Ada baiknya Pemprov Sumbar/ Pem Kab terkait untuk melihat pengalaman daerah2 lain. Bukan berarti apa yang dilakukan/ dialami daerah lain itu juga akan berlaku sama, tetapi perlu lah, untuk menimbang2 mau "maju tak gentar" atau memikirkan alternatif lain.
Rasanya (saya ga punya data pasti) baru ada satu proyek pembangunan jalan melalui hutan lindung yang "mendapat restu", yaitu pelebaran jalan tol sedyatmo. Itupun dengan catatan, jika disediakan lahan pengganti. Kalau yang lainnya, kelihatannya tidak bisa "lolos" dari Dephut dan atau LSM di bidang lingkungan hidup. Dan mereka kelihatannya tidak main2. Dephut atau Walhi mengancam untuk menuntut Pemda (a.l lihat di http://budakrawas.blogspot.com/2008/08/dephut-kritisi-pembuatan-jalan-belah.html atau http://www.gatra.com/2009-10-26/artikel.php?id=131501 ). Penghargaaan Kalpataru saja bisa dicabut gara2 itu ( http://www.menkokesra.go.id/content/view/12484/39/ ) Riri Bekasi, l 47 2010/1/7 Bot S Piliang <[email protected]> > Memang bak makan buah si malakama. Adalah pekerjaan berat Pemda dan tentu > saja pemuka masyarakat Pessel, Solsel untuk meyakinkan pemerintah Pusat dan > Dunia bahwa pembukaan jalan tersebut tidak akan merusak cagar alam dan hutan > lindung yang dilewati. Kalau saja ada jaminan bahwa di sepanjang jalan yang > melewati hutan loindung itu nantinya tidak akan di bangun bangunan apapun > selain rambu lalu lintas, artinya kelestarian hutan tetap terjag. > Hutan Lindung Kerincci Seblat bkan cuma milik Pessel dan Solsel, tapi juga > adlaah milik Dunia. Salah satu hutan yang masih terjaga keasliannya. > Mudah2an segera mencapai titik temu yang terbaik bagi kita semua. > > Amien > > Bot Sosani Piliang > Just an Ordinary Man with Extra Ordinary Dream > www.botsosani.wordpress.com > Hp. 08123885300 > > --- On *Thu, 1/7/10, Nofend St. Mudo <[email protected]>* wrote: > > > From: Nofend St. Mudo <[email protected]> > Subject: [...@ntau-net] Pembukaan Jalan Baru Terkendala Hutan Lindung > To: [email protected], [email protected] > Date: Thursday, January 7, 2010, 8:46 AM > > Propinsi | Kamis, 07/01/2010 06:06 WIB > > Padang, (ANTARA) - Rencana pembukaan jalan baru yang menghubungkan lintas > Barat dan Timur provinsi Sumatra Barat (Sumbar) hingga kini masih > terkendala > keberadaan hutan lindung di kawasan itu. > > Padahal, menurut anggota DPRD Sumbar dari Kabupaten Solok dan Solok > Selatan, > Mochlasin, di Padang, Rabu, pembukaan jalan itu dinilai strategis untuk > pengembangan perekonomian masyarakat setempat dan Sumbar umumnya. > > Dikatakannya, pembukaan jalan itu kini sangat mendesak dilakukan, terutama > untuk ruas Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, ke Muara Labuh, Kabupaten > Solok, dan Kabupaten Solok Selatan ke Dharmasraya. > > Khusus untuk ruas Teluk Air Putih yang akan menghubungkan Solok Selatan > dengan Dharmasraya, Pemda telah menganggarkan dananya dari APBD Sumbar > dalam > tiga tahun terakhir. > > Namun karena terbentur keberadaan hutan lindung, katanya, rencana tersebut > hingga kini belum dapat dilaksanakan. > > Dia menjelaskan, anggaran untuk pembukaan jalan itu tetap diadakan meskipun > diketahui terkendala kawasan hutan lindung karena kebutuhan masyarakat yang > mendesak untuk penyediaan sarana jalan yang lebih baik. > > Jalan tembus tersebut dapat memperpendek jarak tempuh antarkabupaten di > lintas tengah Sumbar sampai 200 kilometer dan memacu perekonomian setempat > lebih baik, katanya. > > Untuk mengatasi kendala yang masih menghadang rencana tersebut, menurut > dia, > upaya yang dapat dilakukan, antara lain meminta persetujuan DPR dan Menteri > Kehutanan. > > Pemda harus berjuang agar alih fungsi hutan di kawasan itu dapat disetujui > DPR setelah diusulkan oleh Menhut, tambahnya. (*/ril) > > http://www.antara-sumbar.com/id/index.php?sumbar=berita&d=1&id=74155 > > > -- > . > Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat > lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E> > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan > keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe > > > > -- > . > Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat > lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan > keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe > > -- Riri Chaidir Bekasi, L, 47
-- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
