Assalamualaikum ww
(Sambuangan)
Dikurun yang sama armada2 dagang Islam Dimasa pemerintahan Dinasti Umayyah juga
membawa misi da’wah ke Timur terutama Bandar Barus Pesisir Barat, Bandar Muara
Sabak Jambi Pesisir Timur dan Muara Takus Minanga Kamwar Pedalaman Sumatera
bahkan juga sampai Kerajaan Kalingga Jepara Jawa Tengah hingga tidak heran bila
Da’wah Agama Islam semakin meluas di Nusantara ini bahkan tercatat Sri
Indrawarman (718M) sang Maharaja Sriwijaya Jambi dan Ratu Shima (726M) sang
Maharani Kerajaan Kalingga di Jepara Jawa Tengah tertarik masuk Islam
Melihat perkembangan yang tidak menguntungkan ini menyusul semakin merosotnya
volume perdagangan Canton China Kaisar Dynasti Tang yang Sekte Budha Mahayana
ini merencanakan pemblokiran jalur pelayaran armada dagang Arab ini
Diawali dengan pengiriman mata2 dan Bikshu Budha Mahayana untuk mempengaruhi
rakyat Sriwijaya yang menganut Sekte Hinayana hingga terjadi dualisme penganut
Budha selanjutnya Kaisar Tang tahun 720M mengerahkan pasukannya dan dibantu
penduduk yang telah pindah ke Sekte Mahayana menyerang Istana Sriwijaya Muara
Sabak Jambi hingga Raja Sri Inderawarman yang telah masuk Islam itu Syahid
Petinggi Budha Mahayana dan Panglima Pasukan Dinasti Tang memindahkan pusat
Kerajaan Sriwijaya dari Muara Sabak Jambi ke tepian Sungai Musi yang sekarang
bernama Palembang dan menobatkan raja Sriwijaya yang baru dari sekte Mahayana
yang kelak melahirkan Raja2 Sriwijaya Dinasti Syailendra (727-950)
Dynasti Syailendra juga menyerang Bandar Muara Takus dan semua penganut Sekte
Hinayana Candi Muara Takus dihabisi, tidak sampai disitu Dinasti ini juga
kemudian menyerang Kerajaan Kalingga Jepara Jawa Tengah hingga Ratu Shima sang
Maharani yang juga baru masuk Islam itu tewas sebagai Syahidah
Dengan demikian daerah2 penghasil rempah antara Muara Sabak di Jambi hingga
Muara Takus Minanga Kamwar dikuasai Sriwijaya Dinasti Syailendra Palembang
sehingga denyut ekonomi Canton China pulih kembali
Sejak itu armada2 dagang Islam berlayar terbatas hanya hingga ke Barus Pesisir
Barat Sumatera dan dengan demikian berakhirlah dominasi Islam di Pesisir Timur
Sumatera sampai Jawa hingga kemudian muncul Kerajaan Islam Samudera Pasai di
Aceh abad ke8
Walaupun selama hampir 400 tahun terjadi kekosongan da’wah Islam dipesisir
Timur Sumatera selama dibawah bayang2 Sriwijaya Syailendra Budha Mahayana
Palembang namun daerah2 penghasil rempah Timur Gunung Merapi seperti Suliki,
Puah Datar. Pangkalan Koto Baru, Muara Mahat, Gunuang Bongsu, Gunuang Malelo,
Tanjuang, Pongkai, Koto Tuo, Batu Basurek, Tanjuang Godang, Baluang, Lubuak
Aguang, Pulau Godang, Binamang dan Sibinuang, Muaro Takuih dan Kuntu Kampar
diam2 tetap didatangi saudagar2 Islam yang merangkap mubalig terutama sejak
munculnya Kerajaan Samudera Pasai Aceh
Ketidak lancaran-nya da’wah Islamiyah pada kurun ini disamping dominasi Budha
Mahayana yang kuat dari Dinasti Syailendra Sriwijaya Palembang yang di-back up
Dinasti Tang didaratan besar China namun juga karena terjadi kemelut politik
dipusat Islam itu sendiri dimana Dinasti Ummayah dilengserkan oleh Dinasti
Abbasiyah yang kemudian memindahkan pusat pemerintahan dari Damsyik Syam
(Damascuss Syiria sekarang) ke Bagdad Irak sekarang (749 – 1258M)
Berbeda dengan Ummayah yang memiliki armada maritim yang di-backing Angkatan
Laut yang kuat hingga belahan Bumi Timur dan Barat mendapat sentuhan da’wah
melalui para saudagar dan pelaut yang menjalankan fungsi da’wah, sebaliknya
dinasti Abbasiyah dengan ibukota Bagdad dipedalaman padang pasir sana justru
yang berkembangkan adalah Romantisme Negeri Seribu Satu Malam dimana orang2
istana akrab dengan sastra pujangga dan entertainment tari perut (goyang Inul
sekarang) apalagi jika sudah dekat kewilayah per-syahwat-an hingga tidak heran
da’wah ternomor dua-kan
Sejak itu fungsi da’wah dikelola tidak dengan terorganisir baik bahkan dukungan
dana dari khalifah yang semakin minim hingga fungsi da’wah dikelola mandiri
oleh saudagar2 Yaman Selatan (Hadlramaut) dan Gujarat anak benua India
Salah satu cara yang paling efektif dalam pengembangan da’wah masa itu tentu
saja melalui perkawinan terutama lewat keluarga penguasa setempat maupun tokoh2
tempatan (sekalian perbaikan keturunan)
wasalam
abp
------------------------------
Mamak Arman
Ambo lai memegang sebuah buku yang mancaritokan hal yang samo jo mamak
tulih ko, khusunyo mengenai mulainyo Minangkabau dari Sungai Dareh
(Darmasraya) yang kemudian membelah menjadi kerajaan Minangkabau jo
kerajaan Sriwijaya.
Salam
Andiko Sutan Mancayo
New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---