Assalamualaikum, wr.wb

salam kenal dengan bu rita yang berfalsafah ganesh. 
 
Sebenar mencontohkan kebaikan tidak saja pada penggambaran kisah ganesh ini. 
Mungkin karena pak bachcan yang orang hindu, inilah yang digambarkannya.
Bagi orang minang kabau ada "pitaruah ayah - pasan mande - pasan mamak" yang 
juga mengajarkan 7 sikap dan prilaku, seperti yang disebutkan oleh ibu rita. 
Namun kembali jua kepada karakter manusianya, yang cendrung sulit menerima 
sesuatu yang berlainan dengan kepentingannya.

Selain berpuluh hadis rasulullah, ada pepatah, ada ilmu ilmu hikmah. Ada ustad 
ada buya, tak menyusutkan manusia mengedepankan "  ego"nya.  Inilah yang 
membedakan kita dengan malaikat. Manusia memiliki akal dan hati nurani. 
Manakah yang akan menonjo mari kita serahkan pada manusia itu.
Soal itb dengan ganeshanya.. Sekarang ganesha semakin mengenal duit. Jika anak 
cerdas dan punya uang 45 jt dijamin pasti masuk itb. Jika ndak sedang sj 
uangnya, bersainglah dengan uang test 750 rb. Akan tetapi bagi anak yang ndak 
punya  namun masih punya keinginan, bersainglah untuk mendapat kursi sisa 10 %.

Terlebih terkurang mohon dimaafkan

wassalam 
 
evy nizhamul

sjamsir_sjarif wrote: 
> Mudah-mudahan bukan Kalangban ITB Bandung saja yang perlu mengingat pandangan 
> filsafah Ganesh ini, tapi juga Kalangan Orang Awak Think Tank Bandung yang 
> seketika-seketika dekat-dekat masa pemilu terinspirasi meng-outreach ke 
> Kampuang Halaman kita. Sari Pelajaran filsafah yang dalam dari kisah Ganesha 
> sangat berguna untuk kita paham dan amalkan bersama... 
> Terima kasih Rita.
> Salam,
> --MakNgah
> --- In [email protected], Rita Desfitri Lukman <desfi...@...> wrote:
>> 
>> Kisah si “GANESH”
>>  
> ............
>> Diskusi lalu beralih ke Ganesh. 
>> Beliau (Bachchan) lalu bilang: Lihatlah my sister, betapa banyak filosofi 
>> dan pelajaran hidup, yang ternyata dapat kita petik dari kisah si Ganesh 
>> ini, antara lain:
>>      1. Cerita Ganesh mengajarkan kita agar teguh memegang amanah. Lihatlah 
>> betapa Ganesh yang sudah berjanji untuk melaksanakan perintah ibu 
>> (angkat)nya, benar-benar teguh dan bertanggung jawab sekalipun ia harus 
>> kehilangan kepalanya.
>>      2. Cerita Ganesh juga mengingatkan kita agar jangan cepat mengambil 
>> keputusan atau bertindak ketika pikiran dan perasaan masih sedang diliputi 
>> emosi. Lihatlah Bhatara Shiwa yang akhirnya juga menyesal karena terlanjur 
>> memenggal kepala si Ganesh.
>>      3. Kita diingatkan agar tidak mudah menyalahkan orang lain ataupun 
>> berburuk sangka atas apa yang menimpa diri kita. Ganesh tidak pernah 
>> menyesali Dewi Drupadi yang telah membuat kepalanya terpancung, dan juga 
>> tidak menyalahkan Bhatara Shiwa yang memancung kepalanya. 
>>      4. Ganesh juga mampu membuang jauh-jauh rasa dendam dalam hatinya atas 
>> apa yang telah terjadi dan menimpa dirinya.
>>      5. Ganesh bekerja tanpa pamrih, walaupun fasilitas yang diterima 
>> kadang-kadang kurang sesuai dengan yang seharusnya, ia tetap bekerja 
>> sebaik-baiknya dan tidak menuntut macam-macam.
>>      6. Ganesh boleh saja wajahnya si buruk rupa, tapi tidak untuk hatinya.
>>      7. Ganesh mengajarkan agar hidup itu tetap dijalankan dengan ceria dan 
>> optimisme, dan berbuat yang terbaik sesuai kemampuan kita walaupun kita 
>> punya keterbatasan, baik keterbatasan fisik, pikiran, tenaga ataupun harta.
>>      8. Ganesh mengajarkan agar kita tidak mudah menyerah, apalagi rendah 
>> diri dengan kekurangan yang ada, tetapi justru mengoptimalkan potensi yang 
>> dimiliki, tanpa perlu merasa sombong, hebat atau benar sendiri.
>>      9. Ganesh juga mengajarkan bagaimana menjadi orang yang selalu berbuat 
>> baik dan bermanfaat bagi orang lain, dimanapun ia berada.
>>  
>> Yah...., Saya terdiam. Betul yang dinasehatkan senior saya itu, memang 
>> alangkah indahnya mungkin dunia ini kalau kita bisa mempunyai sifat-sifat 
>> Ganesh di atas. Semoga Tuhan mengarahkan kita ke jalan dan kehidupan yang 
>> lebih baik.
>>  
>> Beliau yang juga pernah tinggal di Indonesia selama beberapa bulan untuk 
>> meneliti itu lalu melanjutkan. ”Mungkin itulah sebabnya, salah satu 
>> perguruan tinggi di negaramu di Bandung sana, ITB, juga menjadikan Ganesh 
>> sebagai ’icon’ nya. Barangkali dengan tujuan agar lulusannya adalah 
>> orang-orang yang juga luar biasa seperti Ganesh.” 
>>  
>> ”Ya..., saya kira juga begitu”, jawab saya.
>>  
>> Wallahu’alam, karena  pasti orang-orang dari ITB lah yang sebenarnya lebih 
>> mengerti tentang kisah si Ganesh atau si Ganesha ini daripada saya.
>>  
>>  
>> Mohon maaf kalau ado kato-kato ambo nan salah.
>> Wassalam,
>>  
>> Rita Desfitri
> 


      

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke