Dear Pak Riri, dan Dunsanak Sapalanta Yang Mulia,

1. Tarimo kasih utk info dan contoh yg Bpk berikan. 

2. Mhn maaf kalau sambil berteduh  menunggu hujan yg sangat lebat ini saya 
menyampaikan perspektif saya.... yg tentunya bersifat subjektif (baik krn 
keterbatasan informasi yg saya miliki, keterbatasan pemahaman yg saya punyai, 
ataupun keterbatasan ingatan atas pelajaran yg saya dapatkan puluhan tahun lalu 
dari datuak dan niniak mamak tempat saya pernah meminta beberapa bismillah dari 
beliau semua). 

3. Berkaitan dgn cara pencatatan nama pada RANJI (seperti yg Pak Riri 
contohkan), maka saya fikir RANJI yg Bpk miliki adalah sama hal nya dengan pola 
penulsan Ranji Tuo secara umum, yaitu HANYA MENULISKAN GELAR ADAT pada TINGKAT 
DATUAK saja. Banyak RANJI TUO yang ditulis seperti itu. Pada keluarga saya di 
Sumaniak, RANJI TUO kami pun ditulis spt itu.

4.  Itu adalah FAKTA, namun demikian saya fikir hal tsb brgkali tidak bisa dan 
bukan menjadi dasar utk menyimpulkan bhw adat ttg KETEK BANAMO dan GADANG BALA 
adalah tidak dipakai atau tidak berlaku pd negeri kita. 

5. Dari pelajaran yg saya dpt dahulu, ....jika boleh saya simpulkan.... maka 
ada beberapa hal penting yg brgkali bisa kita pakai utk mengerti konstelasinya, 
yaitu :

a). Selain gelar Datuak sebagai PENGHULU, maka pada suatu kaum dalam suatu suku 
akan ada gelar adat yg berkaitan  dgn Manajemen Harta Pusaka (salah satunya 
MISALNYA bisa kita kenali dari gala Sutan Bandaro), gelar adat yg berkaitan dgn 
Strategi Perang (HuluBalang), gelar adat yg berkaitan dengan aspek keagamaan 
(Katik) dan gelar adat yg berkaitan dengan cerdik cendikiawan,....serta gelar 
adat yg AKAN DIBERIKAN atau DIPAKAIKAN  pada suatu individu tertentu sesuai 
dengan KEWAJIBAN PENGHULU untuk MENGAYOMI seluruh anggota kaum (tanpa 
membedakan dari keluarga manapun dia dilahirkan),...dan terakhir adalah gelar 
adat yang akan DIANUGRAHKAN pada seseorang yg dianggap pantas untuk menerima 
penghargaan dari kaum yg dipimpin oleh penghulu tsb. 

b). Kumpulan nama-nama gelar tersebut bisa kita lihat pada TAMBO dari kaum tsb. 
Pd TAMBO (pd keluarga saya misalnya) terlihat jelas gelar-gelar adat dari 
masing2 dikotomi di atas. Dan juga ada satu ke khususan yaitu GALA PANUNGKEK, 
....yaitu gelar adat yg dipakaikan pada kandidat pengganti DATUAK. GALA 
PANUNGKEK hanya boleh dipakaikan kepada  kamanakan yg telah disepakati oleh 
niniak-mamaknya sebagai kandidat calon pengganti DATUA / PENGHULU yg ada saat 
ini. Gala Panungkek Biasa juga dikenal sbagai GALA KETEK nyo. 

c). Gelar adat (bukan Datuak) tsb di atas  pada Tambo, jumlahnya adalah 
terbatas, dan dipakai berputar. Kalau suatu gelar yg ada sdg dipakai, maka 
gelar tsb TIDAK BOLEH dipakaikan lagi pd anggota keluarga yg lain. Ketika 
pemakai suatu gelar yg ada wafat, maka gelarnya dikembalikan ke dalam Tambo, 
utk kemudian bisa diberikan pd anak-kemanakan yg kemudian membutuhkannya. 
Sedangkan jika semua gelar sudah/sdg terpakai, maka dilakukan pemberian gelar 
dgn pola kombinasi, yaitu kombimasi dari kelompok gelar yg sama (tdk lintas 
kelompok).

d). Tidak dicantumkannya gelar adat (selain gelar Datuak) dalam RANJI adalah 
mengandung perspektif STRATEGI GEOPOLITIK BERSUKU dan BERNAGARI,...
baik dlm konteks menghadapi  ancaman internal ataupun dlm konteks ancaman 
eksternal. Dlm konteks eksternal, mudah kita mengerti bhw Sang DATUAK tidak 
ingin posisi dan kekuatan anak-kamanakan nya diketahui oleh org lain. 

6. Brgkali demikian Pak Riri mengenai perspektif yg saya miliki. Sekali lagi 
tentunya hal tsb adalah subjektif dan kasuistis pd keluarga saya sbg contoh utk 
berinduksi. 

Salam,
ricky avenzora


 




Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Riri Chaidir <[email protected]>

Date: Tue, 10 Mar 2009 17:41:35 
To: <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Apakah Benar (Lintau dan Payakumbuah) Tdk Memberi 
 Gelar Adat?


Sanak Avenzora,

Numpang berpendapat. Saya tidak tau dari sisi adatnya, tapi dari sisi
praktek, catatan saya tentang nama2 anggota RN mungkin bisa menjadi
gambaran. Sekitar 60% tidak mencantumkan gelar adat (bisa ga punya, atau
punya tapi tidak merasa perlu mencantumkan di field "Gelar Adat".

Kalau mau lihat contoh lain yang benar di Kab 50 Kota, silsilah kampuang
ambo mungkin bisa jadi gambaran.

Saya punya silsilah Sungai Balantiakyang sekarang masih ditulis di excel,
terdiri dari sekitar 35 ribu baris (atau sekitar 10-15 ribu orang yang
terdiri dari sekitar 8-10 generasi)

Yang saya lihat pakai gelar adalah pemegang gelar "Datuak" dalam artian
"Kepala Suku" ... Kalau yang lainnya tidak pake gelar. Jadi saya pun "tidak
merasa risih" karena tidak mengikuti "pakem" ketek banamo gadang bagala.


Riri
Bekasi, L, 46

2009/3/10 <[email protected]>

> Dear Pak Saaf, Pak Tan Lembang dan Dunsanak Sapalanta Yang Mulia,
>
> 1. Mhn maaf, sekali lagi saya ingin mendapat keyakinan apakah benar tdk ada
> gelar adat bagi anak laki2 di LINTAU dan PAYAKUMBUAH yang menikah? Atau hal
> ini hanya sebagai hal yg bersifat kausistis pada kejadian tertentu saja?
>
> 2. Dengan segala keterbatasan pengetahuan saya sbg anak yg dibesarkan di
> rantau, rasanya sulit dimengerti adanya pengeculian di 2 nagari tersebut.
> Lintau adalah bagian dari Tanah Datar, sdgkan Payakumbuah adalah bagian dari
> Lima Puluh Kota. Bukankan secara historis ke 2 Kabupaten (menjadi tiga dgn
> Kab. Agam) tsb telah jelas posisinya dlm konstelasi adat istiadat Minang?
>
> 3. Maaf atas keraguan saya pribadi ttg informasi tsb. Dan saya mohon
> pencerahan dr Niniak Mamak yg ada dlm milis.
>
> Salam,
> ricky avenzora
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> ------------------------------
> .
>
>
>  ------------------------------
>
> **
>







>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> >
>
>




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke