selama ini saya hanya menjadi pembaca setia milis kawan-kawan di rantau net ini, tapi membaca cerita tentang arif ini, saya sangat tersentuh, anak seusia dia yang dengan kecerdikannya harus terkungkung di tembok penjara, apakah tidak ada cara lain untuk membina si anak selain penjara?, dan bukankah dia membunuh untuk membela ayahnya, saya takut anak itu akan menganggap dunia ini tak adil, perkembangan psikis nya akan terganggu dengan apa yang dilihatnya di penjara, sepintas kita sudah bisa menilai dia seorang anak yang pintar dan sangat kreatif, banyak penjahat kelas dunia adalah berasal dari orang jenius. Harapan saya selama dipenjara (tidak dijelaskan berapa tahun) anak ini diisi hatinya yang gundah dengan keimanan , sehingga kepintarannya tidak diisi dengan tipu muslihat keji yang mungkin saja dia pelajari di penjara.Amin ya rabbal'alamin
--- On Tue, 12/5/09, Dewi Mutiara <[email protected]> wrote: > From: Dewi Mutiara <[email protected]> > Subject: [...@ntau-net] Re: Cerita dari Lp Anak > To: [email protected] > Date: Tuesday, 12 May, 2009, 1:16 PM > Tulisan sdr Kemal Anas , Cerita dari LP Anak ,membuat saya > sangat terharu, dlm usia menjelang 8 thn cinta seorang anak > yg begitu besar kepada sang ayah,si anak berusaha membalas > dendam akan kematian ayahnya ,tanpa ia sadar akibat dari > perbuatannya ,yg ia tahu hanya sedih karena kehilangan sosok > sang ayah. > Mudah2an LP tidak merusak pribadi sang anak, dan dengan > kecerdasannya semoga ia tumbuh menjadi anak yang baik. > Amiiiiiinnnnn. > > Wassalam > Dewi Mutiara > > --- On Tue, 5/12/09, Kemal Anas > <[email protected]> wrote: > > From: Kemal Anas <[email protected]> > Subject: [...@ntau-net] Re: Cerita dari Lp Anak > To: [email protected] > Date: Tuesday, May 12, 2009, 4:07 AM > > > Dari mailis tetangga. > > Pengalaman dari teman2 yang melayani di LP Tangerang > > Terus > terang, meski sudah beberapa kali mengadakan penelitian > Kriminal di LP, > pengalaman kali ini adalah pengalaman pertama saya ngobrol > langsung > dengan seseorang yang didakwa kasus > pembunuhan berencana. Dengan jantung dag dig dug, pikiran > saya > melayang-layang > mengira-ngira gambaran orang yang akan saya temui. Sudah > terbayang muka > keji hanibal lecter, juga penjahat-penjahat berjenggot > palsu ala > sinetron, dan gambaran-gambaran pembunuh berdarah dingin > lain yang > sering saya temui di cerita TV. > > Well, akhirnya setelah menunggu > sekian lama berharap-harap cemas, salah satu sipir membawa > seorang anak > kehadapan saya.Yup, benar seorang anak berumur 8 tahun. > Tingginya > tidak lebih dari pinggang orang dewasa dengan wajah yang > diliputi > senyum malu-malu. Matanya teduh dengan gerak-gerik yang > sopan. > > Saya > pun membaca berkas kasusnya yang diserahkan oleh sipir itu. > Sebelum > masuk penjara ternyata ia adalah juara kelas di sekolahnya, > juara > menggambar, jago bermain suling, juara mengaji dan azan di > tingkat > kanak-kanak. Kemampuan berhitungnya lumayan menonjol. > Bahkan dari balik > sekolah di dalam penjara pun nilai sekolahnya tercatat > kedua terbesar > tingkat provinsi. Lantas kenapa ia sampai membunuh? Dengan > rencana pula? > > Kasus ini terjadi ketika Arif sebut saja nama anak ini > begitu, belum > genap > berusia tujuh tahun. Ayahnya yang berdagang di sebuah pasar > di daerah > bekasi, dihabisi kepala preman yang menguasai daerah itu. > Latar > belakangnya karena si ayah enggan membayar uang > 'keamanan' yang begitu > tinggi.. Berita ini rupanya sampai di telinga Arif. Malam > esok harinya > setelah ayahnya dikebumikan > ia mendatangi tempat mangkal preman tersebut.. Bermodalkan > pisau dapur ia menantang orang yang membunuh ayahnya. > > 'siapa yang bunuh ayah saya!' teriaknya kepada > orang > yang ada di tempat itu. > > 'Gue terus kenapa?' ujar kepala preman yang > membunuh ayahnya > sambil disambut gelak tawa di belakangnya. > > Tanpa > banyak bicara anak kecil itu sambil melompat menghunuskan > pisau ke > perut si preman. Dan tepat mengenai ulu hatinya, pria > berbadan besar > itu jatuh tersungkur ke tanah. Arif pun langsung lari > pulang ke rumah > setelahnya. Akhirnya selesai sholat subuh esok paginya ia > digelandang > ke kantor polisi. > > 'Arif nih sering bikin repot petugas di Lapas!' > ujar kepala lapas yang > ikut > menemani saya mewawancarai arif sambil tersenyum. Ternyata > sejak di > penjara dua tahun lalu. Anak ini sudah tiga kali melarikan > diri dari > selnya. Dan caranya pun menurut saya tergolong ajaib. > > Pelarian > pertama dilakukannya dengan cara yang tak terpikirkan > siapapun. Setiap > pagi sampah-sampah dari Lapas itu di jemput oleh mobil > kebersihan. > Sadar akan hal ini, diam-diam Arif menyelinap ke dalam > salah satu > kantung sampah. Hasilnya 1-0 untuk Arif. Ia berhasil keluar > dari > penjara. > > Pelarian > kedua lebih kreatif lagi. Anak yang doyan baca ini pernah > membaca > artikel tentang fermentasi makanan tape (ingat loh waktu > wawancara > usianya baru 8 tahun). Dari situ ia mendapat informasi > bahwa tape > mengandung hawa panas yang bersifat destruktif terhadap > benda keras. > Kebetulan pula di Lapas anak ini disediakan > tape uli dua kali dalam seminggu. Setiap disediakan tape, > arif > selalu > berpuasa karena jatah tape itu dibalurkannya ke dinding > tembok sel > tahanannya. Hasilnya setelah empat bulan, tembok penjara > itu menjadi > lunak seperti tanah liat. Satu buah lubang berhasil > dibuatnya.. 2-0 untuk arif. Ia keluar penjara ke dua > kalinya. > > Pelarian ke tiganya dilakukan ala Mission Imposible. Arif > yang ditugasi membersihkan kamar mandi > melihat ember sebagai sebuah solusi. Besi yang berfungsi > sebagai > pegangan ember itu di simpannya di dalam kamarnya. Tahu > bahwa dirinya > sudah > diawasi sangat ketat, Arif memilih tempat persembunyian > paling > aman sebelum memutuskan untuk kabur. Ruang kepala Lapas > menjadi > pilihannya. Alasannya jelas, karena tidak pernah satu pun > penjaga > berani memeriksa ruangan ini. > Ketika tengah malam ia menyelinap > keluar dengan menggunakan besi pegangan ember untuk membuka > pintu dan > gembok. Jangan tanya saya bagaimana caranya, pokoknya > tahu-tahu ia > sudah di luar. 3-0 untuk Arif. > > Lantas kenapa ia bisa tertangkap lagi? > Rupanya kepintaran itu masih berada di sebuah kepala bocah. > Pelarian-pelarianny > a didorong dari rasa kangennya terhadap ibunya. Anak ini > keluar dari > penjara hanya untuk ke rumah sang ibunda tercinta. Jadi > dari Lapas > tanggerang ia menumpang-numpang mobil omprengan dan juga > berjalan kaki > sekian > kilometer dengan satu tujuan, pulang! > > Karena itu pula pada pelarian Arif yang ketiga, kepala > Lapas yang juga seorang ibu ini meminta anak buahnya untuk > tidak segera > menjemput > Arif. Hasilnya dua hari kemudian Arif kembali lagi ke lapas > sambil > membawa surat untuk kepala Lapas yang ditulisnya sendiri. > > Ibu kepala Arif minta maaf, tapi Arif kangen sama ibu Arif. > Tulisnya singkat. > > Seorang anak cerdas yang harus terkurung dipenjara. > Tapi, > saya tidak lantas berpikir bahwa ia tidak benar-benar > bersalah dan > harus dibebaskan. Bagaimanapun juga ia telah menghilangkan > nyawa > seseorang. Tapi saya hanya berandai-andai jika saja, polisi > bertindak > cepat menangkap pembunuh si ayah (secepat polisi menangkap > si Arif) > pastinya saat ini anak pintar dan > rajin > itu tidak akan berada di tempat seperti ini. Dan > kreativitasnya yang > tinggi itu bisa berguna untuk hal yang lain. Sayangnya si > Arif itu cuma > anak pedagang sayur miskin sementara si preman yang > dibunuhnya selalu > setia menyetor kepada pihak berwajib setempat. Itulah yang > namanya > keadilan! > > dikutip dari the r.o.t.e.n.s > > > > > > > > > > > > > > > > > New Email addresses available on Yahoo! Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
