Katuju bana Ajo! Tapi angku harus berani mendobrak cara berfikir generasi tua GOLKAR yang kuranbg memberi kesempatan yang muda2 untuk tampil sebagai pimpinan................wassalam
Pada 27 Mei 2010 10:23, ajo duta <[email protected]> menulis: > Di Partai politik yang punya sistim jenjang yang pasti dan tterencana > adalah PKS. > Pemipin mereka rata rata masih 40-an dan ada juga 30-an. Pengkaderan meraka > berjalan melalui halaqah halaqah. Krenanya dapat dikatakan tidak ada 'kutu > loncat" > di partai dakwah ini, > > Disclaimer: Saya hanya pengamat pinggiran. Bukan bagian dari paartai > tertentu. > > 2010/5/26 Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> > > Waalaikumsalam w.w. Sanak Bandarost dan para sanak sapalanta, >> >> >> Rasanya memang benar bahwa militer mempunyai sistem pembinaan personil -- >> termasuk pembinaan karir ('binkar') -- yang termasuk rapi. Namun perlu >> diingat bahwa tak seluruh lulusan akademi militer menjadi jenderal, dan tak >> seluruh jenderal menjadi panglima. Pada taraf terakhir, tongkat komando >> hanya akan dipegang oleh 'the best among the best'. Yang lain harus puas >> sebagai staf -- seperti saya -- atau sebagai pelaksana lapangan. >> >> >> Saya melihat bahwa dalam dunia bisnis kelihatannya pembinaan personil ini >> secara relatif juga sudah berjalan baik, tidak kalah dengan dunia militer. >> >> >> Hanya dalam bidang politik, saya garis bawahi kritik bung IJP. Sistemnya >> sangat personalistik sekali, belum melembaga. >> >> Wassalam, >> Saafroedin Bahar >> (Laki-laki, Tanjung, masuk 73 th, Jakarta) >> >> >> >> --- On *Thu, 5/27/10, bandarost <[email protected]>* wrote: >> >> >> From: bandarost <[email protected]> >> Subject: Re: Bls: [...@ntau-net] Koran Tempo: "Sampai Kapan Kami Bersabar?" >> To: "RantauNet" <[email protected]> >> Date: Thursday, May 27, 2010, 10:01 AM >> >> >> Assalamu'alaikumWrWb, >> >> Sanak sapalanta yang ambo hormati, >> >> Ini topik menarik karena menyangkut kehidupan kita berbangsa dan >> bernegara, dan berlaku pada semua tingkatan kehidupan di negeri ini. >> >> Menurut pendapat saya, secara umum ini adalah permasalahan proses dan >> kriteria seleksi yang tidak jelas. Secara organisatoris ini adalah >> permasalahan 'career planning' yang sering tidak jelas di sejumlah >> organisasi di negara kita. Proses pemilihannya sendiri mungkin sudah >> sangat jelas, tapi proses kaderisasinya yang tidak jelas, atau tidak >> diikuti secara konsisten & konsekuen. >> >> Salah satu (atau mungkin satu-satunya) organisasi besar yang punya >> 'career planning' yang jelas menurut saya adalah Tentara Nasional >> Indonesia (TNI). Proses kaderisasi pemimpin di mereka jelas, mulai >> dari pimpinan regu, pleton, batalion, kompi, resimen, dan seterusnya >> secara bertahap. >> Penilaian kualifikasi juga prosesnya jelas karena dilakukan oleh suatu >> tim yang berwenang untuk itu. >> Karier merekapun dimulai dari lapangan secara berjenjang, sehingga >> secara bertahap mereka punya kemampuan pengenalan, pemahaman, dan >> penguasaan wilayah yang memadai. >> Peningkatan kulifikasi kemudian didasarkan pula pada pendidikan & >> latihan yang juga berjenjang. >> Di sini saya hanya melihat dari sisi 'career planning' semata, bukan >> militerismenya.Saya kira pak Saaf lebih tepat untuk menjelaskan hal >> ini. >> >> Sejak zaman ORBA ada suatu kebiasaan untuk menjadikan mantan TNI >> memegang suatu posisi puncak sesuatu organisasi. Jika dilihat dari >> pemahaman mereka mengenai prinsip 'career planning' tadi, mungkin >> salah satu yang diharapkan secara ideal adalah pembinaan tentang hal >> ini di organisasi yang bersangkutan. Tapi seperti biasa, hal yang baik >> ini bisa menjadi tertutup oleh beragam praktik buruk pada aspek-aspek >> lainnya. >> >> 'Career planning' yang terpola, terarah, dan terencana baik ini jarang >> kelihatan di organisasi sipil di negeri kita. Mungkin ada di beberapa >> organisasi yang sudah mulai bersentuhan dengan manajemen moderen >> seperti perbankan umpamanya. >> >> Jadi menurut saya permasalahan ini tidak semata permasalahan bahwa >> orang tua harus digantikan oleh kaum muda. Yang lebih penting adalah >> adanya proses berjenjang untuk menyiapkan para calon pemimpin, serta >> kriteria yang jelas untuk menentukan kualifikasi berdasarkan >> pendidikan, pengalaman, sikap mental, dan lain sebagainya. >> Disamping itu tentunya juga ada kriteria yang jelas menyangkut kapan >> saatnya seorang pemimpin harus digantikan, atau minimal 'tau diri' >> untuk siap digantikan. >> Hal ini seyogianya dimiliki dan diterapkan oleh setiap organisasi pada >> bidang apapun, atau minimal sekarang mulai dijadikan perhatian dan >> pemikiran. >> >> Tentang sebagian besar pemimpin atau bapak bangsa yang sudah menjadi >> pemimpin pada usia muda pada tahun 40an, saya kira ini disebabkan >> politik etis dari kerajaan Belanda yang antara lain menyediakan >> fasilitas pendidikan untuk negeri jajahannya baru dimulai efektif >> pada awal abad ke 20. Pada saat kemerdekaan diproklamirkan, kaum >> terdidik yang berjiwa patriot ini memang masih berusia muda. Situasi >> dan kondisi sekarang tentunya sudah sangat berbeda. Yang sekadar >> terdidik sudah sangat berjibun, tapi yang berjiwa patriot ? >> >> Secara pribadi, bertolak dari pengalaman menjalani berbagai perubahan >> politik di negeri ini, saya masih sangat optimis melihat rahmat Allah >> kepada bangsa ini. Kita tidak stagnant, proses perubahan sedang >> berjalan secara relatif lebih cepat dan terarah dari masa-masa >> sebelumnya. >> Dalam waktu relatif dekat, insyaallah generasi bung IJP, Anas >> Urbaningrum, Anis Baswedan, Budiman Sujatmoko, dll akan segera >> menggantikan generasi yang lebih tua. >> >> Maaf dan wassalam, >> >> Epy Buchari >> L-67, Ciputat Timur >> >> >> >> >> -- >> . >> Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan >> ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet >> http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E> >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: >> - DILARANG: >> 1. Email besar dari 200KB; >> 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. One Liner. >> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet >> - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting >> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply >> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama >> >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan >> keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe >> >> >> -- >> . >> Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan >> ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet >> http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E> >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: >> - DILARANG: >> 1. Email besar dari 200KB; >> 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. One Liner. >> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet >> - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting >> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply >> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama >> >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan >> keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe >> > > > > -- > Wassalaamu'alaikum > Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta), > gelar Bagindo, suku Mandahiliang, > lahir 17 Agustus 1947. > Nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman. rantau: Deli, Jakarta, sekarang > Sterling, Virginia-USA > ------------------------------------------------------------ > "menjadi bagian dari sapu lidi, akan lebih bermanfaat dari pada menjadi > sebatang lidi" > > > -- > . > Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat > lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E> > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan > keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe > -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
