Sanak Armen serta para sanak sapalanta, Menurut pengamatan saya, masalah kesejangan komunikasi yang sedang dihadapi oleh daerah Sumatera Barat sesungguhnya merupakan bagian dari kesejangan komunikasi yang juga kita alami di seluruh daerah. Entah bagaimana, begitu seorang tokoh duduk dalam pemerintahan, beliau akan teralienasi dari rakyat banyak yang memilihnya. Yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana mengatasi gejala yang berlaku umum tersebut. Salah satu cara untuk meminta perhatian dari para pemimpin yang teralienasi tersebut adalah dengan 'berteriak'. Itulah yang dilakukan oleh rakyat banyak dengan demikian sering terjadi unjuk rasa. Kadang-kadang ada manfaatnya juga, walau sering dihadapi dengan ilmu 'basipakak' oleh yang di atas.Perlu dicari cara yang lebih halus, tetapi paling tidak sama efektifnya. Secara pribadi saya berpendapat bahwa dalam hubungan ini gagasan adanya semacam persatuan walinagari adalah sehat. Hak iti senafas dengan adanya persatuan para kepala desa di Jawa, atau asosiasi para gubernur,bupati, dan walikota yang sudah ada dan berfungsi pada saat ini. Saya rasa momen yang tepat untuk mengumandangkan adanya persatuan wali nagari se Sumatera Barat adalah dalam Kongres Kebudayaan Minangkabau 2010 Agustus nanti, khususnya jika diingat bahwa nagari memang merupakan batu sendi kehidupan sosial Minangkabau. Sehubungan dengan itu secara pribadi mendukung gagasan ini. Silakan dipersiapkan, akan saya usahakan ada acara pembahasannya nanti, mungkin pada salah satu sub komisi Kongres. Jika persatuan para walinagari ini terbentuk, bukan saja beliau-beliau bisa saling bertukar informasi dan pengalaman satu sama lain, tetapi juga dapat kut membela hak-hak masyarakat-hukum adat secara efektif, yang telah dijamin dalam Pasal 18 iB ayat (2) dan Pasal 28 I ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945, tetapi yang sampai sekarang tidak ada undang-undang organiknya. Sebagai akibatnya, maka jaminan konstitusional tersebut praktis tidak dapat dilaksanakan ke dalam kenyataan. Saya menghargai apa yang telah Sanak Armen lakukan, juga yang sudah mulai diikuti oleh Sanak Rizki. Apapun hasilnya nanti, yang penting adalah kita sudah mengambil langkah pertama, yang bukan hanya sesuai dengan ABS SBK, tetapi juga dengan hukum positif nasional. Lanjutkanlah kerja baik ini. Masih ada waktu dua bulan lagi. Semoga Allah swt memberkahi semua langkah kita ini. Wassalam, Saafroedin Bahar (Laki-laki, Tanjung, masuk 73 th, Jakarta)
--- On Wed, 6/2/10, armen zulkarnain laki-laki 32th padang <[email protected]> wrote: From: armen zulkarnain laki-laki 32th padang <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Re: BENARKAH PEMDA SUMBAR TAK MAMPU MENYALURKAN BANTUAN BENCANA ? To: "RantauNet" <[email protected]> Cc: [email protected] Date: Wednesday, June 2, 2010, 7:20 PM pak Saaf, sebagai bahan masukan ketika menghubungi walinagari sarilamak Budi Febriani (ketua pesatuan wali nagari se lima puluh koto) & wali nagari sungai pua Feri Andrianto Sutan Sinaro (ketua Perwana) juga walinagari cubadak Zulfikar Gatot (ketua FKWN) untuk sosialisasi KKM 2010 hal ini juga disampaikan beliau terdapat kesenjangan komunikasi dengan pemda setempat dimana sering berjalan sendiri-sendiri. Untuk tangapan dari kabupaten lain sampai saat ini saya belum berhasil mendapatkan kontak. Diharapkan pada KKM 2010 mendatang dapat dikerucutkan suatu badan walinagari se sumatera barat sehingga memiliki kekuatan terhadap pemda sumbar dimana bisa lebih mengkoordinasi & sharing informasi antara pemda dengan nagari-nagari yang ada disumatera barat khususnya mengenai bantuan gempa. Saya berharap koordinasi nantinya tidak hanya mengenai bencana sehingga bisa berlanjut pada hal-hal lain seperti transfer teknlogi, pemberdayaan nagari dan sebagainya. Sudah suatu hal yang lumrah komunikasi adalah hal yang urgent pada saat ini sehingga apabila ada pihak yang berusaha menutupi informasi merupakan hal yang perlu dipertanyakan. berharap ke depan sumbar bisa lebih transparan sehingga semangat anak nagari di ranah minang & perantauan semakin menggebu untuk memajukan ranah minangkabau. Saya yakin dunsanak Rizki Sikumbang dipariaman akan mengalami hambatan untuk mensosialisasikan KKM 2010 kepada wali nagari & ketua KAN. Hal ini dikarenakan kondisi yang kontra produktif selama ini setelah 8 bulan penanggulangan bencana gempa sumatera barat. wassallam nb : terima kasih untuak rang dapua yang telah mengingatkan ikua nan bajelo-jelo, sehingga kapasiatas bisa dihemat dan sedap dibaco -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
