Assalamu'alaikum sanak palanta RN menjadi PNS bisa jadi memang pilihan saat ini, apa lagi pasca gempa, ketika bekerja di swasta , runtuhnya bangunan tempat mereka bekerja , akan membuat runtuh pula ekonomi mereka, berapa banyak pegawai non pns dan yang berusaha mandiri terpaksa jadi pengangguran saat ini, maka yang menjadi PNS masih punya harapan.. walau kantor tidak bekerja maksimal karena kerusakan bangunan , rusaknya sarana prasarana, tapi masih ada kucuran dana yang setidaknya mampu membangkitkan semangat untuk hidup masa berikutnya.. maka mendaftar jadi PNS bukanlah suatu hal yang sia-sia.. bukankah selalu ada peluang untuk orang yang telah dijatahkan? wassalam Arina (40 ), PNS 9 thn, dibesarkan dgn uang pensiun PNS
--- On Sun, 22/11/09, Riri Chaidir <[email protected]> wrote: > From: Riri Chaidir <[email protected]> > Subject: [...@ntau-net] Re: Ketika PNS Jadi Pilihan > To: [email protected] > Date: Sunday, 22 November, 2009, 7:03 AM > Iffa, > Rasonyo talampau underestimate bana kalau > dikatakan pilihan jadi PNS karena alasan seperti > itu. > Tentu banyak sekali variasi alasan, mengapa > seseorang menjadi PNS. > > Riri(pernah menjadi PNS selama lebih > dari 20 tahun) > > > > > 2009/11/21 hanifah daman <[email protected]> > > > > PNS jadi pilihan karena masih pengangguran. PNS jadi > pilihan karena takut di PHK. PNS jadi pilihan walau gaji > kecil tapi pasti ada dan tak berhenti sampai akhir hayat, > kecuali di pecat. PNS jd pilihan krn SK kepangkatannya bisa > disekolahkan ke bank. PNS jd pilihan karena tidak mampu > bersaing di swasta. Tidak pula punya modal untuk > berwirausaha. Yang jelas hanifah menikmati jd PNS krn sering > bisa atur sendiri kapan ke kampus. Salam. Hanifah > > > > > Nofiardi wrote: > > > Kamis, 19/11/2009 18:44 WIB > > > Ketika PNS Jadi Pilihan > > > Oleh: Zennis Helen, SH > > > Animo masyarakat untuk mengikuti test CPNS tidak > pernah surut dari tahun ke > > > tahun. Hal itu dapat dibuktikan dengan meningkatnya > jumlah masyarakat yang > > > mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu AK-1, Surat > Keterangan Catatan > > > Kepolisian (SKCK), melegalisir ijazah yang akan > digunakan sebagai persyaratan > > > untuk mengikuti test PNS pada tahun ini. > > > Pada bulan November ini boleh dikatakan sebagai bulan > yang di tunggu-tunggu > > > bagi mereka yang ingin mengikuti test PNS. Pasalnya, > semua departemen membuka > > > lowongan. Misalnya, Departemen Kehutanan, Departemen > Agama, Departemen Hukum > > > dan HAM, Departemen Pendidikan Nasional. > > > Masing-masing departemen ini membuka formasi untuk > semua jenjang pendidikan > > > mulai dari tamatan SMA sampai perguruan tinggi, tempat > pendaftaran dibagi ada > > > yang mendaftar langsung di kab/kota masing-masing, di > propinsi dan ada yang > > > harus diantar langsung lamarannya ke Jakarta. > > > Dengan adanya tes PNS menjadi berkah bagi pedagang > kecil-kecilan musiman. > > > Mereka dapat menjual informasi, dan soal test pada > tahun sebelumnya dengan > > > harga yang tinggi ketimbang yang di jual di toko dan > di pasar. > > > Dan bagi mereka yang mempunyai usaha photo copy pun > tidak ketinggalan mendapatkan > > > keuntungan. Artinya, secara ekonomi bagi pedagang > musiman dan usaha photo copy > > > akan meningkat pendapatannya dibandingkan pada > hari-hari biasa. > > > Pertanyaan yang muncul setelah ini adalah kenapa animo > masyarakat untuk menjadi > > > PNS masih tinggi dari tahun ke tahun. Sedangkan quota > yang dibutuhkan tidak > > > sebanding dengan banyak jumlah pendaftar. Misalnya, di > Departemen Kehutanan > > > formasi yang dibutuhkan untuk sarjana hukum hanya > tujuh orang dan itu > > > persaingannya seluruh Indonesia. > > > Pada hal, jumlah pendaftar hampir mencapai ribuan > orang. Dapat dibayangkan, > > > kita akan kalah bersaing dengan sarjana dari UI, UGM, > UII. Apalagi mereka > > > mempunyai relasi dan koneksi di departemen itu. Tentu > dalam kondisi Indonesia > > > saat ini tentu mereka yang lebih dulu di > prioritaskan. > > > Melihat persaingan yang tidak seimbang itu, > mengakibatkan seorang teman penulis > > > batal mendaftar karena ia bayangkan akan kalah > bersaing dengan universitas yang > > > lebih ternama sedangkan ia hanya berasal di salah satu > uiniversitas swasta di > > > Sumatera Barat ini. > > > Penulis berpendapat, paling tidak ada beberapa hal > yang menyebabkan animo > > > masyarakat cukup tinggi. Pertama, menjadi PNS akan > mendapat gaji tiap bulan > > > ditambah dengan tunjangan-tunjangan dan insentif lain > di luar gaji pokok > > > kemudian diakhir jabatan mendapatkan jatah pensiun > sebagai penghargaan > > > pengabdian kepada negara. Kedua, menjadi PNS > pekerjaannya relatif santai tidak > > > memerlukan tenaga kuat dan otak yang pintar. Kecuali, > pada level-level kepala > > > di sebuah instansi. Sering kita mendengar adanya > keluhan dari masyarakat yang > > > tidak mendapatkan pelayanan ketika mereka berurusan. > > > Pada hal, PNS adalah pelayan masyarakat dan ujung > tombak birokrasi. Ketiga, > > > menjadi PNS sudah menjadi identitas yang melekat di > tengah-tengah masyarakat > > > yang mungkin sulit mengubahnya dalam waktu yang > relatif singkat. Pada saat > > > penulis mau melanjutkan sekolah, pernah dilarang oleh > kakek penulis > > > katanya” untuk apa bersekolah, besok juga tidak akan > jadi PNS”. > > > Begitu katanya. > > > Berebutnya mereka menjadi PNS tidak terlepas dari > masalah besar yang dihadapi > > > oleh bangsa ini terutama masalah pengangguran, > kemiskinan, kesehatan dan > > > pendidikan yang rendah yang kemudian menjadi daftar > panjang persoalan yang di > > > hadapi oleh bangsa ini. > > > Masalah pengangguran dan kemiskinan menjadi program > strategis secara nasional > > > untuk dientaskan dan menjadi program utama bagi > pemerintah dan sejumlah kepala > > > daerah baik Gubernur dan Bupati/Walikota di Indonesia. > Keseriusan pemerintah > > > sangat terlihat terhadap 2 ( dua ) permasalahan ini > yang kemudian di wujudkan > > > dalam bentuk program dan pendanaan. > > > Penggangguran yang bertambah setiap tahunnya juga akan > menambah angka > > > kemiskinan, menjadi persoalan utama yang menuntut > penyelesaian strategis. > > > Berdasarkan data pusat statistik tahun 2006, > pengangguran terbuka mencapai > > > 11.104.693 orang, pengangguran yang tidak lulus atau > lulus SD mencapai > > > 3.524.884 orang, SMP sebanyak 2.860.007 orang, SMA > sebanyak 4.047.016, > > > akademi/diploma 297.185 orang, dan universitas 375.601 > orang ( Kompas, 24 > > > Oktober 2007 ). > > > Banyaknya angka pencari kerja tidak sebanding dengan > lapangan pekerjaan yang > > > tersedia. Bagi mereka yang tidak bekerja akan jatuh > miskin. Oleh karena itu > > > sudah saatnya paradigma berpikir generasi muda saat > ini kita ubah. Perubahan > > > yang dimulai dari minat mereka menjadi PNS ke minat > berwirausaha dengan berani > > > menanggung resiko dan walaupun dalam skala yang > kecil. > > > Pengangguran terbanyak itu ada pada generasi muda. > Menjadi tugas kita untuk > > > menjadikan mereka menjadi diri mereka sendiri tanpa > ketergantungan pada pihak > > > lain. Mereka harus diberi ilmu dan keterampilan, dan > juga harus didorong oleh > > > pemerintah baik dalam bentuk pelatihan, workshop > maupun dana. Mereka bisa > > > menjadi diri mereka sendiri dan berdiri di atas > kekuatan kaki sendiri. > > > Kita tentu kasihan melihat mereka antri berjam-jam > kalau hanya untuk mengurus > > > selembar kartu AK-1 dan mengantarkan lamaran ke > departemen tertentu, ke depan > > > kita harapkan pemandangan itu dapat berkurang dari > tahun ke tahun. Semoga. > > > ***Penulis adalah Wartawan antara-sumbar.com > perwakilan Pasaman. > > > http://www.antara-sumbar.com/id/index.php?sumbar=artikel&id=301 > > > > > > The above message is for the intended recipient only > and may contain confidential information and/or may be > subject to legal privilege. If you are not the intended > recipient, you are hereby notified that any dissemination, > distribution, or copying of this message, or any attachment, > is strictly prohibited. If it has reached you in error > please inform us immediately by reply e-mail or telephone, > reversing the charge if necessary. Please delete the message > and the reply (if it contains the original message) > thereafter. Thank you. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > New Email addresses available on Yahoo! Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
