Alaikum salam wr.wb,


 Mungkin yang dialami Reza bukan hinaan lagi tapi sudah penganiayaan, artinya  
tindakan kriminal. Beberapa hari lalu 2 awak kapal penangkap ikan Indonesia 
membunuh kaptennya yang sering menganiaya mereka, jadi balas dendam.  Hinaan 
sebenarnya bisa dibalas dengan kepintaran, kalau yang dihina lebih pintar ia 
akan disegani atasan. Pernah ambo punyo bos urang Jerman nansuko meledek. Tapi 
syukur abo indak kalah cadiak dibandiang inyo dan juo suko ambo 
"kerjaiin".Akhirnyo sagan juo ka ambo.
Jadi lawanlah hinaan dengan kepintaran jangan dengn kebodohan
Wassalam Reza, semoga sukses karirnyo.






________________________________
From: M. Syahreza <[email protected]>
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Sent: Mon, April 26, 2010 11:51:55 AM
Subject: [...@ntau-net] JK : Mengapa Kita Menjadi Bengis?

 
Assalamu'alaikum wr.wb.
 
Salam kenal Rina...ambo dulu 1999 ~ 2001 pernah 
karajo di Batam dulu SOC kini bakambang jadi NPCB, NAB dan NACTEC. Abis kontrak 
2001 ambo direkomendasikan ka NOK Indonesia di Bekasi...
Untuak kondisi karajo di swasta terutama PMA dan 
sebagian perusahaan Cina lokal..anarkis dan sadistis itu perlu...karena terlalu 
banyak pelecehan mulai dari yang halus sampai yang kasar dari yang namanya 
perwakilan manajemen atau ekspatriate. Toh yang melecehkan itu statusnya juga 
sama-sama karyawan bukan yang jadi pemilik modal. Hanya saja nasib dia sedikit 
lebih beruntung. Kenapa saya menyetujui hal anarkis dan sadistis, karena untuk 
mengingatkan pada mereka, bahwa yang mereka hadapi itu juga manusia bukan hewan 
yang punya hati, nurani, akal pikiran dan emosi. Mungkin bagi Pak Anzori yang 
pernah kerja di BUMN yang iklim nya kondusif belum pernah mengalami, tapi kami 
yang jadi buruh-buruh swasta ini sudah terlalu banyak bersabar dengan segala 
macam penindasan dan pelecehan yang malah dilindungi oleh pemerintah cukup 
dengan imbal jasa sejumlah uang dan fasilitas.
Kami dulu pernah juga mau menganiaya (nyaris 
membunuh) Cina Singapur yang jadi ekspatriate di tempat saya kerja dulu, 
perlakuannya boleh saya bilang seperti tidak punya etika sama bawahannya. Yang 
bawahannya di ludahi, dilempar sepatu atau asbak, laporan diinjak-injak, dll. 
Padahal dia perwakilan manajemen di Departement tersebut.
Alhamdulillah setelah kejadian tersebut dia berubah 
180 derajat. 
Intinya semua persoalan di perusahaan 
swasta tergantung bagian HRD/Personalia. Karena disini biang kerok banyak 
terjadi masalah dengan karyawan. Banyak orang Indonesia yang jadi pemimpin 
disini lupa dengan asalnya, merasa dia juga telah jadi owner. 
Pemerintah tidak usaha dianggap jika terjadi 
permasalahan perburuhan di industri, karena pemerintah Indoensia terlena dengan 
pencitraan, jabatan, dan korupsi.
 
salam
Reza


      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke