Pak Uli Kozok dan Sanak Malin Marajo yth,Saya ikut senang dengan penegasan 
Bapak Uli Kozok tentang 'aksara Minangkabau' ini, karena selain dapat 
menjelaskan banyak hal, juga mendorong kita untuk lebih memperkuat budaya tulis 
[dan tentunya juga budaya baca]. Salah satu masalah yang kini saya hadapi 
sebagai ketua Steering Committee Kongkres Minangkabau 2010 adalah beraneka 
ragamnya penjelasan dan pemahaman tentang konsep-konsep dasar kebudayaan 
Minangkabau, termasuk tentang 'Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah' 
yang sudah dipandang sebagai jati-diri Minangkabau. 
Sungguh susah untuk mencari kata sepakat.

Wassalam,
Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta) 


--- On Thu, 4/1/10, Syafroni (Engineering) <[email protected]> 
wrote:

From: Syafroni (Engineering) <[email protected]>
Subject: FW: [...@ntau-net] Aksara di Melayu
To: "Uli Kozok" <[email protected]>, [email protected]
Date: Thursday, April 1, 2010, 11:09 AM




 
 

 







 



Pak Kozok yth 

   

Terimakasih atas
penjelasan bapak. Jadi, begitu ceritanya ttg Aksara Minangkabau itu. Saya 
pernah melihatnya di pajang di dua
tempat yg saya sebutkan tadi. Tapi memang menimbulkan pertanyaan juga, kalau
memang ada aksara itu pada Tambo Minang, kenapa para penulis tambo/pemuka adat
Minang di masa lampau tidak mensosialisasikannya kepada masyarakat sehingga
masyarakat tidak lagi buta huruf dan hanya mengandalkan bahasa lisan atau tidak
menunggu sampai dipergunakannya aksara Jawi (arab Melayu) utk menuliskan Tambo
dan Kaba2. 

   

Saya setuju bhw perkembangan
alat bahasa dlm hal ini berupa aksara jelas menunjukkan perkembangan dari
peradaban suatu suku bangsa. 

   

Sekali
terimakasih pak Kozok, semoga kedepan kita bisa berbagi tentang info-info
terbaru mengenai budaya dan sejarah ini. Sangat menarik. 

   

Wassalam 

Malin Marajo, 30 









From:
[email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Uli Kozok

Sent: Thursday, April 01, 2010 11:05
AM

To: Syafroni (Engineering)

Subject: Re: [...@ntau-net] Aksara
di Melayu 



   

Pak Malin yg baik, 



Sudah beberapa kali muncul naskah yang konon tertulis dalam aksara
Minangkabau, namun, setelah diperiksa lebih dalam, naskah tersebut tidak ada,
atau "aksara Minangkabau" yang disajikan jelas-jelas palsu. Jadi
kebenaran beita itu perlu disangsikan. 





   





Dulu di museum Minangkabau di Padang terpasang secara besar-besar
"aksara Minangkabau" tetapi akhirnya mereka sendiri menurunkan
pajangannya. Ternyata mereka menyadari bahwa "aksara" itu palsu. 





   





Masalahnya seorang awam tidak bisa menilai apakah sebuah aksara asli
atau palsu, tetapi bagi seorang ahli amat mudah mengetahui apakah sebuah aksara
asli atau palsu. 



   





Aksara Sumatra sangat mirip dengan aksara Khmer dan juga dengan aksara
Jawa, namun tidak sama. Aksara-aksara yang ada di Asia Tenggara pada masa itu
semua satu rumpun sehingga perbedaannya tidak terlalu banyak. Namun demikian,
perbedaan yang ada membuktikan bahwa aksara Jawa dan aksara Sumatra 
masing-masing berkembang secara terpisah selama beberapa abad. sebelum abad
ke-14.  



   





Sayang saya tidak dapat membagi ini dengan milis rantaunet karena saya
bukan anggota milis itu. Tetapi kalau mau diposting ke milis itu, silakan. 





   





Sekian dan salam, 





   





U Kozok 









  

















 





-- 

.

Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. Email besar dari 200KB;

  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe




      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.

Kirim email ke