Pak Kozok yth
Terimakasih atas penjelasan bapak. Jadi, begitu ceritanya ttg Aksara Minangkabau itu. Saya pernah melihatnya di pajang di dua tempat yg saya sebutkan tadi. Tapi memang menimbulkan pertanyaan juga, kalau memang ada aksara itu pada Tambo Minang, kenapa para penulis tambo/pemuka adat Minang di masa lampau tidak mensosialisasikannya kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak lagi buta huruf dan hanya mengandalkan bahasa lisan atau tidak menunggu sampai dipergunakannya aksara Jawi (arab Melayu) utk menuliskan Tambo dan Kaba2. Saya setuju bhw perkembangan alat bahasa dlm hal ini berupa aksara jelas menunjukkan perkembangan dari peradaban suatu suku bangsa. Sekali terimakasih pak Kozok, semoga kedepan kita bisa berbagi tentang info-info terbaru mengenai budaya dan sejarah ini. Sangat menarik. Wassalam Malin Marajo, 30 ________________________________ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Uli Kozok Sent: Thursday, April 01, 2010 11:05 AM To: Syafroni (Engineering) Subject: Re: [...@ntau-net] Aksara di Melayu Pak Malin yg baik, Sudah beberapa kali muncul naskah yang konon tertulis dalam aksara Minangkabau, namun, setelah diperiksa lebih dalam, naskah tersebut tidak ada, atau "aksara Minangkabau" yang disajikan jelas-jelas palsu. Jadi kebenaran beita itu perlu disangsikan. Dulu di museum Minangkabau di Padang terpasang secara besar-besar "aksara Minangkabau" tetapi akhirnya mereka sendiri menurunkan pajangannya. Ternyata mereka menyadari bahwa "aksara" itu palsu. Masalahnya seorang awam tidak bisa menilai apakah sebuah aksara asli atau palsu, tetapi bagi seorang ahli amat mudah mengetahui apakah sebuah aksara asli atau palsu. Aksara Sumatra sangat mirip dengan aksara Khmer dan juga dengan aksara Jawa, namun tidak sama. Aksara-aksara yang ada di Asia Tenggara pada masa itu semua satu rumpun sehingga perbedaannya tidak terlalu banyak. Namun demikian, perbedaan yang ada membuktikan bahwa aksara Jawa dan aksara Sumatra masing-masing berkembang secara terpisah selama beberapa abad. sebelum abad ke-14. Sayang saya tidak dapat membagi ini dengan milis rantaunet karena saya bukan anggota milis itu. Tetapi kalau mau diposting ke milis itu, silakan. Sekian dan salam, U Kozok -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.
