Waalaikumsalam w.w. Sanak Madahar jo para sanak sapalanta,
Jaleh iko bukan soal 'tembak manembak', Sanak Madahar. Masalahnyo kan dek susah 
bana mambuek 'kelompok masyarakat' [pokmas] untuak manyalurkan bantuan, padohal 
....... di siko ha timbua pertanyaan dalam kapalo ambo, baa mako sarik bana 
mambuek pokmas itu. Mestinyo kan indak sarik bana, kan kito ado buah paruik, 
kaum suku, langkok jo pejabat-pejabatnyo ?
Kalau indak ka baliau-baliau kito tanyokan, ka sia lai ? Ka alim ulama ? Cadiak 
pandai ? Bundo kanduang ? Pemuda ? LSM ? Pers dan media massa ?Dalam konsep 
KKM, tumpuan harapan kito latakkan di Tungku nan Tigo Sajarangan, supayo 
tagabuang saluruah kekuatan kepemimpinan sosial  Minangkabau tu.Tolong jo doa 
mudah-mudahan KKM iko bisa talaksana sasuai jo harapan.
Wassalam,
Saafroedin Bahar(Laki-laki, Tanjung, masuk 73 th, Jakarta) 


--- On Wed, 6/2/10, Madahar (madahar) <[email protected]> wrote:

From: Madahar (madahar) <[email protected]>
Subject: RE: [...@ntau-net] BENARKAH PEMDA SUMBAR TAK MAMPU MENYALURKAN BANTUAN 
 BENCANA ?
To: [email protected]
Date: Wednesday, June 2, 2010, 8:45 AM




 
 







 



Wa’alaikum salam ww, 

Pak Saaf, kok buliah tanyo ciek, baa mangko adat jo pamangku nyo
nan apak tembak di masalah nangko. Dari kaba dibawah nan ditembak pusek KaDa
nyo tapi baa tibo diapak nan batembak adat jo parangkaiknyo. 

Nampaknyo io lah paralu apak sugiro turun tangan go supayo mak
labiah maju Sumbar ko dimaso nan ka datang jo konsep nan sadang apak kambang
kini di KKM nan katibo. 

   

Wassalam 

Batuduang Ameh (43) Nan Ba Bandera Sirah 

   



From:
[email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of 
Dr.Saafroedin
BAHAR

Sent: Wednesday, June 02, 2010 12:00 AM

To: [email protected]

Cc: Ir. Raja Ermansyah YAMIN; Mochtar Naim; Farhan Muin DATUK BAGINDO;
Amri AZIZ; gebuminang pusat

Subject: [...@ntau-net] BENARKAH PEMDA SUMBAR TAK MAMPU MENYALURKAN
BANTUAN BENCANA ? 



   


 
  
  Assalamualaikum w.w. para sanak sa apalanta, 
     
  Saya hampir tak percaya kepada posting Sanak Imran Al di bawah ini, yang
  intinya adalah bahwa  menurut penilaian Pemerintah Pusat cq BNPB, 
  Pemda Sumbar -- mulai dari Gubernur sampai pada Bupati dan Walikota pada enam
  daerah tingkat dua [kira-kira Pasaman, Agam, Pariaman/Kota,
  Pariaman/Kabupaten, Padang, dan Pesisir Selatan] dinilai  tidak mampu
  menyalurkan bantuan tingkat pertama terhadap para korban gempa besar bulan
  September 2009 yang lalu. Sebabnya adalah oleh karena tidak mampu membentuk
  pokmas [kelompok masyarakat], baik di tingkat kecamatan maupun di tingkat
  desa untuk menerima bantuan tersebut. 
     
  Sebagai akibatnya, kini BNPB merekrut 900 orang tenaga untuk melaksanakan
  distribusi bantuan tersebut.  
     
  Sudah barang tentu saya bertanya: Bagaimana mungkin? Apa sebabnya ?
  Sebagai seorang pemerhati masalah etnik/ suku bangsa, yang sedang mencoba
  memersiapkan sebuah Kongres Kebudayaan Minangkabau bulan Agustus 2010 yang
  akan datang,  saya bertanya kepada diri saya sendiri : apa yang telah
  terjadi di Sumatera Barat/ Minangkabau, yang terkenal dengan adat
  bersuku-suku lengkap dengan perangkat adat dan tanah ulayatnya, sampai hanya
  untuk membentuk kelompok masyarakat [pokmas] sekedar untuk menerima bantuan
  yang sudah disediakan Pemerintah Pusat tidak bisa melakukannya ? Tidak adakah
  hubungan fungsional antara pemda dengan para pemangku adat, yang mempunyai
  buah paruik, kaum, suku, yang jelas siapa saja`warganya, karena seyogyanya
  sudah tercatat dalam ranji ? Atau, lebih parah lagi, -- dan mudah-mudahan
  tidak demikian-- apa mungkin justru buah paruik, kaum, dan suku ini sendiri
  yang tidak berfungsi lagi ? 
     
  Saya tidak berani menduga-duga. Secara pribadi saya berpendapat bahwa hal
  ini perlu diteliti dan dikaji secara mendalam, baik secara teknis menurut
  disiplin ilmu pemerintahan/ ilmu administrasi negara, maupun dari perspektif
  sosial budaya. Setelah itu diupayakan mencari jalan keluarnya secara
  mendasar. 
     
  Kebetulan, saya sangat tertarik kepada masalah masyarakat-hukum adat ini
  sejak tahun 2004, sewaktu saya masih menjadi komisioner di Komnas HAM. Minat
  saya ini saya teruskan sampai sekarang, sebagai Ketua Dewan Pakar Sekretariat
  Nasional Masyarakat Hukum Adat (Setnas MHA) yang berpusat di Pekanbaru, Riau,
  dan sebagai Ketua Dewan Penasehat Gebu Minang, yang ditunjuk menjadi Ketua
  Steering Committee Kongres`Kabudayaan Minangkabau, 7-8 Agustus 2010 yang akan
  datang. 
     
  Hanya pengalaman dan pengamatan saya menunjukkan bahwa Minangkabau memang
  telah berubah banyak. Secara parsial hal ini diakui dan dikeluhkan oleh
  banyak pihak, termasuk para pemangku adat sendiri, hanya belum demikian
  banyak gagasan yang disampaikan tentang bagaimana menanganinya secara lebih
  konsepsional. 
     
  Pilihan bagi Minangkabau hanya dua : segarkanlah kembali tatanan sosial
  yang ada, atau lenyap pelan-pelan.  
     
  Penarikan kepercayaan oleh BNPB yang diikuti oleh rekrutmen tenaga untuk
  menyalurkan bantuan yang tidak lancar, mungkin hanya puncak dari sebuah
  gunung es yang ada di bawah permukaan. 
     
  Adakah yang setuju dengan kerisauan saya ini ? 
     
  
  Wassalam,

  Saafroedin Bahar 
  
  
  (Laki-laki,
  Tanjung, masuk 73 th, Jakarta)  
  
  

  

  

  --- On Tue, 6/1/10, Imran Al <[email protected]>
  wrote: 
  

  From: Imran Al <[email protected]>

  Subject: Re: [...@ntau-net] Fw: Tujuh Bulan Peran LSM dan Organisasi 
Masyarakat
  Madani dalam Penanganan Bencana G 30 S 2009 di Sumbar

  To: [email protected]

  Date: Tuesday, June 1, 2010, 7:26 PM 
  
  
   
    
    Tamparan atas Kegagalan

    

    DELAPAN bulan setelah gempa 30 September, pemerintah pusat akhirnya menarik
    kembali kepercayaannya pada pemerintahan daerah di Sumbar. Khususnya kepada
    gubernur serta bupati dan wali kota pada enam daerah, yang masuk kategori
    terparah terkena dampak gempa berkekuatan 7,9 SR itu. 

    

    Pemicunya, yang mengemuka tentu saja akibat desakan wakil rakyat asal
    Sumbar yang duduk di lembaga DPR RI. Selain itu, tentu saja akibat kinerja
    sang orang nomor satu di masing-masing daerah, dalam hal mengurus rakyatnya
    yang telah kehilangan tempat berteduh, rumah ibadah, tempat anak-anaknya
    bersekolah dan sarana-prasarana lainnya. 

    

    Para pemimpin yang sebagian besar kini bertarung kembali memerebutkan
    singgasananya untuk periode selanjutnya, mungkin saja telah dianggap gagal
    oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebuah lembaga yang
    khusus dibentuk pemerintah, mengurusi persoalan penanganan bencana di
    republik ini. 

    

    Walaupun terkesan ada desakan, sebenarnya, pemerintahan daerah tak berhasil
    lulus dalam ujian yang diberikan pusat. Yakni, menyalurkan bantuan tahap I
    sebesar Rp313 miliar. Rinciannya, sebesar Rp115 untuk rehabilitasi korban
    gempa yang masuk kategori rusak berat dan sedang. Sisanya, untuk bantuan
    modal kerja yang menggerakan sektor ekonomi produktif. 

    

    Bagaimana bisa memeroleh kepercayaan untuk bantuan selanjutnya, jika yang
    pertama ini saja tak juga diterima korban gempa. Padahal, sejatinya, masih
    ada triliunan lagi bantuan pusat, yang telah dijanjikan untuk
    merehabilitasi dan merecovery Sumbar, yang luluhlantak akibat gempa yang
    telah menelan seribuan korban jiwa itu. 

    

    Ketidakmampuan pemerintahan daerah Sumbar ini, sebenarnya sudah terbaca
    sejak BNPB melakukan evaluasi penyaluran bantuan gempa tahap I, medio
    Februari lalu di kantor gubernur Sumbar. Dalam rapat yang dihadiri gubernur
    serta wali kota dan bupati daerah penerima gempa tersebut terungkap,
    ketidakmampuan membentuk kelompok masyarakat (pokmas) dengan basis
    kecamatan. 

    

    Seolah dengan koor satu nada, mereka (kepala daerah-red) ramai-ramai ngeles
    dengan menyebut, membentuk pokmas per kecamatan, kenyataannya menemui
    beberapa kendala. Macam-macam alasan yang dikemukakan. Akhirnya,
    dikesempatan itu disepakati, pokmas itu dibentuk dengan basis per
    kelurahan. Walaupun BNPB telah 'mengalah,' tetap saja pokmas yang diminta
    tak kunjung tersedia sebagaimana dijanjikan hingga sekarang. 

    

    Pertanyaannya sekarang, ketika telah diambil alih oleh pusat, apakah pokmas
    itu akan selesai dibentuk? Tak tahulah. Mungkin saja, pekerjaan pembentukan
    pokmas itu diambil alih oleh 900 orang tenaga kerja hasil rekruitmen yang
    tengah dilakukan BNPB saat ini. 

    

    al imran

    tingga di Padang, 34+

    

    

    --- Pada Sel, 1/6/10, Dr. Saafroedin Bahar <[email protected]>
    menulis: 
    

    Dari: Dr. Saafroedin Bahar <[email protected]>

    Judul: Re: [...@ntau-net] Fw: Tujuh Bulan Peran LSM dan Organisasi 
Masyarakat
    Madani dalam Penanganan Bencana G 30 S 2009 di Sumbar

    Kepada: "Rantau Net" <[email protected]>

    Tanggal: Selasa, 1 Juni, 2010, 2:59 PM 
    
    Syukur Alhamdulillah dan terima kasih atas sambutan
    positif KPMM. Semoga juga disambut positif oleh rekan-rekan KPMM lainnya.

    

    Saya tunggu perkembangan selanjutnya.

    

    Wassalam, 
    SB, Lk, 73 th, Jkt. Powered by Telkomsel BlackBerry® 
    
    
    
    
    From: <[email protected]>  
    
    
    Sender: [email protected]  
    
    
    Date: Tue, 1 Jun 2010 10:08:08 +0700 
    
    
    To: <[email protected]> 
    
    
    ReplyTo: [email protected]  
    
    
    Subject: Re: [...@ntau-net] Fw: Tujuh Bulan Peran LSM
    dan Organisasi Masyarakat Madani dalam Penanganan Bencana G 30 S 2009 di
    Sumbar 
    
    
       
    
    
    Pak
    Saaf YTH, 
    
    
      
    
    
    Terima
    kasih atas tanggapannya. 
    
    
      
    
    
    Mengenai
    Sekber PBD, mewakili KPMM saya menyambut baik usulan ini, dan akan saya
    sosialisasikan kepada kawan-kawan LSM yang ada di Sumbar yang bergerak
    dalam penanganan bencana/kesiapsiagaan bencana, agar dapat direspon.  
    
    
      
    
    
    Mengenai
    tawaran untuk mengadakan suatu pameran tentang kebencanaan pada Kongres 
Kebudayaan
    Minangkabau, 7-8 Agustus mendatang, sangat menarik untuk dapat
    dilaksanakan. Memang kampanye mengenai kesiapsiagaan bencana ini sangat
    perlu di daerah rawan bencana seperti Sumbar. Oleh karena itu saya akan
    mencoba mengkomunikasikan dengan LSM-LSM lokal, nasional dan internasional
    yang sedang bekerja untuk penanganan bencana di Sumbar. 
    
    
    

    Demikian tanggapan saya, terima kasih atas tawarannya. 
    
    
      
    
    
    Wassalam, 
    
    
      
    
    
    Khairul
    Amri, 36+ 
    
    
    Direktur
    Eksekutif  
    
    
    Konsorsium
    Pengembangan Masyarakat Madani (KPMM) 
    
    
    Padang 
    
    
      
    
    
    
    -----
    Original Message -----  
    
    
    From: Dr. Saafroedin
    Bahar  
    
    
    To: Rantau Net ;
    [email protected] ; Warni DARWIS  
    
    
    Sent: Monday, May 31,
    2010 3:55 PM 
    
    
    Subject: Re: [...@ntau-net]
    Fw: Tujuh Bulan Peran LSM dan Organisasi Masyarakat Madani dalam Penanganan
    Bencana G 30 S 2009 di Sumbar 
    
    
       
    
    Terima kasih atas informasi KPMM ini. 

    

    Ada dua hal yg masih perlu mendapat perhatian, yaitu 1) fakta bhw bencana
    th 2009 tsb mungkin bukan merupakan bencana terakhir di Sumbar krn dua
    lempeng geologis yg ada masih belum stabil , dan 2) koordinasi dgn
    organisasi perantau yg juga spontan turun ke lapangan utk memberikan
    bantuan, termasuk Gebu Minang.

    

    Awal th 2010 ini Gebu Minang menggagas perlunya Sekretariat Bersama
    Penanggulangan Bencana Daerah (Sekber PBD) Sumbar sbg wadah permanen
    koordinasi potensi masyarakat Ranah dan Rantau utk mitigasi dn
    penanggulangan bencana . Urgensi Sekber PBD ini adalah krn BPBD yg resmi
    hanya terdiri dr pejabat Pemerintah.

    

    Amat ideal jika Sekber PBD ini berintikan unsur KPMM.

    

    Sekedar catatan, kesiagaan menghadapi bencana ini sdh tercantum dlm Draft
    16 Kesepakatan Bersama Kongres Kebudayaan Minangkabau, 7-8 Agustus yad.

    

    Bersediakah KPMM mengadakan pameran ttg kebencanaan di lokasi Kongres di
    Bukit Tinggi pd tg 7-8 Agustus yad ?

    

    Harap tanggapan KPMM. Terima kasih.

    

    Wassalam,  
    SB, Lk, 73 th, Jkt. Powered by Telkomsel BlackBerry® 
    
    
    
    
    From: <[email protected]>  
    
    
    Sender: [email protected]  
    
    
    Date: Mon, 31 May 2010 15:17:43 +0700 
    
    
    To: <[email protected]> 
    
    
    ReplyTo: [email protected]  
    
    
    Subject: [...@ntau-net] Fw: Tujuh Bulan Peran LSM
    dan Organisasi Masyarakat Madani dalam Penanganan Bencana G 30 S 2009 di
    Sumbar 
    
    
       
    
    
    ----- Original Message -----  
    
    
    
    From: [email protected]
     
    
    
    To: [email protected]
     
    
    
    Cc:
    [email protected] ; [email protected] ;
    [email protected] ; [email protected] ;
    [email protected] ; [email protected] ;
    [email protected] ; [email protected] ; [email protected] ;
    [email protected] ; [email protected]  
    
    
    Sent: Monday, May 31,
    2010 11:45 AM 
    
    
    Subject: Tujuh Bulan
    Peran LSM dan Organisasi Masyarakat Madani dalam Penanganan Bencana G 30 S
    2009 di Sumbar 
    
    
    
       
    
    
    Tujuh Bulan Peran LSM dan
    Organisasi Masyarakat Madani dalam Penanganan Bencana G 30 S 2009 di Sumbar 
    Oleh 
     Khairul Amri, Direktur Eksekutif Konsorsium
    Pengembangan Masyarakat Madani (KPMM), Padang dan Anggota Stakeholder
    Council Global Reporting Initiative (GRI), Amsterdam 
      
    Gempa pada tanggal 30 September 2009
    telah menggugah kehadiran para pihak dari seluruh dunia untuk ikut membantu
    penanganan akibat-akibatnya. Pemerintah, dunia usaha, dunia pendidikan,
    media serta organisasi masyarakat madani yang diwakili LSM dan organisasi
    masyarakat madani lainnya dari lokal, nasional dan internasional tercatat
    berperan aktif dalam upaya-upaya tersebut. Peran tersebut sedikit banyak 
cukup
    membantu para korban dalam merehabilitasi kehidupan mereka sedikit lebih
    baik. Berbagai upaya ditawarkan mulai dari pemberian bantuan makanan dan
    rehabilitasi mental pada masa-masa tanggap bencana, pembangunan rumah
    sementara, perbaikan penyediaan air bersih dan MCK, promosi bidang
    kesehatan hingga bantuan kesehatan reproduksi dan advokasi bagi
    korban-korban yang mengalami ketidakadilan di lapangan. 
    
    
        
    
    
   
  
  
  
 


   

--


.

Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

1. Email besar dari 200KB;

2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 

3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 



 





-- 

.

Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. Email besar dari 200KB;

  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe




      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke