Assalamualaikum wr.wb. DI bawah saya copy kan surat saya ke Gubernur Sumbar, sehubungan dengan isu nama Andam Dewi yang sempat di diskusikan di palanta beberapa hari yll.
Saya telah menghubungi Panti Rehabilitasi Wanita tersebut melalui telepon sebanyak dua kali. Ujung-ujungnya, jawaban yang saya terima adalah bahwa nama itu adalah "kebijakan pimpinan". Agar "uneg-uneg" saya dan Uni Isna Huriati tidak hanya selesai di palanta, saya mencoba mencari cara untuk bisa menyampaikannya ke paihak berwenang, Depsos dan atau Pemprov. Sayangnya itu tidak berhasil. Websites Depsos dan Pemprov Sumbar tidak memberikan fasilitas untuk itu. Website PadangEkspres memang mempunyai Buku Tamu, tetapi setelah saya scan - saya tidak yakin ini akan dibaca oleh pihak terkait. Nofend menyarankan untuk menulis langsung ke Gubernur, yang alamatnya sering muncul di Palanta, karena beberapa diskusi ada yang men-cc-kan nya ke beliau. Belum sempat mencari posting dimaksud, saya beruntung karena kemaren ada posting pak Saaf yang di cc kan ke Gubernur. Terimakasih Pak Saaf, dan sekaligus Mohon Maaf karena mengambil alamat email Gubernur dari posting pak Saaf. Mudah-mudahan ada tindak lanjut dari Gubernur atas ini. Kasihan dunsanak2 awak nan demikian bangga dengan Minangkabau memberikan nama2 yang "berminang-minang" untuk anaknya. Di sisi lain, saya tidak melihat adanya keharusan untuk menggunakan nama orang bagi panti penampungan pelacur yang terjaring. Riri Bekasi, L 46 ---------- Forwarded message ---------- From: Riri Chaidir <[email protected]> Date: 2009/2/22 Subject: Penggunaan Nama "Andam Dewi" sebagai Panti Rehabilitasi Wanita To: [email protected] Cc: [email protected] Yth. *Bapak Gamawan Fauzi*, Gubernur Sumatera Barat Assalamualaikum wr.wb. Saya - Riri Chaidir, kelahiran Padangpanjang yang sekarang tinggal di Bekasi – beberapa hari yang lalu membaca Artikel Koran Padang Ekspress - yang diforwardkan ke milis [email protected] – berjudul "Jalur Sumbar – Riau Dibanjiri Pelacur. Di satu sisi, saya sangat menghargai usaha Pemerintah dana Pemerintah Daerah untuk memberantas praktek pelacuran di Sumatera Barat. Namun demikian, tanpa mengurangi apresiasi saya terhadap usaha tersebut, saya ingin mempertanyakan alasan penggunaan nama "Andam Dewi" untuk suatu Panti Rehabilitasi Wanita - tempat/ alamat pengiriman para pelacur yang terjaring oleh aparat. Sepanjang ingatan saya atas cerita/ hikayat yang saya peroleh waktu kecil, Andam Dewi adalah nama seorang Puti. Tidak banyak literatur yang saya temukan tentang Puti ini, tetapi dari literatur yang terbatas itu, saya sama sekali tidak melihat adanya kaitan antara Puti Andam Dewi dengan pelacuran. Beberapa teman saya di Jakarta yang lahir di Jakarta bernama Andam Dewi. Nama tersebut diberikan orangtuanya yang sangat bangga dengan Minangkabau. Walaupun para orang tua tersebut telah puluhan tahun merantau, tetapi tetap mencintai kampungnya, yang antara lain mereka cerminkan dengan pemberian nama dari hikayat lama – yang setahu mereka adalah nama dari tokoh yang berperilaku baik, dan tidak pernah sama sekali bersinggungan dengan masalah pelacuran. Saya tidak tahu reaksi para perantau yang sangat mencintai Minangkabau itu, jika mereka mengetahui bahwa nama yang diberikan kepada puterinya ternyata – di kampungnya sendiri – digunakan sebagai nama panti yang digunakan untuk menampung para pelacur yang terjaring. . Walaupun kemudian - setelah saya bertanya-tanya ke "dunsanak sapalanta" di milis Rantaunet@ - saya mendapat informasi bahwa nama tersebut sudah lama digunakan untuk panti tersebut, saya mengusulkan kepada Bapak agar nama Andam Dewi – ataupun tokoh dalam legenda Minangkabau lainnya – *tidak lagi digunakan* untuk panti tersebut. Untuk perbandingan, saya melihat nama-nama panti sejenis lainnya di website Departemen Sosial. Ternyata - kecuali di Sumatera Barat – tidak satupun yang menggunakan nama tokoh dari legenda, atau bahkan nama yang biasa digunakan sebagai nama orang, untuk Panti Rehabilitasi Wanita. Atas perhatian dan perkenan Bapak saya ucapkan terimakasih. *Riri Chaidir* Taman Permata Cikunir Jalan Menjangan 2/46 Bekasi 17146 Copy: Copy surat ini saya sampaikan ke milias [email protected] , milis tempat saya memperoleh artikel tersebut dan mendiskusikannya --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
