Batua sakali, Ronal. Malalui jabatan-jabatan publik, kan amal jariah perempuan 
Minang itu akan lebih besar dan berdampak luas bagi masyarakat kita ? Namun 
memang benar sekali, ini juga masalah pilihan.
 
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo; Lagan, Kampuang Dalam, 
Pariaman.)
"Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak" 
Alternate e-mail addresses: 
[email protected];




________________________________
From: Ronal Chandra <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, April 22, 2009 9:48:35 AM
Subject: [...@ntau-net] Re: SERI NAN DI LUA TAMPURUANG 68: DR. SRI MULYANI, 
PROTOTIPE TOKOH PEREMPUAN INDONESIA BARU



Dear Pak Saaf,.

Ambo yakin Wanita Minang saat ini punya kualitas yang sangat baik. Cuma mungkin 
perlu diperhatikan parameter pengukurnya. Begitu juga Pria Minang sampai saat 
ini masih banyak kualitas seperti Buya Hamka, Tan Malaka dan tokoh tokoh 
lainnya, tapi yah kembali parameter pengukur nya dilihat dari sisi apa ?

Jikok parameter pengukurnya "Wanita Minang" harus menjabat profesi pemerintahan 
atau anggota DPR dan lainnya, iko iyo masalah pilihan bagi mereka mereka wanita 
minang yang punya potensi.

Tapi kalau parameter pengukurnya potensi akademik diberbagai profesi yang 
dijalani, level top university yang dimasuki nya dan prestasi yang dicapai 
dibidang akademik no, ambo yakin kalau dilakukan penelitian paling buruk posisi 
wanita minang 50:50 dibandingkan suku lain, walaupun saya yakin prosentasinya 
bisa lebih besar.

Kalau ukuran no Top University di dunia, IPK 5.0 dari 5.0, Dean List di 
jurusannyo, international skill, language skill dan etc.. Ambo yakin banyak pak 
saaf.

Cuma kalau parameternya terkenal di bidang politik itu iyo ambo masih paralu 
melihat lebih jauh.

Salam Hormat 
Ronal Chandra


--- On Wed, 4/22/09, Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> wrote:

> From: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]>
> Subject: [...@ntau-net] Re: SERI NAN DI LUA TAMPURUANG 68: DR. SRI MULYANI, 
> PROTOTIPE TOKOH  PEREMPUAN INDONESIA BARU
> To: [email protected]
> Date: Wednesday, April 22, 2009, 3:31 AM
> Waalaikumsalam w.w.. Sanak Zulkarnain,
> Terima kasih, Sanak. Saya juga menjunjung tinggi Ibu
> saya, dan mendorong agar putri-putri saya untuk maju dalam
> masyarakat, kalau bisa duduk dalam jabatan yang
> penting-penting. Salah seorang putri saya -- syukur
> Alhamdulillah -- duduk sebagai tenaga teras dalam Legal
> Department Chevron di Jakarta, sering dapat award dan
> gajinya sekarang jauh lebih tinggi dari gaji saya dahulu.
> Saya bangga dengan dia.
>  
> Wassalam,
> Saafroedin Bahar
> (L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo;
> Lagan, Kampuang Dalam, Pariaman.)
> "Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka
> Mamak" 
> Alternate e-mail addresses: 
> [email protected];
> 
> 
> 
> 
> ________________________________
> From: Zulkarnain Kahar <[email protected]>
> To: [email protected]
> Sent: Wednesday, April 22, 2009 9:26:47 AM
> Subject: [...@ntau-net] Re: SERI NAN DI LUA TAMPURUANG 68:
> DR. SRI MULYANI, PROTOTIPE TOKOH PEREMPUAN INDONESIA BARU
> 
> 
> Waalaikumsalam Pak Saaf,
> 
> Paling tidak Maninjau telah  manampilkan Rasuna Said,
> yang mampu berteriak keras kala berdiri dipanggung bersuara
> anti polygami pula...dan satu lagi Ibu kandung saya walau
> karyawan rendahan mampu tampil seorang diri mengantarkan
> kami anak anaknya menantang dunia ..., 
> 
> Wassalam,
> 
> Zulkarnain Kahar  50+th
> barumah di JKT, bakampuang ka Maninjau, basuku Malayu,
> bakureh dima diparalukan urang.
> 
> --- On Tue, 4/21/09, Dr.Saafroedin BAHAR
> <[email protected]> wrote:
> 
> 
> From: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]>
> Subject: [...@ntau-net] SERI NAN DI LUA TAMPURUANG 68: DR.
> SRI MULYANI, PROTOTIPE TOKOH PEREMPUAN INDONESIA BARU
> To: [email protected]
> Date: Tuesday, April 21, 2009, 7:42 PM
> 
> 
> Assalamualaikum w.w. para sanak sapalanta,
> Ada suatu anomali -- keganjilan -- dalam posisi perempuan
> di Minangkabau. Secara normatif kita menghormati peran
> perempuan Minangkabau dalam masyarakat, yang disebut dengan
> istilah anggun: Bundo Kanduang.
> Namun jika kita telaah, peran tersebut lebih banyak
> hanya bersifat simbolik belaka, dan bukannya dalam
> realita. Peran perempuan Minangkabau
> 


      



[email protected]
[email protected]
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke