Buat saya kalau kita konsisten, menara itu adalah syirik karena dulunya sesembahan manusia penyembah api...bahkan namanyapun hampir tidak terbedakan ! Tapi okelah karena niatnya sudah beda maka kita terima aja...katanya innamal akmalu bin niat..
nah loh..kalau penanaman kepala kerbau itu niatnya juga dah lain ? bukan sesembahan lagi gimana / apa gak sama kasusnya dengan menara itu ? Alah tuh tad, panek wak "mbulet" kecek rang jawa salam Ben --- In [email protected], Ahmad Ridha <ahmad.ri...@...> wrote: > > > 2009/1/24 benni_inayatullah <benni_inayatul...@...>: > > > > Nah,disinilah pentingnya konsistensi tad, Menara tempat menyembah api > > itu sakantuik sabaun jo Penanaman kepala kerbau. Itu adalah > > jejak-jejak jahiliyah. Toh kalau melihat relevansi kepala kerbau itu > > hanya pelengkap seremonial belaka dan bukan sesembahan kepada jin, > > mambang dan sebagainya itu, gak mungkinlah pejabat-pejabat termasuk > > LKAAM dan MUI itu menanam kepala kerbau untuk menolak bala....itu > > kalau alasannya dicari-cari... > > > > Itu sih analogi yang tidak pas karena menara punya tujuan yang jelas > sedangkan penanaman kepala kerbau? Coba kita lihat bagaimana sikap > Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa Sallam terhadap budaya yang berbau > syirik. > > Shahabat Abu Waqid Al-Laitsi Radhiallahu 'anhu menceritakan bahwa para > shahabat berangkat dari Makkah bersama Rasulullah Shalallahu 'alaihi > wasallam menuju ke (pertempuran) Hunain. Kaum kafir ketika itu > memiliki satu pohon yang mereka biasa beri'tikaf padanya dan > menggantungkan senjata-senjata mereka, pohon itu disebut Dzatu Anwath. > Kemudian kami pun melewati satu pohon hijau yang besar, maka kami > berkata : 'Wahai Rasulullah buatkan untuk kami Dzatu Anwath juga.' > Maka Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam pun bersabda : Sungguh > kalian telah meminta seperti permintaan kaum Musa: 'Buatkan untuk kami > sesembahan sebagaimana mereka (musyrikin) memiliki > sesembahan-sembahan. Musa berkata: sungguh kalian adalah kaum yang > bodoh.' Itu adalah kebiasan. Pasti kalian akan mengikuti kebiasaan > umat sebelum kalian sedikit demi sedikit!" (HR. Ahmad) > > -- > Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim > (l. 1400 H/1980 M) > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
