Mauleh tanggapan JP.  Untuk daerah perkotaan dimana dominasi warga tempatan 
kurang dominan memang kondisinya datar saja. Begitu juga untuk pusat 
perekonomian tertentu. Tp dipedalaman kadang terasa kecemburuan pd pendatang. 
Bahkan aksinya kadang sudah diluar dari kesantunan Melayu yang sering 
didengung-dengungkan itu. Ini yang sering dikeluhkan para investor luar karena 
berdampak pada operasional mereka. 


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: [email protected]
Date: Mon, 30 Nov 2009 13:33:27 
To: <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Minang di tanah Melayu...Melayunisasi???

Pak Datuk Endang

Pendapatnya terasa pas dan mengunci, betul sekali memang hal2 beginian 
"domainnya" berada di elit dan kekuasaan terkadang kesannya pemaksaan

Ditingkat masyarakat umum dan kebanyakan serta heterogen "datar-datar" saja 
tidak ada penyeragaman 

Wass-Jepe
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Datuk Endang <[email protected]>
Date: Mon, 30 Nov 2009 05:17:43 
To: <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Minang di tanah Melayu...Melayunisasi???

Sanak Jepe yth.
Memang konflik akan mulai terlihat bila terjadi politik budaya dan budaya 
politik. Mungkin hal ini tidak dirasakan di masyarakat umum, namun sangat 
terasa di kalangan elit.
 
Wassalam,
-datuk endang


--- On Mon, 11/30/09, [email protected] <[email protected]> wrote:


Da Riri dan Sanak Palanta

Kusak kusuk "kekwatiran" ko memang lebih di dunia birokrasi dengan segala 
intriknya dan menyangkut pada isu putra daerah seperti yang Uda bilang "takut 
nggak kebagian" sebab di birokrasi nergara kita , jabatan dan pos2 atau bidang 
tertentu sampai sekarang memang tetap mengenal terminologi "tempat basah dan 
tempat kering"

Faktanya semenjak Otonomi daerah jabatan Bup, Wako dan Gubernur sekarang 
jabatan politis yang rata2 memang putra daerah punya posisi tersebut

Di jaman drop2an dan dikendalikan pusat dulunya memang suku Minang banyak 
mendapat tempat di Birokrat di Pemerintahan prov Riau begitu juga suku2 lain 
seperti Batak, Jawa dan Sunda apalagi saat Kanwil belum bubar

Nah semenjak Kanwil Bubar maka "putra daerah riau" yang berada di Kanwil rata2 
mengisi jabatan di dinas teknis tsb

Tapi seperti saya utarakan disektor swasta atau informal lainnya saya pikir 
orang Minang di Riau ini tetap Fight disini terutama disektor perdagangan, 
kemudian orang Batak tetap fight dengan berkebun sawit dengan uletnya

Menurut saya memang ada upaya "menstandar" kan semua daerah disini dengan 
Melayu lagi2 di Birokrat (pemda-pemda) tapi ditingkat masyarakat seperti Kampar 
dan Kuantan masih kuat tradisinya yang memang tidak jauh beda atau identik 
dengan suku minang 

Jika sanak Bot bilang "Melayu kulturarisasi" itu memang di Pemerintahan Riau 
semisal seragam ala melayu, gedung pemerintahan ala melayu, warna warni dan 
simbol2 ala melayu, bahasa ala melayu begitu juga bahasa tulisannya di 
perkantoran atau nama jalan disamping huruf latin yang kita kenal dibawahnya 
ada huruf arab gundul melayu, acara-acara serimonial penerimaan tamu2 dari luar 
ala melayu.

Yahhh begitulah euforia otonomi 

Jangan khawatir sekali lagi orang minang itu dimanapun "tidak kehilangan akal 
dan panjang akal, pandai dan pandai-pandai" berbaur dengan suku apapun dia di 
rantau orang

Tapi memang jika terjadi pembelokan sejarah akar budaya tradisi akibat atau 
dampak "melayu kulturalisasi" di Pemerintahan Daerah, ini saya tidak bisa 
jawab, biarlah waktu yang akan menjawabnya

Wass-Jepe
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!


      





--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke