Sekedar unek2 melihat apa yang terjadi, Sering sekali kita  mendengar ucapan 
“Sabar kan ada batasnya”. Benarkah kita harus membatasi diri dalam bersabar. 
Apakah kita masih disebut sabar ketika sampai pada batas kesabaran. Kita 
mencoba untuk memikirkan mengapa ada orang yang membatasi kesabarannya. Bahkan 
banyak sekali orang yang protes ketika ada yang memintanya bersabar. Seakan 
sabar adalah hal yang sangat merugikan dirinya, sabar itu tak ada batas 
...bagai langit yang tak bertepi..seperti itulah sabar ..tidak ada kata batas 
pada sabar..yang ada hanyalah keterbatasan manusia dalam merefleksikan sabar di 
hatinya ... marah bukan berarti batas sabar ..marah adalah ketiadaan sabar 
..sabar dan marah adalah sifat yang berbeda satu dengan lain ..

keberadaan yang satu, meniadakan keberadaan yang lain ..marah bukan batas sabar 
..tapi manifestasi dari ketiadaan sabar dalam diri seseorang ..keberadaan 
marah, tidak ada peran sabar di sana ..kemampuan seseorang menampilkan 
kemampuan pengendalian dirinya ..tinggal pilih sabar atau marah ... satu bentuk 
sabar yg digaris oleh Balasan.Secara matematis Sabarrr itu fungsi dari waktu, 
emosi, ketenangan hati, dll Namun kita sering meringkasnya hanya sebagai fungsi 
dari waktu. Sedangkan mengharap balasan itu merupakan bagian dari Ketenangan 
hati (emosi), apabila hal ini sudah terusik maka konflikpun akan terjadi.
Seperti yang sering di bicarakan terbentuknya suasana kerja yah harmonis, damai 
dan aman tercipta dari sikap kita pada sesama,saling menghormati dan saling 
menghargai bukan saja antar atasan dgn anak buah tp antar sesama umat manusia. 
Sehingga ketenangan hati akan selalu terjaga dan konflik akan terhindar.
mohon maaf bagi tak berkenan, saya pun pernah mengalami, tp yah sudah 
lah....memaafkan dan melupakan mungkin bisa mengobati hati.
 renny,ancol
www.renisy.blogspot.com
 
 




________________________________
From: Anzori <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, April 26, 2010 3:14:24 PM
Subject: Fw: [...@ntau-net] JK : Mengapa Kita Menjadi Bengis?


      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke