Kalau ala mulai mancari kalamahan urang  bantuak iko indak ka basuo do rueh jo 
buku , seharusnyo penggagas KKM jaan mambuek front btw nan indak satuju lawan 
..cari kalamahannyo "Show Must Go On "  , apolai ado analisa , hipotesa nan 
malago-lagokan maantuak-antuak an   mamacah bala  , nampaknyo Sanak  AZ iyo  
spesialis  OC ,  batanyo ambo ciek  Nan di Riiau tu ala salasai ... ?  .. lai 
laku dek urang  Riau .

Itu se  dari ambo selamat ber KKM  untuak sekelompok  urang sajo .

Iqbal Rahman  

--- On Fri, 16/7/10, Armen Zulkarnain <[email protected]> wrote:

From: Armen Zulkarnain <[email protected]>
Subject: Bls: [...@ntau-net] Bapak Pimpinan LKAAM Sumbar dan LKAM Jakarta, Yth.
To: [email protected]
Cc: "Muhammad Sayuti Dt Rajo Panghulu" <[email protected]>, "Muhardi Rajab" 
<[email protected]>, [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], "Amri Aziz" 
<[email protected]>, "Abraham Ilyas" <[email protected]>, "Farhan Muin 
DATUK BAGINDO" <[email protected]>, "Ephi Lintau" <[email protected]>, 
"Armen Zulkarnain" <[email protected]>, "ZulTan" <[email protected]>, 
[email protected], "Muzirman" <[email protected]>, "muchwardi 
muchtar" <[email protected]>
Date: Friday, 16 July, 2010, 11:26 PM

nan alah ambo sigi salamo 2 bulan ko ka mak Google iyo indak ado batamu situs 
resmi LKAAM Sumbar ko doh. Kebetulan tanggal 29 Juni 2010 ambo niek kan untuak 
manelpon sekretariat LKAAM nan ba alamat  Jl Diponegoro Padang, nan manjawek 
sanak Sandrino Libra pegawai administrasi LKAAM & baliau juo menyatokan bahwa 
sampai saat 29 Juni 2010  LKAAM memang alun ado memiliki situs resmi. Sabananyo 
sangat disayangkan, dek karano warnet alah tumbuah bak cindawan di musim hujan 
di nagari-nagari ranah minang, nan tantu sajo bisa menjadi website pembelajaran 
adat budaya minangkabau pada generasi muda nan ado dikampuang-kampuang.

lai dapek sakatek berita soal LKAAM wakatu mubes kapatang ko, ado di situs 
resmi pemprov Sumbar
http://www.sumbarprov.go.id/detail_artikel.php?id=177
Mubes Dibelit LKAAM

H. Bagindo M. Letter, Ketua V Bidang Pendidikan dan Pelatihan LKAAM 
mengungkapkan bahwa panitia musyawarah besar (Mubes) LKAAM X dan Mubesar VII 
Bundo Kanduang, pada 7 dan 8 Juni 2010 ini terancam terbelit utang akibat 
keterbatasan dana. Mubes, katanya, membutuhkan biaya sekitar Rp 357, 7 juta. 
Sedangkan APBD Sumbar 2010 cuma menyediakan anggaran Mubes Rp 250 juta dari Rp 
1,3 milyar total anggaran yang diusulkan.

Padahal menurut Sekretaris Umum LKAAM M. Sayuti Dt. Rajo Pangulu, di pundak  
LKAAM terpikul tanggungjawab mewujudkan Adat Basandi Syara’ Syara’ Basandi 
Kitabullah (ABS-SBK), dan pendidikan moral adat dan budaya bagi anak kemanakan. 
Tapi komitmen Pemerintah daerah (Pemda) untuk melaksanakan program itu terkesan 
setengah hati. 


 Dulu, kata Sayuti, di zaman Pejabat Gubernur Dunija, LKAAM malah mendapat  
anggaran Rp 1 milyar. Ini membuktikan pejabat yang bukan orang Minang lebih 
peduli  pada kajian adat dan budaya. Di beberapa daerah kepala daerah yang 
menjabat Ketua LKAAM juga memberikan perhatian besar kepada organiasi ini. 
Demikian antara lain pernyataan H. Bagindo M. Letter dan M. Sayuti Dt. Rajo 
Pangulu dalam jumpa pers 1 Juni lalu sebagaimana dikutip Padang Ekspres (hal 
23) Rabu 2 Juni 2010.

Pernyataan itu tentu saja menggelitik. Pertama, karena Sayuti dan HM Letter 
adalah pengurus inti LKAAM. Keduanya juga berpengalaman beberapa priode di DPRD 
Sumbar. Seharusnya mereka mengerti ”adat” prosedur dan proses pengusulan dan 
penetepan APBD, termasuk anggaran untuk LKAAM itu. Yaitu, ”
 ajukanlah sebanyak yang dinginkan dan terimalah sebanyak yang disetujui”. 
Adatnya bukan ”ma-agak-an agiah urang. Kalau ma-agak-an agiah urang  sama 
dengan pemaksaan.

Kedua, sebagai senior di LKAAM keduanya tentu mengikuti sejarah LKAAM yang 
sejak berdiri di Padang 18 Maret 1966 silam hingga sekarang dibiayai Pemda 
Sumbar dan  bupati/wali kota. Baik biaya operasional, personal, maupun kegiatan 
khusus seperti pelatihan, Mubes termasuk berkunjung ke negara tetangga. Kini, 
dengan menyebut bahwa Dunija yang tak cukup setahun di Sumbar (dari 27 Maret 
1999 hingga 24 Febaruari  2000) lebih peduli, sama artinya meniadakan 
kepedulian gubernur yang orang Minang dan DPRD sebelum dan sesudahnya. Artinya, 
karena hujan sehari percuma panas berpuluh tahun.

Ketiga, dengan menyebut kepala daerah yang ketua LKAAM lebih peduli kepada 
LKAAM, mengisyaratkan bahwa keduanya menginginkan gubernur dan kepala daerah 
yang akan
 datang mestilah seorang datuk dan ketua LKAAM. Sebagai mantan aktivis partai 
dan anggota DPRD keduanya wajar berpikir politis. Tapi sebagai pengurus LKAAM 
lembaga yang mengatasnamakan adat dan alam Minangkabau, pernyataan itu  bisa 
menyeret LKAAM pada kepentingan pribadi. 

Melihat tiga hal diatas, keduanya tampaknya lupa kearifan lamah nan ka 
mancucuak, barek nan ka maimpok. Bukankah meagungkan dan membandingkan Pejabat 
Gubernur Dunija yang berasal dari Jawa dan bukan datuk kemudian pejabat kepala 
daerah yang kebetulan Ketua LKAAM dengan Gubernur Sumbar sekarang (Marlis 
Rahman) bisa mengusik Gubernur yang secara fungsional merupakan pelindung LKAAM 
dan bisa mengecilkan arti Kepala Daerah yang bukan Ketua LKAAM meski tak pernah 
mengabaikan LKAAM selama ini.

Keduanya juga terkesan tidak konsisten. Di satu pihak mereka mengaku paham 
keterbatasan anggaran Pemda, di pihak lain justru melontarkan kekecewaan pada
 keterbatasan anggaran itu. Padahal, kabarnya, Gubernur Marlis Rahman sudah 
menawarkan solusi mengatasi kekurangan biaya Mubes itu. LKAAM diminta 
menggunakan anggaran rutin sementara menunggu pengesahan anggaran perubahan. 
Kalau itu benar dan keduanya masih merasa kecewa, tentulah ada maksud-maskud 
lain di balik pernyataan itu. Bisa jadi mau menjajakan LKAAM kepada orang lain 
selain Gubernur Marlis Rahman, yang boleh jadi bergelar datuk. Maklum, pasar 
tentang itu kini sedang terbuka. 

Kemudian, jika benar pernyataan keduanya bahwa LKAAM merupakan refresentasi 
dari ninik mamak, mereka mestinya tak mencemaskan utang tersebut. Sebab seorang 
ninik mamak yang arif, paham sekali mamak di pintu utang, keponakan di pintu 
bayia. Gubernur dan para bupati/walikota adalah keponakannya sekaligus 
pelindung LKAAM di wilayah masing-masing, yang tak akan membiarkan mamaknya 
tergadai karena utang.

Maka, mencermati
 pernyataan Sayuti dan HM. Letter itu agaknya LKAAM bukan sedang terbelit utang 
melainkan terbelit kepentingan. Karena itu para peserta Mubes patut menjauhi 
sikap-sikap seperti itu karena bisa merusak citra LKAAM di mata masyarakat adat 
dan dapat mengusik keserasian tungku tigo sajarangan dan tali tigo sapilin yang 
telah menjadi tatatan sosial politik dalam membangun Sumbar selama ini. (*)







-- 

.

Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. E-mail besar dari 200KB;

  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting

- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.



-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke