Sanak Riri, Muzirman dan sanak sanak sapalanta yang dirahmati Allah..

Semula Uni  kurang perhatian dengan penyebutan Andam Dewi dalam panti 
rehabilitas ini. Setelah mencermati permasalahannya , sebagai padusi minang Uni 
sangat ...sangaik mendukung upaya protes ini. Siapa lagi yang akan mengingatkan 
bahwa ternyata di Ranah kita - kok ada panti rehabilitasi pelacuran.... Masya 
Allah.. ..

Walau katanya sejak dunia terkembang praktek pelacuran sangat susah dibasmi 
karena ada pelakunya. Akan tetapi menyebutkan nama cantik - anggun - dijadikan 
nama panti itu sungguh kita terenyuh dibuatnya...

Sebenarnya siapa sih Andam Dewi ini ? orang bertanya pada Uni dan Uni pun tidak 
bisa menjelaskan siapakah Andam Dewi ini. Apakah dia seorang tokoh - walaupun 
fiksi sekalipun namun nama Andam Dewi tetap memberi citera yang anggun pada 
sosok padusi minang... Mari kita dudukkan soal nama  dan penamaan yang tidak 
sesuai dengan apa yang akan disandang.. 

Yang Uni tahu nama Andam ada pada petikan lagu .. Andam  oi Andam yo Andam oi..

Kalau masih kurang Bapak Gubernur menanggapi surat Sanak Riri ... Uni juga akan 
turun tangan menghimbau Bapak Gubernur Yth untuk menanggapinya...

Bagaimana pendapat padusi padusi minang yang ada di RantauNet ini selain Uni 
Isna Huriati... Kalangan lelaki minang sudah turun tangan kok kita berpangku 
tangan saja....???

Maju terus sanak .....


Wassalam,


  3vy Nizhamul 


http://bundokanduang.wordpress.com
  

   
  


--- On Sat, 2/21/09, Muzirman -- <[email protected]> wrote:
From: Muzirman -- <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Surat untuk Gubernur Sumbar - Fwd: Penggunaan Nama  
"Andam Dewi" sebagai Panti Rehabilitasi Wanita
To: [email protected], [email protected]
Date: Saturday, February 21, 2009, 9:14 PM

Sanak Riri, baiknya dibuatkan sanak2 rantaunet utk juga bisa mencantumkan 
namanya di bawah nama Riri, sbg ikut concern dgn hal2 tsb, Setelah sekian 
banyak tanda tangan /nama, kemudian dikirimlagi ke Pak ub, bgmn kira2 nya.

Wass. Muzirman Tanjung.
(moderator maaf, belum di kuduang) menjaga keutuhannya.

On Sat, Feb 21, 2009 at 5:18 PM, Riri Chaidir <[email protected]> 
wrote:


Assalamualaikum wr.wb.
 
DI bawah saya copy kan surat saya ke Gubernur Sumbar, sehubungan dengan isu 
nama Andam Dewi yang sempat di diskusikan di palanta beberapa hari yll.
 
Saya telah menghubungi Panti Rehabilitasi Wanita tersebut melalui telepon 
sebanyak dua kali. Ujung-ujungnya, jawaban yang saya terima adalah bahwa nama 
itu adalah "kebijakan pimpinan".
 
Agar "uneg-uneg" saya dan Uni Isna Huriati tidak hanya selesai di palanta, saya 
mencoba mencari cara untuk bisa menyampaikannya ke paihak berwenang, Depsos dan 
atau Pemprov. Sayangnya itu tidak berhasil. Websites Depsos dan Pemprov Sumbar 
tidak memberikan fasilitas untuk itu. Website PadangEkspres memang mempunyai 
Buku Tamu, tetapi setelah saya scan - saya tidak yakin ini akan dibaca oleh 
pihak terkait.

 
Nofend menyarankan untuk menulis langsung ke Gubernur, yang alamatnya sering 
muncul di Palanta, karena beberapa diskusi ada yang men-cc-kan nya ke beliau. 
Belum sempat mencari posting dimaksud, saya beruntung karena kemaren ada 
posting pak Saaf yang di cc kan ke Gubernur. Terimakasih Pak Saaf, dan 
sekaligus Mohon Maaf karena mengambil alamat email Gubernur dari posting pak 
Saaf.

 
Mudah-mudahan ada tindak lanjut dari Gubernur atas ini. Kasihan dunsanak2 awak 
nan demikian bangga dengan Minangkabau memberikan nama2 yang "berminang-minang" 
untuk anaknya. Di sisi lain, saya tidak melihat adanya keharusan untuk 
menggunakan nama orang bagi panti penampungan pelacur yang terjaring.

 
Riri
Bekasi, L 46
 
 


 
---------- Forwarded message ----------
From: Riri Chaidir <[email protected]>

Date: 2009/2/22
Subject: Penggunaan Nama "Andam Dewi" sebagai Panti Rehabilitasi Wanita
To: [email protected]
Cc: [email protected]




Yth. Bapak Gamawan Fauzi, Gubernur Sumatera Barat
 
Assalamualaikum wr.wb.
 
Saya - Riri Chaidir, kelahiran Padangpanjang yang sekarang tinggal di Bekasi –  
beberapa hari yang lalu membaca Artikel Koran Padang Ekspress - yang 
diforwardkan ke milis [email protected] – berjudul "Jalur Sumbar – 
Riau Dibanjiri Pelacur.

 
Di satu sisi, saya sangat menghargai usaha Pemerintah dana Pemerintah Daerah 
untuk memberantas praktek pelacuran di Sumatera Barat. 
Namun demikian, tanpa mengurangi apresiasi saya terhadap usaha tersebut, saya 
ingin mempertanyakan alasan penggunaan nama "Andam Dewi" untuk suatu Panti 
Rehabilitasi Wanita - tempat/  alamat pengiriman para pelacur yang terjaring 
oleh aparat.

 
Sepanjang ingatan saya atas cerita/ hikayat yang saya peroleh waktu kecil, 
Andam Dewi adalah nama seorang Puti. Tidak banyak literatur yang saya temukan 
tentang Puti ini, tetapi dari literatur yang terbatas itu, saya sama sekali 
tidak melihat adanya kaitan antara Puti Andam Dewi dengan pelacuran.

 
Beberapa teman saya di Jakarta yang lahir di Jakarta bernama Andam Dewi. Nama 
tersebut diberikan orangtuanya yang sangat bangga dengan Minangkabau. Walaupun 
para orang tua tersebut telah puluhan tahun merantau, tetapi tetap mencintai 
kampungnya, yang antara lain mereka cerminkan dengan pemberian nama dari 
hikayat lama – yang setahu mereka adalah nama dari tokoh yang berperilaku baik, 
dan tidak pernah sama sekali bersinggungan dengan masalah pelacuran. Saya tidak 
tahu reaksi para perantau yang sangat mencintai Minangkabau itu, jika mereka 
mengetahui bahwa nama yang diberikan kepada puterinya ternyata – di kampungnya 
sendiri – digunakan sebagai nama panti yang digunakan untuk menampung para 
pelacur yang terjaring.  

.
Walaupun kemudian - setelah saya bertanya-tanya ke "dunsanak sapalanta" di 
milis Rantaunet@ - saya mendapat informasi bahwa nama tersebut sudah lama 
digunakan untuk panti tersebut, saya mengusulkan kepada Bapak agar nama Andam 
Dewi – ataupun tokoh dalam legenda Minangkabau lainnya – tidak lagi digunakan 
untuk panti tersebut. Untuk perbandingan, saya melihat nama-nama panti sejenis 
lainnya di website Departemen Sosial. Ternyata - kecuali di Sumatera Barat – 
tidak satupun yang menggunakan nama tokoh dari legenda, atau bahkan nama yang 
biasa digunakan sebagai nama orang, untuk Panti Rehabilitasi Wanita. 

 
Atas perhatian dan perkenan Bapak saya ucapkan terimakasih.
 
Riri Chaidir
Taman Permata Cikunir
Jalan Menjangan 2/46
Bekasi 17146
 Tutur mendukung:
1. Muzirman Tanjung,[email protected], 517 488 7903.
2.
3.



 
Copy: Copy surat ini saya sampaikan ke milias [email protected] , 
milis tempat saya memperoleh artikel tersebut dan mendiskusikannya



-




      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke