Pak Saaf,

 

Iyo pak, diperlukan ketegasan. Bukan hanya sedikit, tapi full tegas supayo
indak dibaok lalu . Pengalaman ambo karajo di Padang dulu memang begitu,
kebanyakan ngomong "batea tea .", tapi indak ciek juo nan jadi .

 

Kalau soal "mentest" urang baru, batua juo. Bukan hanya pejabat, auditor
yunior bantuak ambo pun ditest dulu, baik oleh kawan sakantua, maupun oleh
urang2 pemerintahan .

 

 

Jadi tambahan kriteria untuak Gubernur: 

"Harus Tegas", 

"Tangguh menghadapi Tes2 nan ajaib"

"Tahan jo Cime;eh"

 

Riri

Bekasi

  _____  

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Dr.Saafroedin BAHAR
Sent: Thursday, May 07, 2009 9:55 AM
To: [email protected]
Subject: [...@ntau-net] Re: Gubernur Marah Bupati Tidak Menghadiri Rapat

 


Waalaikumsalam w.w. Sanak Nofiardi dan para sanak sa palanta,

Saya percaya bahwa bukan hanya kita, tetapi juga pak GF sendiri risau dengan
masalah yang  Sanak tanyakan ini. Mungkin itulah sebabnya mengapa beliau
tidak ingin lagi mencalonkan diri dalam pilgub yang akan datang.

Setiap gubernur jelas mempunyai leadership style masing-masing. Namun tidak
bisa dipungkiri bahwa sistem pemerintahan serta situasi lingkungan juga
mempunyai peranan penting dalam menilai kinerja seorang gubernur.

Pak GF sudah sering mengeluh tentang sistem otda berdasar dua UU yang
berlaku sekarang ini. 

Bersamaan dengan itu saya juga percaya bahwa untuk memerintah Sumatera Barat
memang diperlukan sedikit ketegasan, kadang-kadang sedikit kekerasan..Kita
semua tahu tentang watak kita orang Minang, khususnya jika mereka menilai
bahwa kita bisa disudunya, sebagai ijuak indak basaga. Tentara KNIL bahkan
mencatat hal ini sebagai bagian dari bahan ilmu bumi militernya. [Datuk
Endang pernah mengutip bagian ini dari buku Kolonel Soegondo].

Itulah yang dahulu diperlihatkan oleh pak Harun Zain, dan dalam ukuran lokal
juga oleh almarhum Anas Malik. [Waktu saya menjadi ketua DPD
Sekbergolkar/DPD Golkar Sumbar tahun 1970-1973 dahulu, dalam ukuran kecil
saya juga terpaksa melakukan teknik strong persuasion ini dalam memimpin
Golkar, supaya saya tidak dibao lalu sajo oleh para sanak kita tercinta
itu.].

Dalam hubungan ini saya sering mendengar cerita zaman dahulu di kampung
halaman nenek moyang saya di Pariaman, bahwa adalah kebiasaan penduduk untuk
mentest orang baru, dengan membuat gara-gara dengannya. Mereka baru hormat
kalau kita bisa menundukkan mereka. 

Pemimpin di Sumatera Barat nampaknya harus siap menghadapi test sosial
seperti itu. Saya teringat cerita tentang bagaimana pak Harun Zain dalam
tahun-tahun pertama pemerintahan beliau bahkan sampai membanting pistol dan
berteriak dalam suatu rapat dimuka orang kampungnya di Pariaman. Dan setelah
itu memang urang Pariaman mulai segan dan hormat kepada beliau. 

Pedomannya, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pemerintahan,
adalah: musuh tidak dicari, bertemu pantang dielakkan. Mungkin itulah
sebabnya mengapa -- dahulu -- setiap laki-laki diajar bersilat. 

Orang Madura dan orang Betawi akan mengatakan: ente jual ane beli.

Wassalam,
Saafroedin Bahar

(L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo; Lagan, Kampuang Dalam,
Pariaman; Bukik Surungan, Padang Panjang.)

"Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak" 

When wealth is lost nothing is lost, when health is lost something is lost,
but when character is lost everything is lost.

Ein Volk ohne Geschichte ist  ein Volk ohne Kultur.

Alternate e-mail addresses: 

[email protected];

[email protected]

[email protected]

 

 



--- On Thu, 5/7/09, Nofiardi <[email protected]> wrote:


From: Nofiardi <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Gubernur Marah Bupati Tidak Menghadiri Rapat
To: [email protected]
Date: Thursday, May 7, 2009, 9:28 AM

Assalamu'alaikum Pak Saaf,

Kalau boleh saya mohon, apa komentar bapak atas gaya kepemimpinan Gub. GF
dalam 4 tahun ini?

 

Terima kasih & Salam

Nofiardi. 

 

  _____  

From: [email protected] [mailto: [email protected] ] On
Behalf Of Dr.Saafroedin BAHAR


Waalaikumsalam w.w. Riri dan para sanak sa palanta,

Segala keanehan ini rasanya berakar pada konsep yang diperkenalkan oleh Prof
Dr Ryaas Rasyid -- dan disetujui DPR RI -- dalam UU Nomor 22 tahun 1999
dahulu, bahwa daerah tingkat II tidak berada di bawah tingkat I. Walau
banyak sedikitnya konsep ini telah diralat dalam UU Nomor 32 Tahun 2004,
namun para bupati dan walikota sudah terlanjur menikmati tatanan ganjil
berdasar UU sebelumnya itu.Hebatnya lagi, bersamaan dengan bungkemnya para
gubernur juga karena kelihatannya tak adanya pengarahan lanjut dari
Departemen Dalam Negeri untuk mengoreksi keanehan itu.

Secara pribadi saya mendukung sikap keras Gubernur Jambi itu, bukan saja
agar hirarki pemerintahan dalam suatu negara kesatuan dapat ditegakkan,
tetapi juga agar kebijakan nasional dapat dilaksanakan di seluruh daerah,
khususnya dalam hal yang penting-penting.

Namun, agar adil kita juga harus mendengarkan alasan dari para bupati atau
wali kota yang tak hadir atau tak bisa hadir dalam acara di kantor gubernur
ini. 

Sudah barang tentu kita masih harus tetap bertanya terhadap mereka yang
berkata no comment, karena beliau tersebut adalah pejabat publik yang juga
harus akuntabel terhadap publik. Masih terasa aneh jika mereka tidak hadir
tanpa alasan sama sekali.

Penjelasan yang masuk akal dan bisa diterima adalah adanya beberapa acara
yang bersamaan atau hampir bersamaan waktunya, yang disusun oleh beberapa
tataran organisasi yang lebih tinggi, yang menyulitkan -- atau bahkan
mustahil -- untuk dihadiri.

Jika ini masalahnya, maka kesalahan terletak pada kurangnya koordinasi dari
staf yang mempersiapkan acara-acara itu.

Solusinya --antara lain -- adalah perlunya koordinasi yang lebih erat,
antara lain melalui faks, sms, email, dan lebih baik lagi tiwat tilpon.

Wassalam,
Saafroedin Bahar 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 </table




 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke