Bapak Muljadi AB, Bapak Dasri Nuha, Bapak Zulkarnain kahar dan bapak
armen zulkarnain terimakasih atas komentar dan saran bapak-bapak yang
kami hormati. Tapi apapun bentuk pro dan kontra yang terjadi tidak
akan pernah menyurutkan langkah kami untuk bergiat membangun kembali
Surau nan hancur dan rubuh karena digoyang gempa 7,9 SR. Berbagai
saran dan masukan kami terima dengan lapang dada. Karena saat ini yang
dibutuhkan bukan hanya bicara dan berpendapat saja tapi juga tindak
nyata dari statment atau pendapat yang dimaksud/utarakan tersebut
karena kita butuh perbuatan atau tindak nyata dan aplikasi kongkret.

 Cobalah lihat di kampung kita:
1.      Sholat Jumat di lakukan ditenda darurat/bedeng kayu/bedeng seng
atau tanah lapang pasca 8,5 bulan pasca gempa
2.      Anak-anak banyak yang tidak dapat mengaji dengan baik karena
TPA/MDA mereka sudah roboh, Al Quran dan Iqra mereka sudah hancur
dihimpit gempa
3.      Sholat Jamaah sekarang tidak ada lagi, karena tidak ada yang mampu
menerakan sholat jamaah di luar surau
4.      Untuk membangun surau memanfaatkan dana local jelas tidak
memungkinkan karena rumah rumah mereka pasca gempa saja masih
teronggok oleh sisa reruntuhan dan masih banyak yang tidur ditenda dan
pondok-pondok munggil dari terpal
5.      Kalau lah simbol ABS-SBK itu sudah hancur apa hendak dikata? Kita
diam sajakah?
6.      Mengenai
7.      Apakah gampang dan mudah menjadikan Ruangan kantor wali jorong,
gedung gedung sekolah atau rumah keluarga  bisa berubah jadi surau?
Karena bangunan itu pun sudah hancur diterjang gempa? Bahkan di Padang
Pariaman 90 % tidak memiliki kantor Walikorong yang tetap sebelum
gempa pun.
8.      Pembangunan Mesjid Raya Sumatera Barat (1 unit mesjid saja) yang
nilai nya mencapai Ratusan Milyar yang memanfaatkan dana APBD tidak
pernah dikritisi yang lain.

Sebagai lembaga profesional yang didirikan khusus untuk merevitalisasi
kembali SURAU tidak saja dalam arti fisik mata namun sesuai
perencanaan yang telah kami susun juga berkelanjutan dan
berkesinambungan dalam hal pembinaan dan pengawasan yang berbasis
kembali ke surau termasuk pemberdayaan ekonomi jamaah surau. Mengenai
Dokumentasi photo surau dan sebagainya seperti yang diutarakan oleh
Bapak Armen Zulkarnain untuk diketahui saat ini kami telah memiliki
dokumentasi 1254 unit rumah ibadah yang rusak akibat gempa kemaren dan
itu dikerjakan oleh Tim Khusus KPRRS. Tidak itu saja dengan
memanfaatkan SDM lokal kami telah menyelesaikan semua bentuk teknis
perencanaan, engenering dll sebagainya,

Mengenai pembukuan terimakasih atas saran bapak Armen, sebagai sebuah
lembaga tentu hal tersebut menjadi perhatiaan serius kami namun tentu
kami punya model dan cara tersendiri dalam pelaporan keuangan dimaksud
dan itu telah kami lakukan.

Sekali Lagi terimakasih atas saran bapak-bapak. Ini menjadi masukan
dan pelecut kami untuk terus berbuat dan berkonstribusi nyata serta
berperan aktif untuk mengiatkan kembali syiar Islam di bumi
Minangkabau pasca gempa.
Banyak Maaf. Semoga kita semua selalu berada dalam rahmat, hidayah dan
lindungan ALLAH SWT.
Wassalamualikum Wr Wb

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke