Assalamualaikum w.w. Urang Dapua dan para sanak sapalanta,
Lai buliah manyalo saketek ? Baa kok kito adokan FGD, lokakarya, atau seminar 
tantang masalah-masalah Minang ko ? Memang agak repot kalau 'babaleh posting' 
dalam RN, karano susah manyampaikan pikiran kito sacaro tuntas.

Kalau bisa, 'kopi darek' RN diisi jo acara nan babobot dan mencerahkan. basamo 
jo mampaarek hubungan silarurrahmi.
Wassalam,
Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta) 


--- On Fri, 12/11/09, bandarost <[email protected]> wrote:

From: bandarost <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Urun Rembug Pembangunan Sumbar & Peran RantauNet
To: "RantauNet" <[email protected]>
Date: Friday, December 11, 2009, 6:34 PM

Assalamu'alaikum WrWb,
Bung Riri dan dunsanak sapalanta yang saya hormati,

Saya paham dengan pendapat bung Riri, karena memang itulah memang
kondisi RN sampai saat ini.
Menyangkut ranah Minang, kita semua urang awak ini kurang lebih sama :
kita semua prihatin dengan kondisi kehidupan  sosial ekonomi
masyarakat, khususnya di kawasan pedesaan yang terkesan belum banyak
berubah dari jaman saisuak. Menurut pengamatan saya, sangat terbatas
tampaknya suku lain di Indonesia yang sangat memikirkan kampung
halamannya sebagaimana  orang Minang. Ini sangat positif.

Pemikiran seperti inilah mungkin yang mendasari para pendiri RN dan
Rang Dapua saat itu sewaktu menuliskan Missi milis "komunitas Minang
pertama dan terbesar di Internet  (1993)" ini yang diabadikan di
Beranda RN : Basamo-samo Kito Bapikie dan Babuek untuak Ranah
Minangkabau Tercinta.
Statement inilah yang membuat saya langsung mendaftar menjadi member
RN kira-kira setahun yang lalu. Missi ini tepat dan sesuai dengan
tuntutan kebutuhan, tapi tampaknya masing-masing member ("saya")
memiliki Visi dan Sasaran yang berbeda. Gabungan "Saya" ini ternyata
belum membentuk "Kita" yang kompak dan memiliki bobot yang memadai
untuk menghadapi "Mereka" tersebut.
Usulan/masukan/kritik dari "Kita" seakan "Mereka" komentari dengan
(maaf, bahasa Betawi) : "Emangnya ente siapa ?"

Postingan bung Bakhtiar dan bung Riri yang saya anggap cukup serius
menyangkut upaya pembangunan Sumbar itulah yang menggugah saya untuk
mengusulkan pencarian peranan dan sistim komunikasi Dunia Maya RN dan
Dunia Nyata dari yang kita sebut "Mereka" tersebut, guna mengatasi
kesenjangan antara "Bapikie" dan Babuek" tersebut yang masih menganga
terbuka sampai saat ini. Ini menjawab pertanyaan bung Bakhtiar : dari
mana akan dimulai ?

Kalau bicara tentang "bilik khusus", saya  tidak membayangkan
pembuatan suatu milis baru. Ini mungkin tidak perlu, RN adalah RN dan
hanya satu. Di dalam RN inilah mungkin bisa dibuat beberapa "bilik".
Saya bukan orang komputer, tapi setahu saya ada sejumlah pluggin
"forum" tersedia yang memungkinkan sebuah forum dibagi dalam topik-
topik tertentu sesuai kebutuhan. Memang pluggin ditujukan untuk sebuah
web.
Mungkin banyak ahli komputer di lingkungan member RN yang bisa
memberikan alternatif solusi yang sesuai.
"Bilik" ini menurut saya adalah sebuah langkah strategis bagi RN untuk
menuju pada pencapaian Missinya diatas.

"Bapikie" saja terus menerus tentunya kurang sehat. Saya tidak
menafikan kalau sudah ada beberapa hal menyangkut "Babuek" yang sudah
dilakukan sebagaimana contoh MAPPAS dan MPKAS tersebut. Masing-masing
kita dapat menilai pencapaian ini.
Tidak bisakah "Kita" berbuat lebih baik dari ini ?

Maaf dan Wassalam,

Epy Buchari
L-66, Ciputat Timur
http://kadaikopi.carpediem123.com


On 11 Des, 11:54, "Riri Mairizal Chaidir" <[email protected]>
wrote:
> Uda Epi dan Dunsanak Kasadonyo.
>
> Saya relatif belum lama bergabung di RN, jadi pengamatan saya bisa saja
> salah.
>
> Pertama, saya sengaja mengangkat isu "mereka" dan "kita", karena memang saya
> sering melihat komunikasi yang "ga nyambung". "Kita" bilang pembangunan itu
> seperti ini; potensi Sumbar itu ini, pariwisata harusnya begini ." Ketikan
> "mereka" melakukan yang lain, kita menganggap mereka keliru atau malah
> "berilmu basi (basipakak). Menurut saya, kalau mau berbicara tentang hal
> yang sama, ya samakan dulu "bahasa" yang digunakan.
>
>

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe



      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke