Ass Wr wb... Bapak2/Ibu, dunsanak sapalanta YTH
Seperti nan tabaco, kutipan pandapek ambo ttg Pak GF di padang-today.com tu adalah hasil pertanyaan wartawannyo hanyo untuak mengafirmasi pendapat Pak Arbi Sanit sebelumnyo di okezone.com ttg arah pendulum politik Pak Gubernur akhir2 ko, sebagai calon menteri KIB Jilid Dua. Tarnyato topik utamanyo lah jadi diskusi di lapau nan ko, dalam perspektif nan cukuik baragam, suatu kelebihan di palanta awak. Khusus kutipan dari di padang-today tsb, tantu selektif, sahinggo ado nan tatingga, yakni pernyataan untuk "Tetap menghormati hak prerogatif Presiden SBY dan kewajiban publik Indonesia menunggu pembuktian dari "kontrak kinerja" dari calon2 menteri tsb nantik". Wassalam dan mohon maaf sabalumnyo.. Israr Iskandar, 36 Padang. --- On Tue, 10/20/09, zulidamel <[email protected]> wrote: From: zulidamel <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Re: Gamawan Belum Pantas jadi Menteri To: [email protected] Date: Tuesday, October 20, 2009, 4:16 AM _filtered #yiv2047108432 { font-family:Cambria Math;} _filtered #yiv2047108432 { font-family:Cambria;} _filtered #yiv2047108432 { font-family:Calibri;} _filtered #yiv2047108432 { font-family:Tahoma;} _filtered #yiv2047108432 {margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;} #yiv2047108432 P.MsoNormal { FONT-SIZE:12pt;MARGIN:0in 0in 0pt;FONT-FAMILY:"Times New Roman", "serif";} #yiv2047108432 LI.MsoNormal { FONT-SIZE:12pt;MARGIN:0in 0in 0pt;FONT-FAMILY:"Times New Roman", "serif";} #yiv2047108432 DIV.MsoNormal { FONT-SIZE:12pt;MARGIN:0in 0in 0pt;FONT-FAMILY:"Times New Roman", "serif";} #yiv2047108432 H1 { FONT-WEIGHT:bold;FONT-SIZE:24pt;MARGIN-LEFT:0in;MARGIN-RIGHT:0in;FONT-FAMILY:"Times New Roman", "serif";} #yiv2047108432 A:link { COLOR:blue;TEXT-DECORATION:underline;} #yiv2047108432 SPAN.MsoHyperlink { COLOR:blue;TEXT-DECORATION:underline;} #yiv2047108432 A:visited { COLOR:purple;TEXT-DECORATION:underline;} #yiv2047108432 SPAN.MsoHyperlinkFollowed { COLOR:purple;TEXT-DECORATION:underline;} #yiv2047108432 P { FONT-SIZE:12pt;MARGIN-LEFT:0in;MARGIN-RIGHT:0in;FONT-FAMILY:"Times New Roman", "serif";} #yiv2047108432 SPAN.Heading1Char { FONT-WEIGHT:bold;COLOR:#365f91;FONT-FAMILY:"Cambria", "serif";} #yiv2047108432 SPAN.EmailStyle19 { COLOR:#1f497d;FONT-FAMILY:"Calibri", "sans-serif";} #yiv2047108432 SPAN.EmailStyle20 { COLOR:#1f497d;FONT-FAMILY:"Calibri", "sans-serif";} #yiv2047108432 .MsoChpDefault { FONT-SIZE:10pt;} #yiv2047108432 DIV.Section1 { } Kalau pengamat politik kan ngomong, hanya pada beberapa titik kelemahan seseorang saja. Pada parameter itu saya mengakuinya tapi apakah parameter itu dapat mewakili GF dapat dikatakan tidak mampu?..... menurut saya jelas tidak dapat. Kita juga harus lihat parameter lain. Keberhasilan beliau pada masa sebelumnya juga tidak boleh dilupakan. Gagasan beliau dalam menjabat gubernur sebenarnya juga cukup banyak hanya kurang berhasil dengan mulus. Saya rasa itu sangat dipengaruhi oleh situasi yang berubah secara dramatis. Komunikasi politik pemda dengan pemkab/kota lebih disebabkan oleh gejolak pergeseran otoritas dimana otoritas pemkab/kota meningkat tajam dibanding otoritas semasa GF memimpin pemkab. Wajar saja beliau mendapat penilaian beberapa pihak gagal dalam memimpin pemda, termasuk penilaian saya sendiri. Dengan kegagalan itu tidak otomatis dapat dikatakan tidak mampu, karena tergantung ruang dan situasi. Soal kemampuan, beliau telah terbukti mampu mengemban tugas mulai ka.TU sampai ketingkat menteri. Apalagi mendagri posisi yang selama ini ditempati para Jendral sedangkan GF tidak punya itu. Saya pikir hal ini adalah kemampuan sekaligus prestasi luar biasa. Kenapa dengan mudah bilang belum pantas atau tidak mampu?... Sudah tidak saatnya menggunakan pepatah "Karena nila setetes rusak susu sebelanga" Tapi berpeganglah pada firman Allah QS. Al Zalzalah ayat 7 - 8 Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya. dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya pula. Dari firman Allah tersebut tidak ada sedikitpun yang dihilangkan begitu saja. Kita harus lihat keberhasilannya tanpa mengabaikan kekegagalannya. Lho kok saya dah kaya' uztad pula. Oh iya itu juga karena perintah katakanlah walaupun satu ayat, ini malah dua ayat. mudah-mudahan para uztad membenarkan saya dalam memilih ayat tsb. paling tidak ada hubungannya dan semoga yang akan datang bisa nambah lagi, Amin!... Wassalam, Zulidamel st.Malin Maradjo lk 46 Jkt ----- Original Message ----- From: Elthaf (elthaf) To: [email protected] Sent: Tuesday, October 20, 2009 3:59 PM Subject: [...@ntau-net] Re: Gamawan Belum Pantas jadi Menteri Ciek lai maurus dirjen labiah mudah dari pado maurus bupati jo walikota, apo lai sajak otonomi daerah ko. Banyak bupati jo wako ndak namuah ikuik rapek dipanggia dek gubernur, maraso otonomi daerah di kab/kota dan dipiliah rakyat . Ambo raso polemik lah cukuik tu, ambo tap lih jo subject ko. Salam From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Elthaf (elthaf) Sent: Tuesday, October 20, 2009 3:51 PM To: [email protected] Subject: [...@ntau-net] Re: Gamawan Belum Pantas jadi Menteri Bagi ambo Pak Gamawan akan mampu malah lebih hebat menjadi Menteri, kadang di kito dek lah acok babaua akan banyak kelemahan nan nampak, sahinggonyo raso-rasonyo urang lain tu labiah mampu dari urang awak. Apo lai maurus provinsi Sumbar dengan sagalo kurenahnyo akan labiah payah dari pado jadi menteri, banyak nan bakaringek dingin dibueknyo, ambo raso sanak nan mangecekkan ndak mampu tadi tu bisa dan akan sangaik mampu manjadi Menteri Sosial, Pemuda, Pera, Kehutanan, KLH, dan sejenisnyo, ndak payah bagai tu doh… Ambo bapandapek, seorang pejabat kalau lah bisa mamimpin di Sumbar tu berarti lah luar biasa hebat, apokoh birokrat, TNI atau Polri, swasta sekali pun, ndak usah jauah-jauah, di awak se lah maa nan gampang maatur kamanakan atau kaum awak nan di Rantau atau nan di kampuang. Ambo raso ndak usahlah mancaliak seseorang ko dari nan negatifnyo, rancak ukua diri awak baru maukua urang lain. Setuju, mari kito dukuang urang awak nan lah bermain di pentas nasional, kalau kito maraso bisa mambantu apo salahnyo dibantu, minimal awak badoa. Maaf kalau ambo salah… Salam, Elthaf From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of zulidamel Sent: Tuesday, October 20, 2009 2:35 PM To: [email protected] Subject: [...@ntau-net] Re: Gamawan Belum Pantas jadi Menteri Ya ya!... Membangun komunikasi di daerah saja bermasalah, gimana tingkat nasional !.... Saya yang bukan pengamat politik bahkan tidak punya latarbelakang ilmu politik juga melihat hal itu. Namun saya yang tidak terdaftar sebagai warga sumbar tapi berasal dari etnis Minang cukup punya kebanggaan tersendiri dengan masih adanya sosok dari tanah kelahiran saya yang mampu masuk ke kancah politik nasional walaupun secara pribadi tidak punya harapan apapun terhadap beliau. Saya bangga dengan eksistensi anak nagari dari tanah leluhur saya.... Bagi saya pantas atau belum pantas jadi menteri, kita harus mendukung dan berdo'a agar beliau mampu mengemban tugas berat yang dipercayakan oleh presiden terpilih. Kalau tidak kita yang mendukung siapa lagi... Dengan dukungan dan do'a kita, beliau akan mampu. Yang jelas sekarang beliau telah mampu naik kepentas menteri artinya beliau mampu berdasarkan parameter yang digunakan SBY, selanjutnya kita lihat hasilnya... Wassalam, Zulidamel st.Malin Maradjo ----- Original Message ----- From: Z. Rky. Mulie (telkomnet) To: [email protected] Sent: Tuesday, October 20, 2009 10:38 AM Subject: [...@ntau-net] Gamawan Belum Pantas jadi Menteri Israr Iskandar : Gamawan Belum Pantas jadi Menteri Musfi Yendra - Padang Today Cikeas menjadi perhatian publik dalam tiga hari ini. SBY menjadikan rumah pribadinya itu sebagai tempat audisi calon menteri 2009-2014 mendatang. Salah satu figur orang Minang, yang telah mengikuti audisi itu adalah Gamawan Fauzi (GF). Gubernur Sumbar ini disebut akan menjadi Mendagri dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II. Bahkan informasi terbaru yang kita dapatkan GF telah mengikuti tes kesehatan. Sebagian besar orang Minang tentu berharap GF masuk dalam kabinet. Namun tak begitu dengan, Arbi Sanit, pengamat politik Univeristas Indonesia (UI), Jakarta. Putra Pesisir Selatan ini menganggap GF tak akan mampu memikul tugas berat itu. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
