Sanak Riri, baiknya dibuatkan sanak2 rantaunet utk juga bisa mencantumkan
namanya di bawah nama Riri, sbg ikut concern dgn hal2 tsb, Setelah sekian
banyak tanda tangan /nama, kemudian dikirimlagi ke Pak ub, bgmn kira2 nya.
Wass. Muzirman Tanjung.
(moderator maaf, belum di kuduang) menjaga keutuhannya.
On Sat, Feb 21, 2009 at 5:18 PM, Riri Chaidir <[email protected]>wrote:

> Assalamualaikum wr.wb.
>
> DI bawah saya copy kan surat saya ke Gubernur Sumbar, sehubungan dengan isu
> nama Andam Dewi yang sempat di diskusikan di palanta beberapa hari yll.
>
> Saya telah menghubungi Panti Rehabilitasi Wanita tersebut melalui telepon
> sebanyak dua kali. Ujung-ujungnya, jawaban yang saya terima adalah bahwa
> nama itu adalah "kebijakan pimpinan".
>
> Agar "uneg-uneg" saya dan Uni Isna Huriati tidak hanya selesai di palanta,
> saya mencoba mencari cara untuk bisa menyampaikannya ke paihak berwenang,
> Depsos dan atau Pemprov. Sayangnya itu tidak berhasil. Websites Depsos
> dan Pemprov Sumbar tidak memberikan fasilitas untuk itu. Website
> PadangEkspres memang mempunyai Buku Tamu, tetapi setelah saya scan - saya
> tidak yakin ini akan dibaca oleh pihak terkait.
>
> Nofend menyarankan untuk menulis langsung ke Gubernur, yang alamatnya
> sering muncul di Palanta, karena beberapa diskusi ada yang men-cc-kan nya ke
> beliau. Belum sempat mencari posting dimaksud, saya beruntung karena kemaren
> ada posting pak Saaf yang di cc kan ke Gubernur. Terimakasih Pak Saaf, dan
> sekaligus Mohon Maaf karena mengambil alamat email Gubernur dari posting pak
> Saaf.
>
> Mudah-mudahan ada tindak lanjut dari Gubernur atas ini. Kasihan dunsanak2
> awak nan demikian bangga dengan Minangkabau memberikan nama2 yang
> "berminang-minang" untuk anaknya. Di sisi lain, saya tidak melihat adanya
> keharusan untuk menggunakan nama orang bagi panti penampungan pelacur yang
> terjaring.
>
> Riri
> Bekasi, L 46
>
>
>
>
>
> ---------- Forwarded message ----------
> From: Riri Chaidir <[email protected]>
> Date: 2009/2/22
> Subject: Penggunaan Nama "Andam Dewi" sebagai Panti Rehabilitasi Wanita
> To: [email protected]
> Cc: [email protected]
>
>
> Yth. *Bapak Gamawan Fauzi*, Gubernur Sumatera Barat
>
>
>
> Assalamualaikum wr.wb.
>
>
> Saya - Riri Chaidir, kelahiran Padangpanjang yang sekarang tinggal di
> Bekasi –  beberapa hari yang lalu membaca Artikel Koran Padang Ekspress -
> yang diforwardkan ke milis [email protected] – berjudul "Jalur
> Sumbar – Riau Dibanjiri Pelacur.
>
>
> Di satu sisi, saya sangat menghargai usaha Pemerintah dana Pemerintah
> Daerah untuk memberantas praktek pelacuran di Sumatera Barat.
> Namun demikian, tanpa mengurangi apresiasi saya terhadap usaha tersebut,
> saya ingin mempertanyakan alasan penggunaan nama "Andam Dewi" untuk suatu
> Panti Rehabilitasi Wanita - tempat/  alamat pengiriman para pelacur yang
> terjaring oleh aparat.
>
> Sepanjang ingatan saya atas cerita/ hikayat yang saya peroleh waktu kecil,
> Andam Dewi adalah nama seorang Puti. Tidak banyak literatur yang saya
> temukan tentang Puti ini, tetapi dari literatur yang terbatas itu, saya sama
> sekali tidak melihat adanya kaitan antara Puti Andam Dewi dengan pelacuran.
>
>
> Beberapa teman saya di Jakarta yang lahir di Jakarta bernama Andam Dewi.
> Nama tersebut diberikan orangtuanya yang sangat bangga dengan Minangkabau.
> Walaupun para orang tua tersebut telah puluhan tahun merantau, tetapi tetap
> mencintai kampungnya, yang antara lain mereka cerminkan dengan pemberian
> nama dari hikayat lama – yang setahu mereka adalah nama dari tokoh yang
> berperilaku baik, dan tidak pernah sama sekali bersinggungan dengan masalah
> pelacuran. Saya tidak tahu reaksi para perantau yang sangat mencintai
> Minangkabau itu, jika mereka mengetahui bahwa nama yang diberikan kepada
> puterinya ternyata – di kampungnya sendiri – digunakan sebagai nama panti
> yang digunakan untuk menampung para pelacur yang terjaring.
>
> .
> Walaupun kemudian - setelah saya bertanya-tanya ke "dunsanak sapalanta" di
> milis Rantaunet@ - saya mendapat informasi bahwa nama tersebut sudah lama
> digunakan untuk panti tersebut, saya mengusulkan kepada Bapak agar nama
> Andam Dewi – ataupun tokoh dalam legenda Minangkabau lainnya – *tidak lagi
> digunakan* untuk panti tersebut. Untuk perbandingan, saya melihat
> nama-nama panti sejenis lainnya di website Departemen Sosial. Ternyata -
> kecuali di Sumatera Barat – tidak satupun yang menggunakan nama tokoh dari
> legenda, atau bahkan nama yang biasa digunakan sebagai nama orang, untuk
> Panti Rehabilitasi Wanita.
>
>
> Atas perhatian dan perkenan Bapak saya ucapkan terimakasih.
>
>
>
> *Riri Chaidir*
>
> Taman Permata Cikunir
>
> Jalan Menjangan 2/46
>
> Bekasi 17146
>
>  Tutur mendukung:
>
1. Muzirman Tanjung,[email protected], 517 488 7903.
2.
3.

>
>
> Copy: Copy surat ini saya sampaikan ke milias [email protected] ,
> milis tempat saya memperoleh artikel tersebut dan mendiskusikannya
>
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke