Angku Riri Chaidir dan Rang Lapau Rantaunet nan Basamo,

Walaupun surat Angku Riri kepada Gubernur Sumatera Barat tampaknya
seperti surat pribadi beliau sendiri, namun, isi dan penyampaiannya
terasa merupakan Saripati Suara Hati dan Pandangan Bersama para
anggota Rantaunet yang anggotanya (pada saat ini lebih dari 1600
anggota dari berbagai lapisan masyarakat) tersebar di Seantero Dunia
dari Ranah dan Rantau. 

Dengan demikian saya, sebagai salan seorang Pendiri Rantaunet di akhir
tahun 1992, ingin mengajak kita para pencinta Budaya Minang yang
tergabung di Rantaunet mendukung usaha dan suarahati yang
diketengahkan dan disampaikan itu. Semoga, Gubernur Sumatera Barat, 
dapat meralatnya kembali, dan mempertimbangkan pemberian-pemberian
nama untuk lembaga-lembaga lainnya di masa depan, seperti disarankan
oleh Angku Riri Chaidir. 

Salam,
-- Sjamsir Ssrif
Santa Cruz, California, USA
www.usindo.net

--- In [email protected], "Hifni H.Nizhamul" <hy...@...> wrote:
>
> Sanak Riri, Muzirman dan sanak sanak sapalanta yang dirahmati Allah..
> 
> Semula Uni  kurang perhatian dengan penyebutan Andam Dewi dalam
panti rehabilitas ini. Setelah mencermati permasalahannya , sebagai
padusi minang Uni sangat ...sangaik mendukung upaya protes ini. Siapa
lagi yang akan mengingatkan bahwa ternyata di Ranah kita - kok ada
panti rehabilitasi pelacuran.... Masya Allah.. ..
> 
> Walau katanya sejak dunia terkembang praktek pelacuran sangat susah
dibasmi karena ada pelakunya. Akan tetapi menyebutkan nama cantik -
anggun - dijadikan nama panti itu sungguh kita terenyuh dibuatnya...
> 
> Sebenarnya siapa sih Andam Dewi ini ? orang bertanya pada Uni dan
Uni pun tidak bisa menjelaskan siapakah Andam Dewi ini. Apakah dia
seorang tokoh - walaupun fiksi sekalipun namun nama Andam Dewi tetap
memberi citera yang anggun pada sosok padusi minang... Mari kita
dudukkan soal nama  dan penamaan yang tidak sesuai dengan apa yang
akan disandang.. 
> 
> Yang Uni tahu nama Andam ada pada petikan lagu .. Andam  oi Andam
yo Andam oi..
> 
> Kalau masih kurang Bapak Gubernur menanggapi surat Sanak Riri ...
Uni juga akan turun tangan menghimbau Bapak Gubernur Yth untuk
menanggapinya...
> 
> Bagaimana pendapat padusi padusi minang yang ada di RantauNet ini
selain Uni Isna Huriati... Kalangan lelaki minang sudah turun tangan
kok kita berpangku tangan saja....???
> 
> Maju terus sanak .....
> 
> Wassalam,
>   3vy Nizhamul 
> 
> http://bundokanduang.wordpress.com
> 
> --- On Sat, 2/21/09, Muzirman -- <muzir...@...> wrote:
> From: Muzirman -- <muzir...@...>
> Subject: [...@ntau-net] Re: Surat untuk Gubernur Sumbar - Fwd:
Penggunaan Nama  "Andam Dewi" sebagai Panti Rehabilitasi Wanita
> To: [email protected], muzir...@...
> Date: Saturday, February 21, 2009, 9:14 PM
> 
> Sanak Riri, baiknya dibuatkan sanak2 rantaunet utk juga bisa
mencantumkan namanya di bawah nama Riri, sbg ikut concern dgn hal2
tsb, Setelah sekian banyak tanda tangan /nama, kemudian dikirimlagi ke
Pak ub, bgmn kira2 nya.
> 
> Wass. Muzirman Tanjung.
> (moderator maaf, belum di kuduang) menjaga keutuhannya.
> 
> On Sat, Feb 21, 2009 at 5:18 PM, Riri Chaidir <riri.chai...@...> wrote:
> 
> Assalamualaikum wr.wb.
>  
> DI bawah saya copy kan surat saya ke Gubernur Sumbar, sehubungan
dengan isu nama Andam Dewi yang sempat di diskusikan di palanta
beberapa hari yll.
>  
> Saya telah menghubungi Panti Rehabilitasi Wanita tersebut melalui
telepon sebanyak dua kali. Ujung-ujungnya, jawaban yang saya terima
adalah bahwa nama itu adalah "kebijakan pimpinan".
>  
> Agar "uneg-uneg" saya dan Uni Isna Huriati tidak hanya selesai di
palanta, saya mencoba mencari cara untuk bisa menyampaikannya ke
paihak berwenang, Depsos dan atau Pemprov. Sayangnya itu tidak
berhasil. Websites Depsos dan Pemprov Sumbar tidak memberikan
fasilitas untuk itu. Website PadangEkspres memang mempunyai Buku Tamu,
tetapi setelah saya scan - saya tidak yakin ini akan dibaca oleh pihak
terkait.
> 
>  
> Nofend menyarankan untuk menulis langsung ke Gubernur, yang
alamatnya sering muncul di Palanta, karena beberapa diskusi ada yang
men-cc-kan nya ke beliau. Belum sempat mencari posting dimaksud, saya
beruntung karena kemaren ada posting pak Saaf yang di cc kan ke
Gubernur. Terimakasih Pak Saaf, dan sekaligus Mohon Maaf karena
mengambil alamat email Gubernur dari posting pak Saaf.
> 
>  
> Mudah-mudahan ada tindak lanjut dari Gubernur atas ini. Kasihan
dunsanak2 awak nan demikian bangga dengan Minangkabau memberikan nama2
yang "berminang-minang" untuk anaknya. Di sisi lain, saya tidak
melihat adanya keharusan untuk menggunakan nama orang bagi panti
penampungan pelacur yang terjaring.
> 
>  
> Riri
> Bekasi, L 46

> ---------- Forwarded message ----------
> From: Riri Chaidir <riri.chai...@...>
> 
> Date: 2009/2/22
> Subject: Penggunaan Nama "Andam Dewi" sebagai Panti Rehabilitasi Wanita
> To: guber...@...
> Cc: biro_hu...@...
> 
> 
> Yth. Bapak Gamawan Fauzi, Gubernur Sumatera Barat
>  
> Assalamualaikum wr.wb.
>  
> Saya - Riri Chaidir, kelahiran Padangpanjang yang sekarang tinggal
di Bekasi â€"  beberapa hari yang lalu membaca Artikel Koran Padang
Ekspress - yang diforwardkan ke milis [email protected] â€"
berjudul "Jalur Sumbar â€" Riau Dibanjiri Pelacur.
> 
>  
> Di satu sisi, saya sangat menghargai usaha Pemerintah dana
Pemerintah Daerah untuk memberantas praktek pelacuran di Sumatera Barat. 
> Namun demikian, tanpa mengurangi apresiasi saya terhadap usaha
tersebut, saya ingin mempertanyakan alasan penggunaan nama "Andam
Dewi" untuk suatu Panti Rehabilitasi Wanita - tempat/  alamat
pengiriman para pelacur yang terjaring oleh aparat.
> 
>  
> Sepanjang ingatan saya atas cerita/ hikayat yang saya peroleh waktu
kecil, Andam Dewi adalah nama seorang Puti. Tidak banyak literatur
yang saya temukan tentang Puti ini, tetapi dari literatur yang
terbatas itu, saya sama sekali tidak melihat adanya kaitan antara Puti
Andam Dewi dengan pelacuran.
> 
>  
> Beberapa teman saya di Jakarta yang lahir di Jakarta bernama Andam
Dewi. Nama tersebut diberikan orangtuanya yang sangat bangga dengan
Minangkabau. Walaupun para orang tua tersebut telah puluhan tahun
merantau, tetapi tetap mencintai kampungnya, yang antara lain mereka
cerminkan dengan pemberian nama dari hikayat lama â€" yang setahu
mereka adalah nama dari tokoh yang berperilaku baik, dan tidak pernah
sama sekali bersinggungan dengan masalah pelacuran. Saya tidak tahu
reaksi para perantau yang sangat mencintai Minangkabau itu, jika
mereka mengetahui bahwa nama yang diberikan kepada puterinya ternyata
â€" di kampungnya sendiri â€" digunakan sebagai nama panti yang
digunakan untuk menampung para pelacur yang terjaring.  
> 
> .
> Walaupun kemudian - setelah saya bertanya-tanya ke "dunsanak
sapalanta" di milis Rantaunet@ - saya mendapat informasi bahwa nama
tersebut sudah lama digunakan untuk panti tersebut, saya mengusulkan
kepada Bapak agar nama Andam Dewi â€" ataupun tokoh dalam legenda
Minangkabau lainnya â€" tidak lagi digunakan untuk panti tersebut.
Untuk perbandingan, saya melihat nama-nama panti sejenis lainnya di
website Departemen Sosial. Ternyata - kecuali di Sumatera Barat â€"
tidak satupun yang menggunakan nama tokoh dari legenda, atau bahkan
nama yang biasa digunakan sebagai nama orang, untuk Panti Rehabilitasi
Wanita. 
> 
>  
> Atas perhatian dan perkenan Bapak saya ucapkan terimakasih.
>  
> Riri Chaidir
> Taman Permata Cikunir
> Jalan Menjangan 2/46
> Bekasi 17146
>  Tutur mendukung:
> 1. Muzirman Tanjung,muzir...@..., 517 488 7903.
> 2.
> 3.
> 
> 
> 
> Copy: Copy surat ini saya sampaikan ke milias
[email protected] , milis tempat saya memperoleh artikel
tersebut dan mendiskusikannya



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke