Andiko, obituari Bung untuk pak Tjip ini indah sekali. Saya beruntung mengenal 
beliau sewaktu sama-sama menjadi anggota Komnas HAM. Beliau -- bersama Prof 
Soetandiyo -- berhasil membulatkan pemahaman saya tentang hukum dan para ahli 
hukum. Saya memang agak 'gatal' bila berdekatan dengan para ahli hukum penganut 
paham legalistik positivistik, yang kelihatannya mendominasi dunia hukum kita 
dan bertanggung jawab atas carut-marutnya hukum di negeri ini.Semoga Allah swt 
menyelamatkan Bangsa dan Negara kita tangan-tangan jahil penganut faham 
legalistik-positivistik ini.

Wassalam,
Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta) 


--- On Sat, 1/16/10, andikoGmail <[email protected]> wrote:

From: andikoGmail <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Seorang Begawan Telah Mangkat : Catatan Kecil Untuk  
Prof. Satjipto Rahardjo.
To: [email protected]
Date: Saturday, January 16, 2010, 2:12 PM

*Seorang Begawan Telah Mangkat : Catatan Kecil Untuk Prof. Satjipto Rahardjo.*

Andiko

Satjipto Rahardjo, namanya. Sebuah nama seperti yang di rawikan orang pandai 
adalah sebuah do’a. Begitu juga dia, sepenggal namanya dimulai dari kata cipta, 
cipta dalam pengertian sederhana, adalah mengadakan yang tak ada atau lebih 
dalam harfiahnya manusia, menemukan tanda-tanda tuhan yang tersembunyi di alam 
semesta dan jalan itulah yang ia titi. Tanda itu bernama keadilan.

Seperti ungkapan hiperbola orang Minangkabau, seorang Tjip telah “berdaun 
mulutnya” membahasakan sebuah keadilan hokum dari perspektif orang kebanyakan, 
orang-orang yang kerapkali harus kalah, sebuah keadilan yang banyak sekali 
terlanggar sehingga pelanggaran itu hampir menjadi biasa dan me ritual pada 
sebuah panggung hokum, mekanik dan statik.

Manisnya kekuasaan telah melahirkan banyak sekali penghamba-penghamba di 
jalannya, tapi Tjip tidak, kadang seperti bagawan yang sepi, ia berdiri dalam 
resah dipersimpangan tempat orang lalu-lalang, selokanya dinikmati, tapi tak 
lagi merasuk pada inti, karena ketika itu yang memandu, maka segala kemegahan 
kekuasaan akan runtuh dan Tjip menyampaikan, bahwa itu adalah kepastian, sebuah 
marka sejarah yang tidak akan tertolak, beratus dinasti runtuh karena itu.

Para positifistik yang ia kritik, mengambil sebagian kecil saja dari kepastian 
alam, hitungan kasar dari apa yang sesungguhnya tersembunyi, menangkap ukuran 
mekanik yang sejatinya tidaklah se-mesin itu. Karena itulah ia kemudian 
tergelincir, dipenjara oleh symbol-simbol harfiah dan kepastian bendawi.

Prof. Tjip atau Cip, mengantarkan sebuah kepastian yang lain yaitu bahwa pada 
hukumnya segala paraturan perundang-undangan itu mengabdi kepada manusia, ialah 
alat untuk mencapai ke adiluhungan manusia sebagai kafilah dimuka bumi, bukan 
sebaliknya, segala kalimat undang-undang itu mengabdi kepada hokum itu sendiri, 
sehingga hokum dalam kesendiriannya, terasing, buta dan teramat jauh dari 
jangkauan manusianya. Ia indah sekaligus racun peradaban.

Pak Cip mengajarkan kepada kita bagaimana membaca apa yang tersirat dari apa 
yang tersurat dari seloka-seloka undang-undang yang pastinya akan dimakan waktu 
dan akan segera menjadi artefak pengisi museum dan perpustakaan raja-raja. 
Karena undang-undang sebagai sebuah kalimat terumus dalam kertas buram, akan 
termakan waktu. Tetapi ketidak adilan terus berlangsung mengasah rasa keadilan 
para jelata, ia tumbuh, berkembang dan pada akhirnya berlari meninggalkan 
bait-bait itu.

Seorang bagawan telah mangkat. Tak ada yang berurai airmata, ataupun tembang 
seloka puja puji, tak ada juga parade militer dengan segenap dentuman senapan 
dan tentara berbaris memanggul jenazahnya. Kepulangannya tampa rasa hilang 
adalah kehidupan baru bagi benih-benih pengajaran dan itulah garis seorang 
mahaguru. Raga yang memenjara, itu saja yang dimakan waktu, tetapi semua apa 
yang dikatakan dan apa yang pernah ditoreh akan hidup, membiak dan akan 
menggelincirkan status quo hokum itu. Karena kefanaan jasadnya tak perlu di 
puja, tapi apa yang ia pancangkan pada ladang peradaban, akan membiak, dari 
pohon ilmu itu kita memandang, bagaimana keadilan undang-undang sudah demikian 
jauh dari kedailan para sudra, diantaranya, telah ia bentang jembatan itu.

Selamat jalan professor, selamat jalan bagawan. Sungguh aku kehilangan kata 
untuk sebuah jasa.

Pasar Minggu, 16 Januari 2010

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe



      
-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke