Pak Arman Bahar dan sanak-sanak yth. Sebagai tambahan catatan saja, pada tahun 825 H berdiri Kerajaan Perlak di sekitar Peureulak Aceh saat ini dengan rajanya Sultan Alaidin Saiyid Maulana Abdul Aziz Syah. Memang pada tahun 1297, Kerajaan Pasai menjadi kerajaan Islam, dengan rajanya Malikus Saleh. Sebelumnya Malikus Saleh bernama Merah Silu, dan berkuasa pada tahun 1275-1279. Walaupun rajanya beragama Islam, diperkirakan sebagian besar penduduknya masih beragama Hindu. Lokasi Kerajaan Pasai diperkirakan berada di tenggara Kota Lhokseumawe sekarang ini. Saya menemukan beberapa tahun lalu, Kerajaan Ternate telah berdiri pada tahun 1232 oleh saudagar-saudagar Arab. Wassalam, -datuk endang
--- On Thu, 4/30/09, Arman Bahar <[email protected]> wrote: Assalamualaikum ww (lanjutan) Setelah runtuhnya Dinasti Ummayah dan ketika Bagdad yang Abbasiyah itu disibuk-kan dengan Romantisme Negeri Seribu Satu Malam, dibelahan utara benua Afrika muncul sebuah Kerajaan Islam yang kuat kemudian kita kenal sebagai Dinasti Fatimiyah Mesir yang berfaham Syi’ah (976-1168M) Kesultanan Fatimiyah Mesir ini mengambil alih peran lalu lintas maritim dan monopoli perdagangan rempah serta da’wah Islamiyah aliran Syi’ah kekawasan Timur Usaha2 tersebut berhasil tidak lama kemudian dengan berdirinya cabang dan markaz da’wah aliran Syi’ah seperti kesultanan Samudera Pasai Aceh, Kesultanan Bandar Khalifah, Kesultanan Barumun, Kesultanan Kuntu Kampar Minangkabau Timur dan Kesultanan Muar di Semenajung Tanah Melayu (Malaysia) bahkan Angkatan Laut Dinasti Fatimiyah Mersir ini juga merebut daerah Gujarat India yang strategis itu Sebagaimana kita maklumi bahwa walau berfaham Syi’ah namun sejarah mencatat bahwa Kerajaan Islam pertama di Nusantara ini adalah Kerajaan Samudera Pasai Aceh adanya Perubahan peta politik Kerajaan Samudera Pasai di-utara tentu saja membuat gusar penguasa2 di-selatan pulau Perca ini terutama menyangkut monopoli dan lumbung penghasil rempah Peta penghasil rempah Minangkabau timur sejak dari timur gunung Merapi hingga daerah Muara Takus Minanga Tamwan dan Kuntu Kampar berada dibawah pengaruh para saudagar Islam Syi’ah Pasai sementara lumbung rempah daerah Sungai Dareh sekitarnya dikuasai ber-ganti2 antara Kerajaan Melayu Jambi dan Damarsraya Sijunjung yang masih Hindu Budha Pertengahan 1168 Dinasti Fatimiyah Mesir yang Syi’ah ini ditumbangkan oleh Sultan Salahudin dari Dinasti Al Ayyubi yang bermahzab Sjafi’i namun pengaruh aliran Syi’ah di Sumatera bagian utara cukup lama bertahan walau akhirnya hilang juga namun pengaruhnya masih terasa pada anak negeri ini terutama perayaan Tabuik di Pariaman (di Bengkulu Tabot) dan tentu saja yang sangat kontroversial adalah Tambo Minangkabau yang katanya tenggelam kedalam 98% mitos itu (to be continued) wasalam abpbandaro -57 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
