Assalaamu'alaikum wa rahmatullahi wabarakaatuhu
Santiang carito Rita... Dulu bana, katiko ado nan batanyo lalu ado pulo nan sok tau manjawab, baa mangko lambang ITB tu gajah duduak patah gadiang, mako manjawablah baliau nan sok tau tu. Bahaso si Ganesa tu adolah gajah nan sangaik mancintoi ilimu, sangat ingin tahu, mako dipatahanno gadiangno ciek ka untuak jadi pena, untuak manyurek-an ilimu. Itu sajo nan dikecek-an urang nan sok tahu tu. Carito langkok sarupo carito Rita, nan barasa dari nagari asa si Ganesa tantu labiah rancak tadanga. Wasalamu'alaikum Muhammad Dafiq Saib Sutan Lembang Alam Suku : Koto, Nagari asal : Koto Tuo - Balai Gurah, Bukit Tinggi 58 th, Bekasi ----- Original Message ---- From: Rita Desfitri Lukman <[email protected]> To: [email protected] Cc: Leni Susanti <[email protected]> Sent: Sunday, May 31, 2009 9:56:11 PM Subject: [...@ntau-net] Kisah si "GANESH" Kisah si “GANESH” Suatu hari Dewi Drupadi ingin mandi, maka dia panggil pengawal, tapi pengawal sedang tidak ada. Lalu dia panggil anak laki-lakinya yang ternyata juga sedang pergi. Akhirnya dipanggilnya anak angkatnya yang bernama Ganesh (kalau di Indonesia sepertinya disebut Ganesha atau Ganesa). Lalu dia berpesan: “Ganesh, Kau jaga pintu di depan rumah, Ibu mau mandi, jangan biarkan seorangpun juga memasuki rumah ini ketika ibu sedang mandi”. Ganesh si anak angkat yang patuh itu pun mengangguk dan duduk berjaga di depan pintu. Tak lama kemudian ketika Dewi Drupadi sedang mandi, kebetulan Bhatara Shiwa (Dewa Shiwa) datang dan hendak memasuki rumah. Ganesh, sesuai perintah ibu angkatnya tentu saja tidak mengizinkan. Bhatara Shiwa lalu marah, “Kenapa saya tidak boleh memasuki rumah ini?”. Ganesh menjawab: “Ibu sedang mandi, dan beliau berpesan agar saya tidak mengizinkan satu orang pun memasuki rumah ini ketika beliau sedang mandi”. Bhatara Shiwa bertambah marah: “ Saya akan memasuki rumah ini, tidak boleh ada yang melarang!”. Ganesh tetap menghambat, sehingga Bhatara Shiwa makin marah. Ia lalu menghunus senjatanya sambil bertanya:”Kamu tahu siapa saya?” Ganesh dengan tenang menjawab: “TIDAK”. Karena dia memang tidak tahu. Kemarahan Bhatara Shiwa mencapai puncaknya, ia berseru: “Saya adalah Bhatara Shiwa, yang punya rumah ini!” Lalu dengan sekali tebas, kepala Ganesh sudah terlepas kena pancungan Bhatara Shiwa. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
