Kilas Balik 20 Tahun YRN (imajiner)
Sebagian di antara Anda mungkin tidak tahu bagaimana sejarah panjang eksistensi
YRN. Enam tahun sebelum lahir YRN gugur ketika masih dalam kandungan. Waktu
itu tinggal menanti hari, ketua sudah ditunjuk, susunan penguruspun demikian
pula. Entah kenapa setelah pembentukkan ini, hampir tidak ada aktivitas
apapun. Bahkan para pengurusnya seakan lenyap ditelan bumi. Hanya komunitas
maya melalui RantauNet yang terus berlanjut.
Enam tahun kemudian, datanglah gagasan dari salah satu orang gaek kita yang
mukim di negara Mak Obama. Beliau adalah Ajo Data. Ini kejadian dua puluh
tahun yang lalu. Kini beliau berusia kira-kira 83 tahun dan tampaknya sudah
tidak aktif lagi dan mungkin saat ini tengah bercengkerama dengan anak cucu,
entah di Amerika, Jakarta, atau di kampung halamannya.
Kelahiran kedua ini pun hampir saja mengulang kegagalan masa lalu tapi akhirnya
dengan “mengejan” sangat kuat akhirnya si YRN ini lahir dengan selamat.
Padahal kalau dipikir-pikir hampir tidak masuk di akal ini bisa terjadi.
Kenapa? Bayangkan saja ketika rapat pertama pembentukan YRN yang digagas oleh
Ajo Data yang sengaja datang ke Jakarta dari Amerika hanya di hadir 10 orang
yang sudah (maaf) “gaek-gaek” pula. Mereka adalah DR. Syamsudin Bakar, Askim
Nurkasan, Basril Koeis, Inyiak Monako, Rusdi Chaniago, Lainal Lais, Zorro
Ganas, Kayapun Nikmat, Isma Curiahati, dan Ajo Data sendiri.
Dua minggu menjelang rapat pertama ini, lapau sangat riuh. Ada yang mendukung
karena yakin ini niatnya baik dan caranya pun baik dan tidak pula bersifat
memaksa. Tapi tak kurang pula yang menolak atau kalau pun tidak
terang-terangan tapi nampak nyinyia bertanya segala macam. Ajo Duta seperti
diserang dari segala penjuru mata angin. Bahkan sangat ingat di benak saya,
seorang ibu yang dosen senior di universitas negeri Bengkelan, kalau tidak
salah bernama Habisah Damam, entah mengapa mengancam akan mundur dari lapau
bila YRN ini tetap didirikan. Belakangan diketahui alasan kemundurannya bukan
menolak kehadiran YRN tapi keberatan bila Yessi Rona pendiri RN tidak
dilibatkan. Banyak orang menyayangkan karena ibu ini aktif dan kreatif. Banyak
puisi yang ditulis oleh beliau. Tidak hanya itu, beliau pun pintar pula
menyelesaikan soal-soal matematika yang dilansir oleh beberapa orang ke
Palanta.
DR. Basriel Noemana pernah membuat sebuah puisi indah khusus untuk membujuk
bujuk beliau untuk tetap hadir di lapau. Tapi rupanya nasi telah menjadi
bubur. Sesaat sepeninggal beliau lapau terasa sepi. Tapi untunglah tidak
berlama-lama. Lapau kembali ramai. Saya tidak tahu dimana beliau kini
berada. Umurnya sekarang kira-kira 68 tahun. Dua tahun lebih muda dari saya.
Mungkin sudah pensiun dengan gelar profesor, insyaallah.
Ada beberapa orang yang sangat berjasa dalam membidani kelahiran YRN ini. Di
antaranya adalah DR. Syamsoedin Bakar. Beliau ini mantan orang gadang di PT
Semen Padang yang dulu sangat terkenal dan menjadi kebanggan orang Minang.
Kini nama itu sudah tinggal kenangan karena sudah diambil alih oleh West China
Cement Tbk melalui PT Semen Gresik Tbk. Beliau adalah seorang intelektual.
Hingga usia 75 tahun beliau masih mengajar di Bahanas (d/h Lemhanas).
Semangat beliau luar biasa dalam banyak hal. Kami yang muda-muda ketika itu;
saya masih 49 beliau 73 tahun, sebenarnya merasa malu dengan semangat beliau
dalam mewujudkan YRN ini. Tentu dengan melihat perkembangan YRN sekarang Anda
heran dengan sikap itu. Jujur saja kami tidak punya visi apapun bahwa YRN akan
bisa seperti ini. Bahkan ada anggota lapau yang bekerja di Senayan ketika itu
mengatakan bahwa sangat sulit mengurus yayasan. Beliau sudah berpengalaman
dengan banyak yayasan.
Walaupun beliau tetap mendukung, sedikit banyak pendapat ini memengaruhi orang
yang memang ragu-ragu sejak awal. Mengingat YRN bukanlah yayasan pertama
dilingkungan orang Minang perantauan yang hidup segan mati tak mau, sangatlah
wajar keragu-raguan ini bertambah tebal. Bagi yang pesimis, merasa YRN akan
seperti yayasan-yayasan itu.
Singkat cerita berdirilah YRN pada tanggal 5 Februari dua puluh tahun yang lalu
di sebuah Rumah Makan Kubang di daerah Kalimalang yang kini sudah menjadi
Golden Skypark pusat perbelanjaan termegah dan terbesar di wilayah Jakarta
Timur. Dulu sangat sulit menjangkau lokasi ini khususnya pada jam-jam pulang
kerja dan bisa menghabiskan waktu 2 jam dari Semanggi. Tidak seperti sekarang
tinggal naik MRT dalam waktu 10 menit kita sudah sampai di GS.
Kini dengan aset US$ 20 miliar dan meningkat sekurangnya 10% pertahun banyak
orang yang menginginkan saham YRN yang kebetulan sudah listed sejak delapan
tahun yang lalu di Bursa Efek Nasional (d/h BEI). Dulu preference stock YRN
hanya dihargai Rp 100.000/lembar. Pendiri mendapatkan saham bonus 10% lebih
banyak dengan harga yang sama. Dalam 20 tahun nilainya meningkat menjadi Rp 5
juta. Jujur, saya menyesal hanya membeli 1000 lembar secara bertahap.
Sedangkan common stock-nya saat IPO diharga Rp 1.800 sudah naik menjadi Rp
25.000, hampir 1.300 persen hanya dalam kurun delapan tahun. YRN sekarang
menjadi salah satu perusahaan blue chip di BEN. Dan karena menjalankan bisnis
secara islami maka masuk JII (Jakarta Islamic Index). Nama YRN makin menjulang
sejak mereka membantu korban gempa Mentawai beberapa tahun yang lalu yang
berakibat luluh-lantaknya sebagian wilayah di Sumatera Barat. Belum pernah ada
dalam sejarah Indonesia sebuah
perusahaan swasta berani memberikan sumbangan gempa senilai satu triliun
kecuali YRN. Manajemen YRN menganggap ini sebagai salah satu aksi corporate
social responsibility.
YRN awalnya hanya mengelola penerbitan buku-buku yang ditulis orang-orang lapau
seperti Andra G. Pailang, Ries Suryati, dan Eltaft. Salah satu pendiri YRN
Askim Nurkasan mengusulkan agar buku-buku ini dijual dengan cara berbeda.
Produk YRN harus memenuhi 3 kriteria: murah, mudah, dan cepat. Murah? Ya jual
dalam bentuk e-book dalam dua harga. Harga temporer (dibatasi waktu) atau harga
permanen (untuk dimiliki). Sebagai contoh buku AGP yang berhalaman 400 dijual
seharga Rp 4.000 (Rp 10/halaman) untuk pemakaian 30 hari. Setelah beredar 12
bulan, buku ini dilanggani oleh 1 juta orang. Ini baru 10% dari jumlah orang
Minang di wilayah Jabodetabek yang jadi captive market bagi produk-produk YRN.
Nilai penjualan buku AGP ini mencapai Rp 4 milyar/bulan, tiga puluh persen
kembali ke penulis. Bayangkan lebih dari Rp. 1 milyar perbulan untuk AGP.
Wajar saja AGP akhirnya menolak untuk dicalonkan lagi menjadi wakil rakyat dari
Partai Dolkar. AGP
merasa lebih tenang dan nyaman mencari nafkah dengan cara ini. Terbebas dari
uberan GPK (d/h KPK). YRN memang hebat. Sukses ini tidak terlepas dari hasil
kreativitas Askim Nurkasan. YRN memutuskan siapapun yang memberikan gagasan
dan bisa dijual serta menguntungkan akan menerima royalti 10% dari laba.
Gagasan ini tidak hanya terbatas bagi orang lapau saja tapi terbuka juga buat
orang dapur dan orang luar, orangtua bahkan orangutan sekalipun.
Ketika YRN masuk kebisnis telekomunikasi, melihat ketatnya persaingan hingga
perang harga yang tak ada habisnya, salah seorang anggota lapau bernama ZulDan
yang berharap mendapatkan royalti pula, mengusulkan agar pulsa telpon genggam
digratiskan. Ide ini sangat mengagetkan. ”Dari mana keuntungan diperoleh?”
sergap pendiri. ZulDan mengatakan bahwa keuntungan diperoleh dari si pemasang
iklan. Caranya? Setiap pelanggan yang ingin menelpon secara gratis harus
menekan tombol #YRN* untuk mendengarkan iklan di HP-nya terlebih dahulu.
Setiap mendengarkan satu iklan pelanggan berhak menelpon selama satu menit.
Kemudian mendengarkan lagi agar dapat menelpon kembali, demikian seterusnya.
Bagi yang tidak bersedia mendengarkan harus tetap membayar pulsa. Agar klien
tertarik maka cost-per-contact iklan HP harus jauh lebih murah dibandingkan
iklan radio. Ingat keunggulan produk YRN murah, mudah, dan cepat. Sebaliknya
ketika memasuki industri
televisi YRN justru membebaskan produsen untuk memasang iklan tanpa bayar.
Deal-nya melalui pembagian keuntungan yang diperoleh produsen setelah
beriklan. Besarnya persentase tergantung banyaknya frekuensi tayang, durasi
iklan, dan jenis acara, prime time misalnya.
YRN kemudian berkembang dengan mendirikan e-Universitas dengan jumlah mahasiswa
saat ini lebih kurang 500.000. e-Universitas tidak memerlukan ruangan. Kuliah
dilakukan melalui telekonferens. Biaya SKS hanya Rp 10.000/bulan. E-bimbel
pun dilakukan dengan cara yang sama (telekonferens) dengan murid hampir 1 juta
orang di seluruh Indonesia, dengan biaya yang sangat murah, Rp.
10.000/pertemuan. Kedua jenis pendidikan ini dapat diakses melalui Blueberry,
Aquarius, Leo dan sejenisnya, selain televisi.
Akan sangat panjang sekali bila perjalan success story YRN dari dulu hingga
kini diceritakan disini. Prinsip YRN: lebih baik tidak berbisnis kalau hanya
sama seperti yang lain.
Saat ini ada beberapa proyek YRN yang sedang dalam proses di antaranya:
1. Tender offer terhadap West China Cement Tbk untuk mengembalikan
kejayaan Semen Padang seperti yang diusulkan DR. Syamsoedin Bakar.
2. Membeli right mobil berbahan bakar angin yang dirancang oleh
mahasiswa ITS, Surabaya. Saat ini dalam uji coba Jakarta-Solo-Jakarta hanya
menghabiskan 1 liter bensin. Bensin hanya digunakan pada saat perlu saja
(TEMPO, 31 Januari 2010).
Mohon maaf apabila ada penamaan yang mirip karena memang disengaja supaya tidak
serupa. Semuanya hanya imajinasi penulis.
Wassalam,
ZulTan,
L, 49+, Bogor
26 Januari 2010
Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang
Lebih Cepat hari ini! http://id.mail.yahoo.com
--
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe