Assalamualaikum w.w

Angku Drs.H.Noor Indones St.Sati, Buya Masoed Abidin,
Bapak Suryadi, Ibu Avy, Dt.Endang, Kmd Andri, sarato dunsanak sapalanta nan 
ambo hormati.  

              Ambo
tertarik untuk sato saketek tentang hal nan sadang diperbincangkan nangko,
yaitu tentang Sejarah Matrilinial, apa yang dikemukakan oleh  Ibu Evy dan pak 
Suryadi sangatlah benar, agar
diadokan penelitian tentang sejarah matrilineal. Tantu harap kito adalah kepada
para Serjana dan ahli sejarah Minangkabau, termasuk kepada Bapak Suryadi dan
Ibu Evy.  

Sebagaimana kita ketahui, bahwa yang ada sekarang, ya itu
seperti yang telah terangkan  dalam Tambo,
yang telah ditulis oleh pak Drs.H.Noor Indones St.Sati dan pak Suryadi. 

Kemudian  apa yang telah dikemukakan oleh Ibu Evy
seperti dibwah ini, “Akan tetapi mengingat informasi yang
disampaikan oleh Yml. H. Indones sangat tidak informatif dan bahkan agak
melecehkan kaum perempuan - lebih lebih perempuan hamil sungguh memprihatinkan 
saya.KDRT -
namanya kalau perempuan hamil dijadikan galangan kapal. Saya geleng geleng
kepala kalau info ini benar adanya. Sedih dan sedih hati saya”

            Apa yang dikemukan oleh Ibu Evy dapat kita fahami, secara
nyata atau tersurat sepertinya memang tidak masuk akal, masak iya
seorang wanita yang sedang hamil yang di jadikan galangan kapal, terkesan
seperti melecehkan kaum perempuan. Namun, perlu kita perhatikan atau analisa,
apakah ada arti yang tersiran atau tersuruk dalam kisah ini, yang perlu kita
analisa?   Mungkin saja anak-anak yang ada pada waktu
itu, merasa paling dekat dengan Bapaknya, karena selalu berada dalam pangkuan
Bapaknya, yang merasa sangat mendapat di kasih sayang,  merasa tidak perduli 
dengan kejadian ini,
sehingga tidak ada perhatian dan inisiatifnya terhadap musibah tersebut. 

Disisi lain mungkin
saja kemanakan perempuan yang mersa hanya mendapat bimbingan dari mamaknya,
mersa perduli dan kemudian berinisiatif dan memberikan perhatian terhadap
musibah tersebut, dengan mengatakan, semisal, sekalipun saya yang akan jadi
galangannya, saya akan usahakan. Dalam kehiduan di masyarakat, sering
kita dengar urang awak, dalam memberikan perhatian untuk
suatu permasalahan sebagai ujut dari sebuah tanggung jawab dengan mengatakan, 
sekalipun
lihia den nan kaden kalangkan, atau kapalo den, nan den gadaikan. Tapi apa
iya lehernya yang di kalangkan, atau kapalanya nan akan di gadaikan, tentu
tidak, tetapi ini merupakan sebuah perhatian yang didasarkan oleh rasa tanggung
jawab yang tulus.  Atau mungkin saja
perempuan tersebut, seorang wanita yang sakti, yang dia memang mempunyai 
kelebihan
dari manusia biasa, sekarangpun sering kta lihat di TV orang dilindas mobil
tidak apa-apa.

            Terlepas
dari persoalan tersebut diatas, ambo melihat system matrilineal yang dianut
oleh masyarakat Minang yang menempatkan garis keturunan menurut adat, diambil 
dari
kaum perempuan atau Ibu, sangat dapat diterima dan masuk akal, karena sangat
sesuai dengan filossofi,  ”alam
takambang jadi guru” karena banyak contok-contoh yang ada pada  alam sekitar 
kita, seperti:

(1) Hampu Jari, artinya adalah Ibu
Jari, tidak ada Bapak Jari (2) Hampu kunyit, artinya adalah Ibu Kunyit atau
biang kunyit, tidak ada Bapak kunyit (3) Ibu kota, tidak ada Bapak Kota (4) Ibu
Pertiwi, tidak ada Bapak pertiwi (5. Ayam dia hanya tahu Ibunya, belum tentu
dia tahu Bapaknya (6) Malah  kalau kita
berusan dengan Bank untuk buka kartu kredit, yang di tanya hanya nama Ibu
Kandung bukan Bapak, itu berlaku secara Internasional (7) Agama mengatakan
sorga berada dibawah telapak kaki Ibu, bukan Bapak (8) Nabi perah ditanya, sipa
yang harus di mulyakan terlebih dahulu 3 x ke Ibu ke empat baru Bapak (9) Dalam
sebuah hadis dikatankan, bahwa kaum wanita adalah tiang nagari, baik wanita di
satu nagari maka baik pulalah agari itu, apabila buruk waninta disebuah nagai,
maka buruk pulalah nagari itu (10) Kaum Ibu adalah kaundung-undung ka Madinah,
ka paying panji kasarugo, kok hiduik ka tampek baniat, kok mati katampek banasa
(11) Seseorang dia pasti anak Ibunya, tetapi dia belum tentu anak suami dari
Ibunya

Begitu ebatnya system
matrilineal yang dianut oleh masayarakat Minangkabau, yang kalau kita analisa
sangat dalam mahananya, sangat sesuai dengan aturan-aturan Agama Islam atau
Syarak, dapat membawa kesalamatan dunia dan akhirat. Namun, tentu tidak salah
kalau kita juga menginginkan mengetahui, bagaimana sejarah mula terjadinya,
yang dapat diterima secara Ilmu Pengetahuan ( Ilmiah) atau yang didukung oleh
pakta sejarah, maka oleh karena itu sebaiknya hal ini kita serahkan kepada
ahlinya, para serjana, cendekiawan, para ahali sejarah  Minangkabau, itulah 
harapan saya dan harapan
kita semua.  

Demikianlah nan dapek ambo
sampaikan, ambo mohon maaf, jikok ado nan kurang ado tempeknya, dan terima
kasih ateh semua perhatian.

 

Kelapa Gading 30 Juli 2009

Wassalam,

 

Azmi Dt.Bagindo 

 

 



--- 




      Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? Undang teman dari Hotmail, Gmail 
ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke