Alhamdulillah, Sakali lai tarimokasi banyak atas saran dan kritikan dunsanak sadonyo, walau kritikannyo hanyo teori belaka tapi sangat membanggakan hati. Ini mematahkan pameo bahwa banyak rang rantau yang tak peduli pada kampung halamanyo adalah tidak benar. Dan setiap pendapat membuktikan sampai dimana dukungan dan kepedulian kita. Karano nan banyak kito hanyo NATO sajo, nan jaleh lebih baik diam dari pada banyak bicara yang sifatnya hanya mengurui dan tidak masuk pada subtansi dan tentu sajo lebih baik lagi banyak bekerja, berkarya, berbuat dan berkonstribusi aktif dan konstruktif. Terus pernyataan jangan "mengusik" pun membawa ambo ketawa bercampur geli dan ambo pun menjadi sangat paham dan mengarati bana karakter kito masing2. Ternyata juga budaya egaliter urang minang-pun sudah hancur juga diterjang peradaban apakah itu dirantau ataupun di ranah. Sabananyo akan sio-sio pulo memperdebatkan iko, nan jaleh jan asa NATO se. Banyak Maaf Wassalam
-- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
