Ada yang menanggapi penilain Israr Iskandar dengan proporsional dan sesuai
konteksnya, tetapi banyak juga karena pertimbangan emosional dan subyektif
sebagai orang Minang sehingga muncul ungkapan-ungkapan yang kurang tepat.
Diskusi tidak akan pernah tersambung kalau pijakan kita berbeda. Orang yang
bersuara karena kepentingan membela kepentingan materiil dan non materiil
akan sulit menemukan titik akhir bersama orang yang bersuara dengan dasar
benar-salah secara empiris dan logika.
Bantahan terhadap pernyataan, penilaian atau klaim pengetahuan dari seorang
akademisi tidak harus diberikan oleh seorang akademisi. Bantahan itu bisa
datang dari wartawan, seniman, orang profesional, aktifis, ulama dan
sebagainya. Tetapi, setiap bantahan hendaklah berisi data empiris tandingan
dan konstruksi argumen (hubungan sebab akibat) yang logis.
Pernyataan-pernyataan bantahan tidak boleh disisipkan ungkapan-ungkapan
sinis dan merendahkan pribadi yang dikritik atau yang ditanggapi.
Hasil akhir dari debat atau saling bantah dengan data empiris dan pemikiran
logis itu biasanya akan menghasilkan bangunan pemikiran atau pernyataan yang
lebih sempurna, walau tidak tertutup kemungkinan mematahkan nilai atau
kualitas pernyataan salah satu pihak.
Kalau tidak berkenan memberi kontribusi kongkrit atas iklim dialog yang
sehat seperti ini, berilah jalan untuk ia tumbuh. Jangan menteror para
akademisi dengan fanatisme sempit etnosentrisme yang mungkin akhirnya
merendahkan martabat etnis yang hendak kita bila di hadapan khalayak luas.
Masalah yang juga harus kita sadari sebagai orang Minang saat ini adalah,
mandegnya pertumbuhan pemikiran-pemikiran intelektual di Ranah Minang
sendiri di tengah makin tumbuh suburnya minat orang ke politik praktis.
Buat Pak Israr Iskandar, saya sarankan tidak usah ciut dengan dengan
serangan balik yang tidak didasarkan argumentasi yang kuat. Ingat, Socrates
tetap memilih hukuman minum racun daripada memilih hukuman denda yang harus
disertai sikap mengorbankan pandangan keilmuan yang ia yakini. Saya toh
percaya, Anda pasti akan menerima dengan jiwa besar kalau argumentasi orang
itu lebih kuat dari Anda. Itulah salah satu isi Kode Etik seorang akadimisi.
Buat Dunsanak sa palanta RN, marilah kita tegakkan kebanggaan kita terhadap
Ranah Minang dan kebudayaan Minangkabau atas dasar pertimbangan yang lebih
luas dan singkron satu sama lain. Kita harus keluar dari sikap-sikap
paradoks seperti yang sering kita temukan.
Salam hormat,

Andrinof A Chaniago
Pantang menyerah untuk kebenaran



2009/10/19 Z. Rky. Mulie (telkomnet) <[email protected]>

>  Israr Iskandar : Gamawan Belum Pantas jadi MenteriMusfi Yendra - Padang
> Today <http://www.padang-today.com/> [image: klik untuk melihat 
> foto]<http://padang-today.com/foto/berita/gamawan.jpg>
> Gamawan Fauzi
>
> Cikeas menjadi perhatian publik dalam tiga hari ini. SBY menjadikan rumah
> pribadinya itu sebagai tempat audisi calon menteri 2009-2014 mendatang.
>
> Salah satu figur orang Minang, yang telah mengikuti audisi itu adalah
> Gamawan Fauzi (GF). Gubernur Sumbar ini disebut akan menjadi Mendagri dalam
> Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II. Bahkan informasi terbaru yang kita
> dapatkan GF telah mengikuti tes kesehatan.
>
> Sebagian besar orang Minang tentu berharap GF masuk dalam kabinet. Namun
> tak begitu dengan, Arbi Sanit, pengamat politik Univeristas Indonesia (UI),
> Jakarta. Putra Pesisir Selatan ini menganggap GF tak akan mampu memikul
> tugas berat itu.
>
> Sebagaimana dilansir oleh www.okezone.com, Minggu, Arbi menyorot buruknya
> kepemimpinan GF. Ia menyorot betapa tak terujinya kepemimpinan GF dalam
> penyaluran bantuan pasca gempa, Rabu (30/9) lalu.
>
> Bantuan tak merata, sementara rakyat dalam kondisi membutuhkan. Arbi
> mengkritik, mengurus bencana saja GF tak beres apalagi mengurus negara dalam
> lingkup yang lebih besar.
>
> Pendapat Arbi, disetujui oleh Israr Iskandar. Pengamat politik Unand ini,
> juga meragukan kemampun GF, selain mengurus bencana yang tak selesai, hampir
> lima tahun ia menjadi gubernur tak melihatkan prestasi berarti.
>
> "Prestasi Gamawan itu hanya waktu ia jadi bupati. Ketika jadi gubernur tak
> terlihat prestasinya, "ungkap Israr yang juga junior GF di HMI itu, Selasa
> (19/10).
>
> Menurut Israr, prestasi GF dalam membangun komunikasi dengan kepala
> kabupaten/kota sering bermasalah. Tumpang tindih pembangunan atau program
> yang sama antar kabupaten/kota adalah ketidakberhasilan GF dalam membangun
> komunikasi politik dengan bupati/walikota.
>
> "Sekarang kabupaten/kota di Sumbar berlomba-lomba membuat waterboom, itu
> salah satu contoh kecil yang saya lihat, "kata Israr.
>
> Selain itu Israr juga menilai bahwa kedekatan dengan SBY lah yang memberi
> jalan ia dicalonkan menjadi menteri. Kedekatan itu diperkuat sejak GF
> didaulat membacakan endorsment deklarasi pasangan SBY-Boediono sebelum
> Pilpres digelar.
>
> "SBY hanya melihat keberhasilan Gamawan saat memimpin kabupaten Solok,
> sepertinya SBY tak terlalu menilai bagaimana ia saat menjadi gubernur,
> "ungkapnya.
>
> Menurut Israr lagi, SBY juga lebih melihat GF sebagai representasi dari
> entis Minangkabau. "Bagi saya tidaklah terlalu penting persoalan perwakilan
> etnis tapi bagaimana kemampuan kepemimpinan seseorang yang akan menjadi
> pejabat negara ini. Menurut saya Gamawan belum pas menjadi menteri,
> "tutupnya. (*)
>
> Sumber : http://padang-today.com/?today=news&id=10270
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

<<inline: thumb_gamawan.jpg>>

Kirim email ke