Iffa,

Rasonyo talampau underestimate bana kalau dikatakan pilihan jadi PNS karena
alasan seperti itu.

Tentu banyak sekali variasi alasan, mengapa seseorang menjadi PNS.

Riri
(pernah menjadi PNS selama lebih dari 20 tahun)





2009/11/21 hanifah daman <[email protected]>

>
> PNS jadi pilihan karena masih pengangguran. PNS jadi pilihan karena takut
> di PHK. PNS jadi pilihan walau gaji kecil tapi pasti ada dan tak berhenti
> sampai akhir hayat, kecuali di pecat. PNS jd pilihan krn SK kepangkatannya
> bisa disekolahkan ke bank. PNS jd pilihan karena tidak mampu bersaing di
> swasta. Tidak pula punya modal untuk berwirausaha. Yang jelas hanifah
> menikmati jd PNS krn sering bisa atur sendiri kapan ke kampus. Salam.
> Hanifah
>
> Nofiardi wrote:
> >  Kamis, 19/11/2009 18:44 WIB
> >  Ketika PNS Jadi Pilihan
> >  Oleh: Zennis Helen, SH
> > Animo masyarakat untuk mengikuti test CPNS tidak pernah surut dari tahun
> ke
> > tahun. Hal itu dapat dibuktikan dengan meningkatnya jumlah masyarakat
> yang
> > mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu AK-1, Surat Keterangan Catatan
> > Kepolisian (SKCK), melegalisir ijazah yang akan digunakan sebagai
> persyaratan
> > untuk mengikuti test PNS pada tahun ini.
> > Pada bulan November ini boleh dikatakan sebagai bulan yang di
> tunggu-tunggu
> > bagi mereka yang ingin mengikuti test PNS. Pasalnya, semua departemen
> membuka
> > lowongan. Misalnya, Departemen Kehutanan, Departemen Agama, Departemen
> Hukum
> > dan HAM, Departemen Pendidikan Nasional.
> > Masing-masing departemen ini membuka formasi untuk semua jenjang
> pendidikan
> > mulai dari tamatan SMA sampai perguruan tinggi, tempat pendaftaran dibagi
> ada
> > yang mendaftar langsung di kab/kota masing-masing, di propinsi dan ada
> yang
> > harus diantar langsung lamarannya ke Jakarta.
> > Dengan adanya tes PNS menjadi berkah bagi pedagang kecil-kecilan musiman.
> > Mereka dapat menjual informasi, dan soal test pada tahun sebelumnya
> dengan
> > harga yang tinggi ketimbang yang di jual di toko dan di pasar.
> > Dan bagi mereka yang mempunyai usaha photo copy pun tidak ketinggalan
> mendapatkan
> > keuntungan. Artinya, secara ekonomi bagi pedagang musiman dan usaha photo
> copy
> > akan meningkat pendapatannya dibandingkan pada hari-hari biasa.
> > Pertanyaan yang muncul setelah ini adalah kenapa animo masyarakat untuk
> menjadi
> > PNS masih tinggi dari tahun ke tahun. Sedangkan quota yang dibutuhkan
> tidak
> > sebanding dengan banyak jumlah pendaftar. Misalnya, di Departemen
> Kehutanan
> > formasi yang dibutuhkan untuk sarjana hukum hanya tujuh orang dan itu
> > persaingannya seluruh Indonesia.
> > Pada hal, jumlah pendaftar hampir mencapai ribuan orang. Dapat
> dibayangkan,
> > kita akan kalah bersaing dengan sarjana dari UI, UGM, UII. Apalagi mereka
> > mempunyai relasi dan koneksi di departemen itu. Tentu dalam kondisi
> Indonesia
> > saat ini tentu mereka yang lebih dulu di prioritaskan.
> > Melihat persaingan yang tidak seimbang itu, mengakibatkan seorang teman
> penulis
> > batal mendaftar karena ia bayangkan akan kalah bersaing dengan
> universitas yang
> > lebih ternama sedangkan ia hanya berasal di salah satu uiniversitas
> swasta di
> > Sumatera Barat ini.
> > Penulis berpendapat, paling tidak ada beberapa hal yang menyebabkan animo
> > masyarakat cukup tinggi. Pertama, menjadi PNS akan mendapat gaji tiap
> bulan
> > ditambah dengan tunjangan-tunjangan dan insentif lain di luar gaji pokok
> > kemudian diakhir jabatan mendapatkan jatah pensiun sebagai penghargaan
> > pengabdian kepada negara. Kedua, menjadi PNS pekerjaannya relatif santai
> tidak
> > memerlukan tenaga kuat dan otak yang pintar. Kecuali, pada level-level
> kepala
> > di sebuah instansi. Sering kita mendengar adanya keluhan dari masyarakat
> yang
> > tidak mendapatkan pelayanan ketika mereka berurusan.
> > Pada hal, PNS adalah pelayan masyarakat dan ujung tombak birokrasi.
> Ketiga,
> > menjadi PNS sudah menjadi identitas yang melekat di tengah-tengah
> masyarakat
> > yang mungkin sulit mengubahnya dalam waktu yang relatif singkat. Pada
> saat
> > penulis mau melanjutkan sekolah, pernah dilarang oleh kakek penulis
> > katanya” untuk apa bersekolah, besok juga tidak akan jadi PNS”.
> > Begitu katanya.
> > Berebutnya mereka menjadi PNS tidak terlepas dari masalah besar yang
> dihadapi
> > oleh bangsa ini terutama masalah pengangguran, kemiskinan, kesehatan dan
> > pendidikan yang rendah yang kemudian menjadi daftar panjang persoalan
> yang di
> > hadapi oleh bangsa ini.
> > Masalah pengangguran dan kemiskinan menjadi program strategis secara
> nasional
> > untuk dientaskan dan menjadi program utama bagi pemerintah dan sejumlah
> kepala
> > daerah baik Gubernur dan Bupati/Walikota di Indonesia. Keseriusan
> pemerintah
> > sangat terlihat terhadap 2 ( dua ) permasalahan ini yang kemudian di
> wujudkan
> > dalam bentuk program dan pendanaan.
> > Penggangguran yang bertambah setiap tahunnya juga akan menambah angka
> > kemiskinan, menjadi persoalan utama yang menuntut penyelesaian strategis.
> > Berdasarkan data pusat statistik tahun 2006, pengangguran terbuka
> mencapai
> > 11.104.693 orang, pengangguran yang tidak lulus atau lulus SD mencapai
> > 3.524.884 orang, SMP sebanyak 2.860.007 orang, SMA sebanyak 4.047.016,
> > akademi/diploma 297.185 orang, dan universitas 375.601 orang ( Kompas, 24
> > Oktober 2007 ).
> > Banyaknya angka pencari kerja tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan
> yang
> > tersedia. Bagi mereka yang tidak bekerja akan jatuh miskin. Oleh karena
> itu
> > sudah saatnya paradigma berpikir generasi muda saat ini kita ubah.
> Perubahan
> > yang dimulai dari minat mereka menjadi PNS ke minat berwirausaha dengan
> berani
> > menanggung resiko dan walaupun dalam skala yang kecil.
> > Pengangguran terbanyak itu ada pada generasi muda. Menjadi tugas kita
> untuk
> > menjadikan mereka menjadi diri mereka sendiri tanpa ketergantungan pada
> pihak
> > lain. Mereka harus diberi ilmu dan keterampilan, dan juga harus didorong
> oleh
> > pemerintah baik dalam bentuk pelatihan, workshop maupun dana. Mereka bisa
> > menjadi diri mereka sendiri dan berdiri di atas kekuatan kaki sendiri.
> > Kita tentu kasihan melihat mereka antri berjam-jam kalau hanya untuk
> mengurus
> > selembar kartu AK-1 dan mengantarkan lamaran ke departemen tertentu, ke
> depan
> > kita harapkan pemandangan itu dapat berkurang dari tahun ke tahun.
> Semoga.
> > ***Penulis adalah Wartawan antara-sumbar.com perwakilan Pasaman.
> >  http://www.antara-sumbar.com/id/index.php?sumbar=artikel&id=301
> >
> > The above message is for the intended recipient only and may contain
> confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you
> are not the intended recipient, you are hereby notified that any
> dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment,
> is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us
> immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary.
> Please delete the message and the reply (if it contains the original
> message) thereafter. Thank you.
> >
>
>
>
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke