Dulu alah kito ajak, tapi baliau sibuk bana Sanak Zulkarnain. Kini baliau alah jadi profesor di LIPI. Kan bangga kito wakatu baliau jadi tanago teras Presiden B.J Habibie. Wassalam, Saafroedin Bahar (L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo; Lagan, Kampuang Dalam, Pariaman.) "Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak" Alternate e-mail addresses: [email protected];
________________________________ From: Zulkarnain Kahar <[email protected]> To: [email protected] Sent: Wednesday, April 22, 2009 10:08:00 AM Subject: [...@ntau-net] Re: SERI NAN DI LUA TAMPURUANG 68: DR. SRI MULYANI, PROTOTIPE TOKOH PEREMPUAN INDONESIA BARU Pak Saaf, Mungkin Barangkali Pak Saaf atau Urang Dapua bisa mangajak Dewi Furtuna Anwar....masuak ka Rantau Net... Wassalam Zulkarnain Kahar 50+th barumah di JKT, bakampuang ka Maninjau, basuku Malayu, bakureh dima diparalukan urang. --- On Tue, 4/21/09, Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> wrote: From: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Re: SERI NAN DI LUA TAMPURUANG 68: DR. SRI MULYANI, PROTOTIPE TOKOH PEREMPUAN INDONESIA BARU To: [email protected] Date: Tuesday, April 21, 2009, 11:03 PM Waalaikumsalam w.w. Sanak Sutan Sinaro, Benar sekali, ini soal sudut pandangan, dan saya setuju dengan ajakan Sanak untuk membahas fitrah laki-laki dan perempuan. Bagaimana kalau Sanak meluangkan waktu membahas masalah ini ? Wassalam, Saafroedin Bahar (L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo; Lagan, Kampuang Dalam, Pariaman.) "Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak" Alternate e-mail addresses: [email protected]; ________________________________ From: Sutan Sinaro <[email protected]> To: [email protected] Sent: Wednesday, April 22, 2009 9:56:04 AM Subject: [...@ntau-net] Re: SERI NAN DI LUA TAMPURUANG 68: DR. SRI MULYANI, PROTOTIPE TOKOH PEREMPUAN INDONESIA BARU Wa'alaikum salam warahmatullah. w.w. ... Rina,... Kalau kita berdiri di tempat yang sama melihat Gunung Singgalang dan Merapi, maka pandangan kita akan sama, yakni, misalnya Gunung Singgalang di sebelah kiri, dan Merapi di sebelah kanan. Tapi jika tempat berdiri tidak sama, maka hal kebalikannya bisa terjadi, atau malah akan nampak satu gunung saja (dek apak-apak jaleh dinyo ko). Trialisme yang dialami masyarakat Minang menjadi racun si malakama yang membingung- kan sampai hari ini dan entah sampai kapan. Pak Saaf, mungkin belum memilih tetapi mencoba berdiri pada salah satu posisi dan memandang dengan kacamata NKRI, maka yang nampak adalah Gunung seperti Sri Mulyani. Tapi bila beliau mencoba mencoba bediri pada posisi lain yang berputar pada sumbunya sekitar 120 derajat dengan kacamata adat, maka yang nampak adalah gunung Bundo kanduang, Rasuna Said dan lain-lainnya. Tentu komentar dan pembahasan beliau akan jadi lain pula. Dan kalau ia bersama Rina berada pula pada posisi 240 derajat (tambah 120 dari yang tadi), maka yang nampak adalah Gunung seperti Siti Khadijah, atau Siti 'Aisyah, atau Asma binti Abu Bakar, atau malah Hindun dan bahkan Rabi'ah al-Adawiyah. Persoalan kita sekarang, yang mana yang harus dipilih, di posisi mana kita berada, yakin kah kita dengan pilihan itu akan bahagia hidup, seratus tahun sajakah, 200 tahun saja kah, atau jutaan bahkan milyaran tahun ?. Dalam hal inilah mesti dipikirkan benar, mana yang paling memberi jaminan, mana yang punya potensi fisik dan energy yang paling kuat untuk mencapi hal itu. Dalam persoalan perempuan dan lelaki yang kita permasalahkan ini kayaknya perlu dibahas fitrah perempuan dan lelaki untuk memberikan pencerahan, sayang saya selalu kehilangan waktu. Wassalam. w.w. St. Sinaro Engineering Design and manufacturing Laboratory Andalas University, kampus Limau Manih Padang, April 2009 --- On Tue, 4/21/09, rinapermadi <[email protected]> wrote: From: rinapermadi <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Re: SERI NAN DI LUA TAMPURUANG 68: DR. SRI MULYANI, PROTOTIPE TOKOH PEREMPUAN INDONESIA BARU To: [email protected] Date: Tuesday, April 21, 2009, 6:27 PM Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, Jo indak mangurangi hurrrmatt ambo nan kaciak ko ka bakeh Bapak Saafrudin Bahar Ambo nio manjawab Apakah Bapak merasa ada yang janggal atau sinonim apapun tentang janggal itu jika (maaf) nyonya bapak mempunyai pangkat melebihi yang bapak punya?? Atau contoh kecil saja? Imam shalat di suatu mushalla adalah perempuan sekalipun dia ustazah yg rruarr biasa?padahal ada Pak Saaf diantara makmum...(lagi2 maaf) Dan bagaimanakah pula ; jika perempuan memimpin? Tunggulah kehancuran Kata Nabi kita.. (minta nanda, Buya Mas’oed tambahkan?) Apakah itu yang diingini?? Astagfirullahal’adzim..bahkan jika gaji istri melebihi dua kali lipat saja gaji si suami? Kira2 apa ada sakek nan ndak talulua dek si suami, apa ndak akan menggonjang ganjingan rumah tango tu..walaupun riaknyo ndak nampak kalua? Subahanallah.. Saya ingat pidato yang disampaikan oleh Ummi (istri) Buya Hamka ketika beliau didaulat untuk berpidato di suatu acara karena saat itu orang ingin sekali mendengar beliau berbicara; kurang lebih begini; Ummi ndak pandai mangecek doh, nan Ummi bisa Cuma manyiapkan Buya untuak bisa tampil bapidato, apo nan ka diparalukan Buya? Hanyo itu nan Ummi bisa… tapi tanggapan hadirin sangat apresiatif sekali..dalaaaam sekali maknanya..sungguh mulia..Mar’atun shalihah bukankah itu yang diharapkan dari sosok bundokanduang?? Atau si Bundokanduang mau berdiri sendiri? Atau suaminya mengekor2 dr belakang sambia manggendong tas susu anak2 sambia sibuk maasuah anak? MasyaAllah.. Barangkali cuma pemikiran singkek nan bisa ambo jawek jo pangalaman pendek dan juo bukan urang nan bapendidikan tenggi cando khalayak ramai di palanta ko? Satu lagi saya ingin bertanya ke Bapak Saaf yang terhurrmat, maksud seri yang dilua tampuruang ko apo? Manga sampai dipiliah kato2 di lua tampuruang? Kausalitasnyo berarti ado nan di dalam tampuruang? Banyak banyak maaf… Wassalam Rina, 32, batam [email protected] [email protected] [email protected] [email protected] --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
