W.Salam w.w. Saudara Ryan Firdaus sarato dunsanak sapalanta, nan ambo horamati.
Ambo ucapkan terima kasih atas tanggapan saudara, memang benar yang Saudara katakan bahwa nasab orang Minang tetap kepada ayah sesuai dengan ajaran Agama Islam. Sistem Matrilinial yang dianut masyarakat Minangkabau, hanyalah mengambil garis kepapa Ibu menurut jalur atau aturan Adat dan ini tidak mengurangi hak ayah tentang nasab. Hal ini sesuai pula dengan patwa Buya Masuod Abidin, bahwa orang Minang Basuku ka Ibu, bagala ka Mamak, Banasab ka Bapak atau ayah. Dan selanjutnya mungkin dapek ditambahkan oleh Buya HMA. Sekitu sajo penjelasan ambo, mohon maaf dan terima kasih. Wssalam, Azmi Dt.Bagindo ( 57 ) --- Pada Jum, 31/7/09, Ryan Firdaus <[email protected]> menulis: Dari: Ryan Firdaus <[email protected]> Judul: [...@ntau-net] Re: Mohon Bantuan Penjelasan Sejarah matrilinial Kepada: [email protected] Tanggal: Jumat, 31 Juli, 2009, 10:34 AM Assalamualaikum wr.wb kehadapan Angku Azmi abu kasim<basabuik angku se dek ndak ado umua nyo di bawah tu> jo sarato dunsanak RN nan budiman.. maafkan ambo dek mancalah saketek...satantang topik nan didiskusikan ko..sabananyo nan lah manjadi uneg2 salamoko..tapi sabalum no ambo ambiak prinsip manarimo sajo adat minang nan lah manjadi pegangan kito salamoko.. pado pandangan ambo apo nan dikamukokan dek angku azmi ko memang nalar nan logik, dek baraja dari alam..tapi kalau disigi kadalam saketek..budaya islam nan sabananyo tentang garis keturunan adolah ka bapak..silahkan caliak ranji silsilah Junjungan nabi kito nyo mamakai 'bin' bukan 'binti'..dalam hal faraid pulo islam malabiah kan lelaki dari kaum ibu, sebab nan manjago kaum ibu dan anak2 adalah tanggung jawab suami/bapa..nan salabiah no bia lah kito manunggu apo komentar dari Buya Masoed Abidin nan paliang arif di bidang ko... Jadi kalau kito manarimo adat kito jo dasar logika sajo, mesti susah bagi sanak2 nan tinggi nalar logika no ...buliah paniang kapalo mamikiakan no... Nan pasti peganangan Adat ba sandi Syara', Syara' ba sandi Kitabullah tu nan paling penting di pacikkan arek-aren supayo jan ta galincia.. mohon maaf sakirono ado nan ndak berkenan... wassalam, ryan L 42 ipoh Msia From: azmi abu kasim azmi abu kasim <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thursday, July 30, 2009 7:35:29 PM Subject: [...@ntau-net] Mohon Bantuan Penjelasan Sejarah matrilinial Assalamualaikum w.w Angku Drs.H.Noor Indones St.Sati, Buya Masoed Abidin, Bapak Suryadi, Ibu Avy, Dt.Endang, Kmd Andri, sarato dunsanak sapalanta nan ambo hormati. Ambo tertarik untuk sato saketek tentang hal nan sadang diperbincangkan nangko, yaitu tentang Sejarah Matrilinial, apa yang dikemukakan oleh Ibu Evy dan pak Suryadi sangatlah benar, agar diadokan penelitian tentang sejarah matrilineal. Tantu harap kito adalah kepada para Serjana dan ahli sejarah Minangkabau, termasuk kepada Bapak Suryadi dan Ibu Evy. Sebagaimana kita ketahui, bahwa yang ada sekarang, ya itu seperti yang telah terangkan dalam Tambo, yang telah ditulis oleh pak Drs.H.Noor Indones St.Sati dan pak Suryadi.. Kemudian apa yang telah dikemukakan oleh Ibu Evy seperti dibwah ini, “Akan tetapi mengingat informasi yang disampaikan oleh Yml. H. Indones sangat tidak informatif dan bahkan agak melecehkan kaum perempuan - lebih lebih perempuan hamil sungguh memprihatinkan saya.KDRT - namanya kalau perempuan hamil dijadikan galangan kapal. Saya geleng geleng kepala kalau info ini benar adanya. Sedih dan sedih hati saya” Apa yang dikemukan oleh Ibu Evy dapat kita fahami, secara nyata atau tersurat sepertinya memang tidak masuk akal, masak iya seorang wanita yang sedang hamil yang di jadikan galangan kapal, terkesan seperti melecehkan kaum perempuan. Namun, perlu kita perhatikan atau analisa, apakah ada arti yang tersiran atau tersuruk dalam kisah ini, yang perlu kita analisa? Mungkin saja anak-anak yang ada pada waktu itu, merasa paling dekat dengan Bapaknya, karena selalu berada dalam pangkuan Bapaknya, yang merasa sangat mendapat di kasih sayang, merasa tidak perduli dengan kejadian ini, sehingga tidak ada perhatian dan inisiatifnya terhadap musibah tersebut. Disisi lain mungkin saja kemanakan perempuan yang mersa hanya mendapat bimbingan dari mamaknya, mersa perduli dan kemudian berinisiatif dan memberikan perhatian terhadap musibah tersebut, dengan mengatakan, semisal, sekalipun saya yang akan jadi galangannya, saya akan usahakan. Dalam kehiduan di masyarakat, sering kita dengar urang awak, dalam memberikan perhatian untuk suatu permasalahan sebagai ujut dari sebuah tanggung jawab dengan mengatakan, sekalipun lihia den nan kaden kalangkan, atau kapalo den, nan den gadaikan. Tapi apa iya lehernya yang di kalangkan, atau kapalanya nan akan di gadaikan, tentu tidak, tetapi ini merupakan sebuah perhatian yang didasarkan oleh rasa tanggung jawab yang tulus. Atau mungkin saja perempuan tersebut, seorang wanita yang sakti, yang dia memang mempunyai kelebihan dari manusia biasa, sekarangpun sering kta lihat di TV orang dilindas mobil tidak apa-apa. Terlepas dari persoalan tersebut diatas, ambo melihat system matrilineal yang dianut oleh masyarakat Minang yang menempatkan garis keturunan menurut adat, diambil dari kaum perempuan atau Ibu, sangat dapat diterima dan masuk akal, karena sangat sesuai dengan filossofi, ”alam takambang jadi guru” karena banyak contok-contoh yang ada pada alam sekitar kita, seperti: (1) Hampu Jari, artinya adalah Ibu Jari, tidak ada Bapak Jari (2) Hampu kunyit, artinya adalah Ibu Kunyit atau biang kunyit, tidak ada Bapak kunyit (3) Ibu kota, tidak ada Bapak Kota (4) Ibu Pertiwi, tidak ada Bapak pertiwi (5. Ayam dia hanya tahu Ibunya, belum tentu dia tahu Bapaknya (6) Malah kalau kita berusan dengan Bank untuk buka kartu kredit, yang di tanya hanya nama Ibu Kandung bukan Bapak, itu berlaku secara Internasional (7) Agama mengatakan sorga berada dibawah telapak kaki Ibu, bukan Bapak (8) Nabi perah ditanya, sipa yang harus di mulyakan terlebih dahulu 3 x ke Ibu ke empat baru Bapak (9) Dalam sebuah hadis dikatankan, bahwa kaum wanita adalah tiang nagari, baik wanita di satu nagari maka baik pulalah agari itu, apabila buruk waninta disebuah nagai, maka buruk pulalah nagari itu (10) Kaum Ibu adalah kaundung-undung ka Madinah, ka paying panji kasarugo, kok hiduik ka tampek baniat, kok mati katampek banasa (11) Seseorang dia pasti anak Ibunya, tetapi dia belum tentu anak suami dari Ibunya Begitu ebatnya system matrilineal yang dianut oleh masayarakat Minangkabau, yang kalau kita analisa sangat dalam mahananya, sangat sesuai dengan aturan-aturan Agama Islam atau Syarak, dapat membawa kesalamatan dunia dan akhirat. Namun, tentu tidak salah kalau kita juga menginginkan mengetahui, bagaimana sejarah mula terjadinya, yang dapat diterima secara Ilmu Pengetahuan ( Ilmiah) atau yang didukung oleh pakta sejarah, maka oleh karena itu sebaiknya hal ini kita serahkan kepada ahlinya, para serjana, cendekiawan, para ahali sejarah Minangkabau, itulah harapan saya dan harapan kita semua. Demikianlah nan dapek ambo sampaikan, ambo mohon maaf, jikok ado nan kurang ado tempeknya, dan terima kasih ateh semua perhatian. Kelapa Gading 30 Juli 2009 Wassalam, Azmi Dt.Bagindo --- Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang "Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang! http://id.mail.yahoo.com" --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
