Dear Pak Kozok yth
Terimakasih atas penjelasannya terkait dg Aksara di Melayu. Saya ingin bertanya kepada bapak, apakah pernah ditemukan sebuah Tambo Minangkabau yang paling tua yang ditulis dengan Aksara yg bukan Arab Melayu dg kata lain mgkn ditulis dg Aksara sumatera Kuno atau Aksara lain? Soalnya saya pernah membaca adanya keterangan bhw ditemukan oleh mahasiswa IKIP Jakarta (UNJ sekarang) dua buah tambo yg ditulis menggunakan Aksara Minangkabau kuno. Untuk melihat contoh Aksara ini bisa ditelusuri ke Perpustakaan Daerah di kota Padang dan di Rumah Gadang kebun Binatang Bukittinggi juga ada salinannya. Yang saya tanyakan : apakah Pak Kozok juga pernah mendengar/membaca ttg hal ini, juga melihat contoh Aksara tsb dan menemukan Tambo Tertua itu? Kalau ada tolong di-sharing di milis ini penjelasannya. Pertanyaan lain adalah : apakah Aksara Sumatra dan Aksara Jawa mempunyai asal usul yang sama, apakah perbedaan mencolok antara Aksara Sumatra dengan Aksara Jawa tsb? Terimaka kasih atas penjelasan Bapak Wassalam Malin marajo --- On Thu, 4/1/10, Uli Kozok <[email protected]> wrote: Datuk Endang yth, Ini hanya beberapa catatan: 1. Tampaknya bahwa agama di Melayu/Minangkabau bukan agama Hindu melainkan Budha (walaupun memang ada pengaruh Hindu juga). Casparis malahan menyebutnya Budha murni, tetapi saya tidak begitu yakin dengan "kemurniannya" 2. Melayu berulang kali mengirim utusan ke Tiongkok tetapi setahu saya tidak pernah ke India. Perlu dijelaskan apa yang dimaksud sebagai "orientasi" -- kata orientasi itu sendiri artinya "mengarah ke timur" :) 3. Aksara Jawa tidak pernah dipakai di Sumatra. Aksara yang dipakai Adityawarman adalah aksara Sumatra yang mirip dengan aksara Jawa dan aksara Khmer tetapi tidak berasal dari Kambodia atau dari Jawa melainkan berkembang di Sumatra. Itu sudah ditekankan oleh De Casparis dan sangat jelas bagi siapa saja yang mengetahui sejarah perkembangan aksara di Nusantara. Lagipula teks-teks di prasasti tidak ada satu pun yang berbahasa Jawa Kuno. Semua teks berbahasa Melayu campur dengan Sansekerta (atau Sansekerta campur dengan bahasa Melayu). 4. Saya kira "hubungan" Minangkabau dengan Yunani adalah melalui Iskandar Agung. Bukan hanya masyarakat Minangkabau, tetapi banyak suku lainnya di Indonesia memiliki "sejarah" bahwa mereka berasal dari Iskandar Agung (dan biasanya mereka tidak tahu bahwa Iskandar Agung adalah orang Yunani). 5. Naskah Tanjung Tanah perlu diingatkan bukan berasal dari Kerinci melainkan dari Sumatra Barat. Dari naskah itu kita tahu bahwa pada abad 14 bahasa Melayu digunakan di Sumatra Barat sebagai bahasa tul;isan. Bagaimana halnya dengan bahasa sehari-hjari tidak jelas. 6. Bahasa Melayu jelas sekali tidak berakar pada bahasa Minangkabau. Hal ini sangat bertolak belakang dengan ilmu linguistik. Sangat jelas bahwa bahasa Minang merupakan cabang dari bahasa Melayu. -- -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.
