof A Chaniago <[email protected]> wrote:

From: Andrinof A Chaniago <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: racun belerang di maninjau
To: [email protected]
Date: Thursday, 8 January, 2009, 7:00 AM


Saya sempat dapat pengetahuan sedikit dari seorang teman tentang endapan racun 
di dasar danau ini, ketika kami bekerja melakukan studi untuk penyusunan 
Rencana Pengembangan Ekosistem Danau Toba (Sumut). Menurut dia, di dalam setiap 
danau vulkanik selalu terjadi proses mengendap racun yang suatu saat melepaskan 
gas beracunnya ke permukaan. Kalau ini benar, mungkin masa pematangan tumpukan 
racun ini yang perlu diteliti oleh ahlinya. Pelepasan racun ke permukaan danau 
itu, juga kata bekas teman satu tim saya itu, bisa dipicu oleh guncangan 
vulkanik di dasar danau.

Untuk solusi masalah yang dihadapi peternak ikan keramba ini, saya punya 
pikiran lain. Saya sudah lama berpikir usaha keramba ini digantikan dengan 
usaha lain yang terkait dengan jasa pariwisata, seperti rekreasi air, rumah 
makan, hotel atau penginapan khas, dan sebagainya. Dengan merebaknya usaha 
ternak ikan keramba selama ini, ada beberapa masalah yang muncul. Pertama, 
pengembangan ekonomi Salingka Manijau terkendala oleh konflik sektoral antara 
usaha ternak keramba dan pengembangan pariwisata. Merebaknya usaha keramba 
sampai puluhan meter ke tangah danau dan berjejer rapat ddari arah Pasir 
Panjang hingga ke koto Kaciak (bahkan ke dekat Muko-muko), membuat pantai Danau 
Maninjau tidak lagi indah dan kawasan rekreasi air tidak bisa dikembangkan. 
Padahal, menurut pengamatan saya, Danau Maninjau adalah salah satu dari sedikit 
danau terindah di dunia. (Kalau di Indonesia, sudah pasti yang terindah!). 
Saya yakin, kalau perekonomian Salingka Maninjau diarahkan (difokuskan) ke 
Pariwisata, masih tersedia pasar pengunjung yang cukup besar walaupun kita 
batasi dengan ketentuan yang ketat agar tidak menampung wisatawan porno aksi. 
Sebab, potensi wisatawan rombingan dari Asia Timur (Jepang, Korea, Taiwan, 
Hongkong), apakah itu pekerja aktif maupun para pensiunan, masih cukup besar. 
Maninjau dan Sumbar bisa kita buat berbeda dengan Bali, yang pengunjung 
terbesarnya adalah para ABG dari Australia yang menyukai tempat-tempat dugem 
dan bebas. Belum lagi kita bicara potensi wisatawan domestik.
Selagi model perekonomian Salingka Maninjau dicirikan oleh konflik sektoral, 
saya yakin ekonomi lokal di sini tidak akan berkembang. apalagi, kalau benar 
peternak ikan keramba akan selalu menghadapi siklus keluarnya gas beracun dari 
dasar danau.
Salam,

Andrinof A Chaniago



2009/1/7 Zulkarnain Kahar <[email protected]>






Tarimo kasih atas penjelasannya Z,
 
Jauh sebelum ada karamba semua masyarakat maninjau sudah tahu adanya hari 
"tubo" ini dimana banyak ikan ikan yang mati akibat belerang yang keluar dari 
danau yang tercipta oleh gunung api ini. Termasuk saya dulupun pernah berlomba 
menjaring ikan ikan ynag setengah hidup ini dengan mudah.
 
Masyarakat  yang berkaramba PASTI SUDAH TAHU akan konsekuensi ini. Jangan 
sampai sudah tahu bertanya pula dan mengadu pula ke Presiden malu rasanya badan 
ini. Kalau berani membuat rumah ditepi pantai kenapa takut dikunjungi tsunami.
 
Akhirnya apapun kegiatan kita ada konsekuensinya.
 
Wassalam
Zulkarnain Kahar  50+ 
Houston Texas

 











      New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke