Barangkali peranan ulama sangat diperlukan disini untuk membawa pencerahan bagi 
kalangan buruh tadi. Mengapa merka tidak dilibatkan? Atau kalau itu kalangan 
manajer India, perlu dilibatkan para pendeta Hindu untu mengajarkan sikap moral 
mereka. Di negara sosialispun kala buruh protes/demo mereka lakukan dengan cara 
damai tidak dengan represif. Rakyat badarai pun harus punya etika. Kemiskinan 
bukan  untuk dieksploitasi dengan kekerasan. Ambo paliang suko manonton drama 
DAAI TV nan curitonyo tentang urang-urang miskin berjuang untuak hiduik. Banyak 
pilosofis Tzu Chi nan dikemukakan di situ nan didasari dengan kasih sayang 
manusiawi. Si miskin berjuang terus, walaupun tidak bisa merubah diri dengan 
drastis, karena bukan tujuan mencari harta yang berlimpah, melainkan mencari 
kedamaian hidup. Akhirnya bisa didapatkan pada usia senja
dengan kesederhanaan tanpa melupakan berbuat baik terhadap sesama dan 
lingkungan. Sayang drama tv kita tidak seperti itu, lebih banyak menonjolkan 
kesenangan hidup. 
Jadi kuncinya berjuang hidup bukan untuk merusak lingkungan.





________________________________
From: rinapermadi <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, April 26, 2010 3:50:13 PM
Subject: RE: [...@ntau-net] JK : Mengapa Kita Menjadi Bengis?
 
 
Pak Anzori yth,
 
Kalo sample yang diambil dari kalangan menengah ke  atas
tentunya banyak sekali strategi yang bisa mereka gunakan. Seperti halnya Bapak
atau Pak Reza dan lainnya. Bagi pekerja swasta di level menengah ke atas
tentunya sangat banyak cara yang bisa dipergunakan. Saya yakin yang terbayang
pertama kali adalah resiko. Tapi bayangan resiko ini tidak semua orang bisa 
mengendalikan
apalagi  buruh biasa. 
 
Jadi saya kutipkan perkataan seseorang : jangan main2 dengan perut
lapar rakyat badarai.
Kebetulan lagi semua factor dan kondisi memungkinkan untuk
menjadi anarkis seperti saya ibaratkan : kertas udah lama disiram minyak  kalo
dicetuskan api ya terbakar.
 
Banyak maaf,
 
Wassalam
Rina 
-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe



      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke