Iko fakta lain dari tulisan IKRAR NUSA BHAKTI di halaman 6 KOMPAS Jumat 15 Mei 
2009 "Divide Et Impera". Ontalah .....
Salam,
Zalmahdi

--- On Sat, 16/5/09, Lies Suryadi <[email protected]> wrote:


From: Lies Suryadi <[email protected]>
Subject: Bls: [...@ntau-net] Re: Apa kata politisi: Gamawan ke kubu SBY.
To: [email protected]
Date: Saturday, 16 May, 2009, 1:35 PM








Dan Andrinof jo dunsanak di lapau sadonyo...
 
Mambaco komentar Da An, gak ngari juo ambo ko. Apo mungkin timbua baliak era 
politik Indonesia bantuak tahun 1950-an? Apo ka mamaneh ko polarisasi Jawa-luar 
Jawa? Takana dek ambo konsep Ulando di zaman penjajahan maliek: Jawa en buiten 
bezittingen.....
 
Wah...wah...índak baranti2 'gampo ketek' jo 'gampo gadang' maoyak nagari ko....
 
Salam,
Suryadi
 

--- Pada Sab, 16/5/09, Andrinof A Chaniago <[email protected]> menulis:


Dari: Andrinof A Chaniago <[email protected]>
Topik: [...@ntau-net] Re: Apa kata politisi: Gamawan ke kubu SBY.
Kepada: [email protected]
Tanggal: Sabtu, 16 Mei, 2009, 7:22 AM



Saya koq merasakan banyak reaksi lain dari penampilan Pak Gamawan di Deklarasi 
SBY itu. SMS-SMS yang masuk ke HP saya malah prihatin dengan cara memberi 
dukungan seperti itu. Mereka melihat ini ini sebagai tanda kuatnya dorongan 
untuk mengejar kekuasaan sehingga mengabaikan azas kepatutan, etika 
pemerintahan dan etika politik.
Pertanyaan-pertanyaan yang muncul: 1. Pak Gamawan kan dulu naik ke jabatan 
Gubernur melalui partai PBB dan PDIP, bagiamana ceritanya tiba-tiba saja terjun 
ke dalam acara Deklarasi yang jelas-jelas acara Partai Demokrat itu? 2. Acara 
kemarin bukan kampanye dan juga bukan acara kenegaraan. Kalau acara kampanye, 
Pak Gamawan harus cuti untuk terlibat dalam acara tersebut. Acara itu jelas 
bukan acara kenegaraan, sehingga Pak Gamawan juga tidak bisa bertindak sebagai 
seorang pajabat pemerintahan.
 
Jadi, perlu juga didudukkan apa yang dimaksud dengan apresiasi positif di sini? 
Positif dari kaca mata siapa? 
 
Kalau saya melihatnya dari kacamata saya sebagai seorang pemerhati politik, ini 
semua semata-mata permainan mencari kekuasaan. Dari sisi SBY dan Timnya, 
memanfaatkan figur Gamawan sangat penting. Paling tidak ada dua alasan politik. 
Pertama, dengan memilih pasangan Boediono, SBY perlu beberapa figur untuk 
menjadi simbol luar Jawa di setiap panggung pertunjukan. Kedua, bagaimana 
memblok dari awal pengaruh JK di Sumbar sebagai salah satu saingan 
SBY-Boediono. JK adalah Urang Sumando urang Minang dan selama ini JK juga sudah 
memiliki sejumlah tangan kanan orang Minang untuk membuka akses politiknya ke 
Sumbar.

Begitulah info dan ditambah tinjauan singkat sari saya.
Salam,
 
Andrinof A. Chaniago (46+7bl)

2009/5/15 Muzirman -- <[email protected]>


Jumat, 15 May 2009
Apresiasi Positif Gamawan ke Kubu SBY

Padang, Singgalang








Yahoo! Mail Sekarang Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya! 





      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke