Guten Tag Herr Doktor Ulrich Kozok.
Ich mochte Sie recht herzlich in der Gruppe „RantauNet“ einladen.
Da Sie für den Bereich unsere Minangkabau-Kultur /Gesichte eine Bereicherung 
wären.

Mit Freundlichen Grüssen und Frohe Osten.

Muljadi


-------- Original-Nachricht --------
Datum: Thu, 01 Apr 2010 10:33:53 +0200
Von: "Muljadi Ali Basjah" <[email protected]>
An: [email protected]
Betreff: Re: FW: [...@ntau-net] Aksara di Melayu

Yth. Bapak Doktor Ulrich Kozok, Bapak Syafroni Malin Marajo, Bapak penguasa 
RantauNet.

Senang membaca tulisan Bapak berdua, tentu juga tulisan2 ibu2 dan bapak2 
lainnya yang tidak dapat saya beberkan semuanya didalam surat ini.
Tentu saja tak lupa berterima kasih banyak, karena dengan tulisan2 tersebut, 
bertambahlah sedikit pengetahuan saya yang sangat dangkal ini.

Adapun tujuan saya yang utama, adalah berupa Usul saja, kepada Bapak penguasa 
RantauNet ini, agar supaya mengangkat Bapak Doktor Ulrich Kozok sebagai anggota 
Milis RantauNet. 
Menurut praduga saya, mudah2an tidaklah salah rasa (menilik dari tulisan beliau 
dialinea terakhir dibawah ini 
>"Sayang saya tidak dapat membagi ini dengan milis rantaunet karena saya
> bukan anggota milis itu. Tetapi kalau mau diposting ke milis itu,
> silakan."), 
Rasanya Bapak Doktor Ulrich Kozok, tidaklah bakal keberatan, seaandainya beliau 
diangkat menjadi anggota Milis RantauNet.

Apakah status anggota beliau sebagai Anggota Luarbiasa, ataupun Anggota 
Kehormatan, secara mendetail, itu adalah Hak Bapak Penguasa RantauNet yang 
terhormat, yang tentunya berkaitan antara individuum Bapak Doktor Ulrich Kozok 
dengan Anggaran Dasar RantauNet.

Mohon maaf atas kelancangan usul permohonan saya ini, tarutama kepada Bapak 
Penguasa RantauNet dan Bapak Doktor Ulrich Kozok.

Wassalam,
Muljadi
-------- Original-Nachricht --------
> Datum: Thu, 1 Apr 2010 11:09:32 +0700
> Von: "Syafroni \\(Engineering\\)" <[email protected]>
> An: "Uli Kozok" <[email protected]>, [email protected]
> Betreff: FW: [...@ntau-net] Aksara di Melayu

> Pak Kozok yth
> 
>  
> 
> Terimakasih atas penjelasan bapak. Jadi, begitu ceritanya ttg Aksara
> Minangkabau itu. Saya pernah melihatnya di pajang di dua tempat yg saya
> sebutkan tadi. Tapi memang menimbulkan pertanyaan juga, kalau memang ada
> aksara itu pada Tambo Minang, kenapa para penulis tambo/pemuka adat
> Minang di masa lampau tidak mensosialisasikannya kepada masyarakat
> sehingga masyarakat tidak lagi buta huruf dan hanya mengandalkan bahasa
> lisan atau tidak menunggu sampai dipergunakannya aksara Jawi (arab
> Melayu) utk menuliskan Tambo dan Kaba2.
> 
>  
> 
> Saya setuju bhw perkembangan alat bahasa dlm hal ini berupa aksara jelas
> menunjukkan perkembangan dari peradaban suatu suku bangsa.
> 
>  
> 
> Sekali terimakasih pak Kozok, semoga kedepan kita bisa berbagi tentang
> info-info terbaru mengenai budaya dan sejarah ini. Sangat menarik.
> 
>  
> 
> Wassalam
> 
> Malin Marajo, 30
> 
> ________________________________
> 
> From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Uli
> Kozok
> Sent: Thursday, April 01, 2010 11:05 AM
> To: Syafroni (Engineering)
> Subject: Re: [...@ntau-net] Aksara di Melayu
> 
>  
> 
> Pak Malin yg baik,
> 
> Sudah beberapa kali muncul naskah yang konon tertulis dalam aksara
> Minangkabau, namun, setelah diperiksa lebih dalam, naskah tersebut tidak
> ada, atau "aksara Minangkabau" yang disajikan jelas-jelas palsu. Jadi
> kebenaran beita itu perlu disangsikan.
> 
>  
> 
> Dulu di museum Minangkabau di Padang terpasang secara besar-besar
> "aksara Minangkabau" tetapi akhirnya mereka sendiri menurunkan
> pajangannya. Ternyata mereka menyadari bahwa "aksara" itu palsu.
> 
>  
> 
> Masalahnya seorang awam tidak bisa menilai apakah sebuah aksara asli
> atau palsu, tetapi bagi seorang ahli amat mudah mengetahui apakah sebuah
> aksara asli atau palsu.
> 
>  
> 
> Aksara Sumatra sangat mirip dengan aksara Khmer dan juga dengan aksara
> Jawa, namun tidak sama. Aksara-aksara yang ada di Asia Tenggara pada
> masa itu semua satu rumpun sehingga perbedaannya tidak terlalu banyak.
> Namun demikian, perbedaan yang ada membuktikan bahwa aksara Jawa dan
> aksara Sumatra masing-masing berkembang secara terpisah selama beberapa
> abad. sebelum abad ke-14. 
> 
>  
> 
> Sayang saya tidak dapat membagi ini dengan milis rantaunet karena saya
> bukan anggota milis itu. Tetapi kalau mau diposting ke milis itu,
> silakan.
> 
>  
> 
> Sekian dan salam,
> 
>  
> 
> U Kozok


-- 
GRATIS für alle GMX-Mitglieder: Die maxdome Movie-FLAT!
Jetzt freischalten unter http://portal.gmx.net/de/go/maxdome01

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.

Kirim email ke