Ananda Riri.
 
Memang kalau diperhatikan,
sikat gigi dengan alat kerok lidahnya bukan buatan lokal.
 
Uniknya mengapa hanya warga Bagan yang 
menggunakannya?
Di Pakanbaru, Tanjung Pinang, Selat Panjang
dan Bengkalis saya tidak melihatnya.
 
Atau mungkin pada waktu itu, warga Bagan kalau
gosok gigi/kerok lidah selalu sambil jongkok
di muka rumah, sementara di tempat lain
melakukannya di kamar mandi?
Sehingga tidak terlihat oleh publik?
 
Bicara mandi, pada waktu itu jatah air untuk
mandi adalah kurang dari satu jerry can  air hujan ,
dan satu rantang air tawar untuk gosok gigi.
 
Tiap rumah punya tangki-tangki beton
untuk menampung air hujan.
 
Di Bengkalis, satu-satunya sumur air tawar 
terletak d muka rumah  Kapolres.
Ajaibnya sumur tersebut hanya beberapa
puluh meter dari tepi laut.
Sekarang tentunya sudah berbeda.
 
Akhir tahun lalu saya ke Pakanbaru.
Di hotel air panas/dingin melimpah-limpah.
Sesuatu yang langka di tahun 1960-an.
 
Pada waktu itu, yang kehidupannya melebihi
kehidupan orang Jakarta, adalah mereka
yang bekerja di Caltex.
 
Rumah mereka sudah full AC.
Sementara rumah dinas saya, fan saja tidak ada.
Untuk mengurangi rasa gerah,
obatnya adalah sarung dan singlet.
 
Wassalam, Jacky M (76)
Vila Cinere Mas, Ciputat-Tangerang.
 
 
 
 


--- Pada Sen, 5/4/10, Riri Chaidir <[email protected]> menulis:


Dari: Riri Chaidir <[email protected]>
Judul: Re: [...@ntau-net] TEROMPET KEMATIAN
Kepada: [email protected]
Tanggal: Senin, 5 April, 2010, 1:36 AM


Pak Jacky,


Saya pernah lihat sikat gigi dengan "kerok lidah" seperti ini di supermarket.


Tampaknya, kebiasaan "kerok lidah" ini berasal dari India dan Cina. Cerita 
lengkapnya ada di  http://en.wikipedia.org/wiki/Tongue_cleaner

Riri
Bekasi, l, 47




2010/4/5 Jacky Mardono Tjokrodiredjo <[email protected]>






Profesi menangis.
 
Tahun 1964 saya pernah bertugas di Bengkalis.
Baik di Bengkalis maupun di Bagan Si Api Api,
ada golongan tertentu,
kalau ada anggota keluarga yang meninggal,
menyewa "juru tangis".
 
Makin tinggi status sosial yang meninggal, 
makin banyak juru tangis yang di sewa.
 
Para juru tangis menangis secara bergiliran,
sampai berjam-jam tergantung "order".
Mereka menangis sampai (maaf) ingusnya keluar.
 
Saya tidak tahu, apakah dewasa ini,
profesi juru tangis masih ada.
 
Sama dengan di Kalbar,
di Bengkalis/Bagan Si Api-Api,
pada waktu itu juga banyak
keturunan Cina yang  menjadi pekerja kasar.
 
PRT saya juga keturunan CIna.
 
Di Bagan, pada waktu itu ada kebiasaan yang unik.
Selain gosok gigi, juga ada "kerok" lidah.
Pada tiap sikat gigi ada plat yang tergantung,
gunanya untuk kerok lidah.
Apa ada kebiasaan semacam ini di tempat lain?
 
Wassalam, Jacky Mardono (L-76)
Vila Cinere Mas, Ciputat-Tangerang.
 
 




-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe



      Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda? 
Buat Pingbox terbaru Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.

Kirim email ke