A journey of thousand miles begins with a single step - kato Lao-tzu. Jadi - kito mulokan step nan partamo.
2010/1/27 ajo duta <[email protected]> > Insya Allah ini menjadi motivasi. Mokasi dinda Zultan > > On 1/26/10, zul tan <[email protected]> wrote: > > Kilas Balik 20 Tahun YRN (imajiner) > > > > Sebagian di antara Anda mungkin tidak tahu bagaimana sejarah panjang > > eksistensi YRN. Enam tahun sebelum lahir YRN gugur ketika masih dalam > > kandungan. Waktu itu tinggal menanti hari, ketua sudah ditunjuk, susunan > > penguruspun demikian pula. Entah kenapa setelah pembentukkan ini, hampir > > tidak ada aktivitas apapun. Bahkan para pengurusnya seakan lenyap > ditelan > > bumi. Hanya komunitas maya melalui RantauNet yang terus berlanjut. > > > > Enam tahun kemudian, datanglah gagasan dari salah satu orang gaek kita > yang > > mukim di negara Mak Obama. Beliau adalah Ajo Data. Ini kejadian dua > puluh > > tahun yang lalu. Kini beliau berusia kira-kira 83 tahun dan tampaknya > sudah > > tidak aktif lagi dan mungkin saat ini tengah bercengkerama dengan anak > cucu, > > entah di Amerika, Jakarta, atau di kampung halamannya. > > > > Kelahiran kedua ini pun hampir saja mengulang kegagalan masa lalu tapi > > akhirnya dengan “mengejan” sangat kuat akhirnya si YRN ini lahir dengan > > selamat. Padahal kalau dipikir-pikir hampir tidak masuk di akal ini bisa > > terjadi. Kenapa? Bayangkan saja ketika rapat pertama pembentukan YRN > yang > > digagas oleh Ajo Data yang sengaja datang ke Jakarta dari Amerika hanya > di > > hadir 10 orang yang sudah (maaf) “gaek-gaek” pula. Mereka adalah DR. > > Syamsudin Bakar, Askim Nurkasan, Basril Koeis, Inyiak Monako, Rusdi > > Chaniago, Lainal Lais, Zorro Ganas, Kayapun Nikmat, Isma Curiahati, dan > Ajo > > Data sendiri. > > > > Dua minggu menjelang rapat pertama ini, lapau sangat riuh. Ada yang > > mendukung karena yakin ini niatnya baik dan caranya pun baik dan tidak > pula > > bersifat memaksa. Tapi tak kurang pula yang menolak atau kalau pun tidak > > terang-terangan tapi nampak nyinyia bertanya segala macam. Ajo Duta > seperti > > diserang dari segala penjuru mata angin. Bahkan sangat ingat di benak > saya, > > seorang ibu yang dosen senior di universitas negeri Bengkelan, kalau > tidak > > salah bernama Habisah Damam, entah mengapa mengancam akan mundur dari > lapau > > bila YRN ini tetap didirikan. Belakangan diketahui alasan kemundurannya > > bukan menolak kehadiran YRN tapi keberatan bila Yessi Rona pendiri RN > tidak > > dilibatkan. Banyak orang menyayangkan karena ibu ini aktif dan kreatif. > > Banyak puisi yang ditulis oleh beliau. Tidak hanya itu, beliau pun > pintar > > pula menyelesaikan soal-soal matematika yang dilansir oleh beberapa orang > ke > > Palanta. > > DR. Basriel Noemana pernah membuat sebuah puisi indah khusus untuk > membujuk > > bujuk beliau untuk tetap hadir di lapau. Tapi rupanya nasi telah menjadi > > bubur. Sesaat sepeninggal beliau lapau terasa sepi. Tapi untunglah > tidak > > berlama-lama. Lapau kembali ramai. Saya tidak tahu dimana beliau kini > > berada. Umurnya sekarang kira-kira 68 tahun. Dua tahun lebih muda dari > > saya. Mungkin sudah pensiun dengan gelar profesor, insyaallah. > > > > Ada beberapa orang yang sangat berjasa dalam membidani kelahiran YRN ini. > > Di antaranya adalah DR. Syamsoedin Bakar. Beliau ini mantan orang gadang > di > > PT Semen Padang yang dulu sangat terkenal dan menjadi kebanggan orang > > Minang. Kini nama itu sudah tinggal kenangan karena sudah diambil alih > oleh > > West China Cement Tbk melalui PT Semen Gresik Tbk. Beliau adalah seorang > > intelektual. Hingga usia 75 tahun beliau masih mengajar di Bahanas (d/h > > Lemhanas). Semangat beliau luar biasa dalam banyak hal. Kami yang > > muda-muda ketika itu; saya masih 49 beliau 73 tahun, sebenarnya merasa > malu > > dengan semangat beliau dalam mewujudkan YRN ini. Tentu dengan melihat > > perkembangan YRN sekarang Anda heran dengan sikap itu. Jujur saja kami > > tidak punya visi apapun bahwa YRN akan bisa seperti ini. Bahkan ada > anggota > > lapau yang bekerja di Senayan ketika itu mengatakan bahwa sangat sulit > > mengurus yayasan. Beliau sudah berpengalaman dengan banyak yayasan. > > Walaupun beliau tetap mendukung, sedikit banyak pendapat ini memengaruhi > > orang yang memang ragu-ragu sejak awal. Mengingat YRN bukanlah yayasan > > pertama dilingkungan orang Minang perantauan yang hidup segan mati tak > mau, > > sangatlah wajar keragu-raguan ini bertambah tebal. Bagi yang pesimis, > > merasa YRN akan seperti yayasan-yayasan itu. > > > > > > Singkat cerita berdirilah YRN pada tanggal 5 Februari dua puluh tahun > yang > > lalu di sebuah Rumah Makan Kubang di daerah Kalimalang yang kini sudah > > menjadi Golden Skypark pusat perbelanjaan termegah dan terbesar di > wilayah > > Jakarta Timur. Dulu sangat sulit menjangkau lokasi ini khususnya pada > > jam-jam pulang kerja dan bisa menghabiskan waktu 2 jam dari Semanggi. > Tidak > > seperti sekarang tinggal naik MRT dalam waktu 10 menit kita sudah sampai > di > > GS. > > > > Kini dengan aset US$ 20 miliar dan meningkat sekurangnya 10% pertahun > banyak > > orang yang menginginkan saham YRN yang kebetulan sudah listed sejak > delapan > > tahun yang lalu di Bursa Efek Nasional (d/h BEI). Dulu preference stock > YRN > > hanya dihargai Rp 100.000/lembar. Pendiri mendapatkan saham bonus 10% > lebih > > banyak dengan harga yang sama. Dalam 20 tahun nilainya meningkat menjadi > Rp > > 5 juta. Jujur, saya menyesal hanya membeli 1000 lembar secara bertahap. > > Sedangkan common stock-nya saat IPO diharga Rp 1.800 sudah naik menjadi > Rp > > 25.000, hampir 1.300 persen hanya dalam kurun delapan tahun. YRN > sekarang > > menjadi salah satu perusahaan blue chip di BEN. Dan karena menjalankan > > bisnis secara islami maka masuk JII (Jakarta Islamic Index). Nama YRN > makin > > menjulang sejak mereka membantu korban gempa Mentawai beberapa tahun yang > > lalu yang berakibat luluh-lantaknya sebagian wilayah di Sumatera Barat. > > Belum pernah ada dalam sejarah Indonesia sebuah > > perusahaan swasta berani memberikan sumbangan gempa senilai satu triliun > > kecuali YRN. Manajemen YRN menganggap ini sebagai salah satu aksi > corporate > > social responsibility. > > > > > > YRN awalnya hanya mengelola penerbitan buku-buku yang ditulis orang-orang > > lapau seperti Andra G. Pailang, Ries Suryati, dan Eltaft. Salah satu > > pendiri YRN Askim Nurkasan mengusulkan agar buku-buku ini dijual dengan > cara > > berbeda. Produk YRN harus memenuhi 3 kriteria: murah, mudah, dan cepat. > > Murah? Ya jual dalam bentuk e-book dalam dua harga. Harga temporer > (dibatasi > > waktu) atau harga permanen (untuk dimiliki). Sebagai contoh buku AGP > yang > > berhalaman 400 dijual seharga Rp 4.000 (Rp 10/halaman) untuk pemakaian 30 > > hari. Setelah beredar 12 bulan, buku ini dilanggani oleh 1 juta orang. > Ini > > baru 10% dari jumlah orang Minang di wilayah Jabodetabek yang jadi > captive > > market bagi produk-produk YRN. Nilai penjualan buku AGP ini mencapai Rp > 4 > > milyar/bulan, tiga puluh persen kembali ke penulis. Bayangkan lebih dari > > Rp. 1 milyar perbulan untuk AGP. Wajar saja AGP akhirnya menolak untuk > > dicalonkan lagi menjadi wakil rakyat dari Partai Dolkar. AGP > > merasa lebih tenang dan nyaman mencari nafkah dengan cara ini. Terbebas > > dari uberan GPK (d/h KPK). YRN memang hebat. Sukses ini tidak terlepas > > dari hasil kreativitas Askim Nurkasan. YRN memutuskan siapapun yang > > memberikan gagasan dan bisa dijual serta menguntungkan akan menerima > royalti > > 10% dari laba. Gagasan ini tidak hanya terbatas bagi orang lapau saja > tapi > > terbuka juga buat orang dapur dan orang luar, orangtua bahkan orangutan > > sekalipun. > > > > Ketika YRN masuk kebisnis telekomunikasi, melihat ketatnya persaingan > hingga > > perang harga yang tak ada habisnya, salah seorang anggota lapau bernama > > ZulDan yang berharap mendapatkan royalti pula, mengusulkan agar pulsa > telpon > > genggam digratiskan. Ide ini sangat mengagetkan. ”Dari mana keuntungan > > diperoleh?” sergap pendiri. ZulDan mengatakan bahwa keuntungan diperoleh > > dari si pemasang iklan. Caranya? Setiap pelanggan yang ingin menelpon > > secara gratis harus menekan tombol #YRN* untuk mendengarkan iklan di > HP-nya > > terlebih dahulu. Setiap mendengarkan satu iklan pelanggan berhak > menelpon > > selama satu menit. Kemudian mendengarkan lagi agar dapat menelpon > kembali, > > demikian seterusnya. Bagi yang tidak bersedia mendengarkan harus tetap > > membayar pulsa. Agar klien tertarik maka cost-per-contact iklan HP harus > > jauh lebih murah dibandingkan iklan radio. Ingat keunggulan produk YRN > > murah, mudah, dan cepat. Sebaliknya ketika memasuki industri > > televisi YRN justru membebaskan produsen untuk memasang iklan tanpa > bayar. > > Deal-nya melalui pembagian keuntungan yang diperoleh produsen setelah > > beriklan. Besarnya persentase tergantung banyaknya frekuensi tayang, > durasi > > iklan, dan jenis acara, prime time misalnya. > > > > YRN kemudian berkembang dengan mendirikan e-Universitas dengan jumlah > > mahasiswa saat ini lebih kurang 500.000. e-Universitas tidak memerlukan > > ruangan. Kuliah dilakukan melalui telekonferens. Biaya SKS hanya Rp > > 10.000/bulan. E-bimbel pun dilakukan dengan cara yang sama > (telekonferens) > > dengan murid hampir 1 juta orang di seluruh Indonesia, dengan biaya yang > > sangat murah, Rp. 10.000/pertemuan. Kedua jenis pendidikan ini dapat > > diakses melalui Blueberry, Aquarius, Leo dan sejenisnya, selain televisi. > > > > Akan sangat panjang sekali bila perjalan success story YRN dari dulu > hingga > > kini diceritakan disini. Prinsip YRN: lebih baik tidak berbisnis kalau > > hanya sama seperti yang lain. > > Saat ini ada beberapa proyek YRN yang sedang dalam proses di antaranya: > > 1. Tender offer terhadap West China Cement Tbk untuk mengembalikan > > kejayaan Semen Padang seperti yang diusulkan DR. Syamsoedin Bakar. > > 2. Membeli right mobil berbahan bakar angin yang dirancang oleh > > mahasiswa ITS, Surabaya. Saat ini dalam uji coba Jakarta-Solo-Jakarta > hanya > > menghabiskan 1 liter bensin. Bensin hanya digunakan pada saat perlu saja > > (TEMPO, 31 Januari 2010). > > > > Mohon maaf apabila ada penamaan yang mirip karena memang disengaja supaya > > tidak serupa. Semuanya hanya imajinasi penulis. > > > > Wassalam, > > ZulTan, > > L, 49+, Bogor > > 26 Januari 2010 > > > > > > Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru > yang > > Lebih Cepat hari ini! http://id.mail.yahoo.com > > > > -- > > . > > Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan > ditempat > > lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet > > http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E> > > =========================================================== > > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > > - DILARANG: > > 1. Email besar dari 200KB; > > 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; > > 3. One Liner. > > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > > - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting > > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply > > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email > lama > > =========================================================== > > Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan > > keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe > > > > > -- > Wassalaamu'alaikum > Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta), > gelar Bagindo, suku Mandahiliang, > lahir 17 Agustus 1947. > Nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman. rantau Deli, Jakarta, USA. > sekarang Sterling, Virginia-USA > > -- > . > Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat > lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E> > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan > keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe > -- Idris Talu http://idristalu.blogspot.com/ http://www.flickr.com/photos/ganbatte/ http://www.west-sumatra.com/ -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
