Sanak Suryadi, Nanti malam saya akan berjumpa dengan beberapa teman di Jakarta. Akan saya tanyakan bagaimana pendapat beliau-beliau. Bagi saya sendiri, ada dua hal yang amat menggembirakan saya tentang Minangkabau saat ini, yaitu: 1) dengan terbitnya berbagai buku sejarah tentang Minangkabau -- khususnya tentang Gerakan Paderi oleh Christine Dobbin yang dibedah di Padang bulan Oktober yang lalu -- sudah semakin lengkap pengetahuan kita tentang Minangkabau, khususnya tentang hubungan antara dua sumber norma kebudayaan Minangkabau: adat dan Islam; 2) adanya sikap keterbukaan untuk menggali lebih lanjut tentang apa sesungguhnya hakikat dan identitas keminangkabauan, yang dirumuskan dalam ABS SBK. Bagi diri saya sendiri, mulai diterimanya konsep 'Ranji ABS SBK', yang sekaligus mencatat garis keturunan dari fihak ibu dan bapak, sesuai dengan fatwa Buya Masoed Abidin, sungguh merupakan langkah historis yang teramat besar, bukan hanya secara pribadi dengan akan hilangnya konsep 'punah' yang merupakan trauma bagi Ayah saya; tetapi juga secara kolektif yang akan memungkinkan disatukannya seluruh orang Minangkabau sejak dari tatanannya yang paling dasar Suatu tantangan yang masih harus dijawab oleh seluruh sejarawan Minang adalah menuliskan buku sejarah Minangkabau yang lebih komprehensif, yang tidak hanya mengulas tentang demikian banyak nagari yang tidak punya suprastruktur itu, tetapi juga tentang berbagai kerajaan tradisional, yang salah satu bukti sejarahnya diungkapkan oleh penelitian Uli Kozok sekarang ini. Sekedar informasi, beberapa waktu yang lalu, secara pribadi saya telah menganjurkan kepada para sahabat di Fakultas Sastra Universitas Andalas, Padang, untuk memulai penulisan sejarah Minangkabau yang komprehensif tersebagai bagian dari kegiatan penelitian yang standar. Rasanya saran saya ini mendapat perhatian beliau-beliau, walaupun tentunya jika didukung oleh suatu program dan anggaran khusus akan memeprcepat selesainya penulis sejarah tersebut. Wassalam, Saafroedin Bahar (L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo; Lagan, Kampuang Dalam, Pariaman.) "Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak" Alternate e-mail address: [email protected];
________________________________ From: Lies Suryadi <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tuesday, March 24, 2009 1:52:10 AM Subject: Bls: [...@ntau-net] Re: Penemu Naskah Undang-Undang Zaman Adityawarman --- PERLU KITA UNDANG Pak Saaf dan dunsanak di lapau sadonyo: Alamat email Uli Kozok sbb: Uli Kozok"<[email protected]>. Saat ini dia menjadi dosen studi Indonesia di Hawaii University. Kozok sedang mengerjakan proyek digitalisasi naskah2 Kerinci dengan sumber dana yang sama dengan yang saya lakukan di Buton (Yayasan Arcadia, the British Library). Jika ingin mengundangnya mungkin bagus kalau dia lagi berada di lapangan di Kerinci. Buku Uli Kozok tentang Naskah Undang2 Tanjung Tanah sudah diterbitkan Yayasan Obor Jakarta (2006). Semoga informasi ini bermanfaat. Wassalam, Suryadi --- Pada Sen, 23/3/09, Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> menulis: Dari: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> Topik: [...@ntau-net] Re: Penemu Naskah Undang-Undang Zaman Adityawarman --- PERLU KITA UNDANG Kepada: [email protected] Tanggal: Senin, 23 Maret, 2009, 8:30 PM Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta, Secara pribadi saya merasa Bung Uli Kozok ini perlu kita undang, baik untuk mendengarkan cermahnya maupun untuk kita tanyai mengenai hal-hal yang masih gelap mengenai sejarah Minangkabau kuno. Bagaimana pendapat sanak ? Wassalam, Saafroedin Bahar (L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo; Lagan, Kampuang Dalam, Pariaman.) "Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak" Alternate e-mail address: [email protected]; ________________________________ From: ardian hamdani <[email protected]> To: forahmi forahmi <[email protected]>; rantau net <[email protected]> Sent: Monday, March 23, 2009 10:54:55 AM Subject: [...@ntau-net] Penemu Naskah Undang-Undang Zaman Adityawarman Berikut terlampir kutipan bagus tentang budaya kita.. mudah2 an berguna atau kita ulang membacanya... salam DanY Uli Kozok: Penemu Naskah Undang-Undang Zaman Adityawarman Oleh: Syofiardi Bachyul Jb/PadangKini.com ULI Kozok, doktor filologi asal Jerman, telah mengejutkan dunia penelitian bahasa dan sejarah kuno Indonesia. Lewat temuan sebuah naskah Malayu kuno di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi yang ia lihat pertama kali di tangan penduduk pada 2002, ia membantah sejumlah pendapat yang telah menjadi pengetahuan umum selama ini. Pendapat pertama, selama ini orang beranggapan naskah Malayu hanya ada setelah era Islam dan tidak ada tradisi naskah Malayu pra-Islam. Artinya, dunia tulis-baca orang Malayu diidentikkan dengan masuknya agama Islam di nusantara yang dimulai pada abad ke-14. " [email protected] ________________________________ Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang [email protected] --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
