Sekedar memberikan komentar mengenai anggaran. Agak tamanuang ambo mandanga 
bantuan dana APBD (Prov?) sekitar Rp 250 juta pertahun. Kurang tahu ambo total 
APBD Prov, ambo agak-agak Rp 1 trilyun. Nan bararti dana itu sekitar 0,00025%. 
Kok itu namonyo bukan lai rasaki manusia, indak pulo rasaki kuciang, tapi alah 
manjadi rasaki mancik. Dana sabanyak itu, dari nan ambo tahu melalui 
perbandingan, hanyo cukuik untuak operasional kantor, saroman listrik, telepon, 
kebersihan; untuak manggaji surang pengurus pun indak cukuik. Indak usah 
baponek-ponek malakukan monev, terlalu lux dan berlebihan. Sudah tu dituntuik 
pulo macam-macam kewajiban.
Sasuai saran nan pernah ambo sampaikan, minimum ideal anggaran adolah 1% APBD, 
baik Prov maupun Kab/Kota, karono iko karojo suprastruktur, melakukan pembinaan 
kapado struktur. Kok itu, silahkan monev dlsb.
Saran ambo untuak KKM, kalau dapek dibuek rekomendasi untuak manyadiokan 
anggaran untuak pembinaan masyarakat malalui struktur adat sebesar 1% dari 
satiok APBD Daerah. Kok itu iyo manggarik ABSSBK.
 
Wassalam,
-datuk endang

--- On Fri, 7/16/10, [email protected] <[email protected]> 
wrote:


Kalau memang iyo salamo ko LKAAM mamakai dana APBD alias dana masyarakat nan 
angko no sangaik lumayan untuak ukuran SumBar memang paralu bana di monitor apo 
se nan dipabuek LKAAM ko dan apo memang ado manfaat no untuak masyarakat.
Taruih tarang salamo ko indak pernah tadanga LKAAM ko di biayai oleh pemda. 

Wassalam
Tan Ameh
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: Muzirman -- [email protected] 
 
Ass Wr Wb, 
Terimo kasih samo Pak Azmi yg telah  bersedia meng scan-email  surat LKAAM yang 
kedua, dan tentu kami masih berharap informasi official ttg kelanjutan rencana 
Forum bersama Adat dan Syarak  sesuai menurut Rapat tertanggal 24 Maret 2010 
tsb.
Untuk lebih mengertinya anak kemanakan tentang peranan dan kondisi LKAAM 
terkini, apalagi pada era informasi superhighway, globalisasi ini, dll  izin 
kan anak kemanakan menanyokan ttg sesuatunya yg berkenaan dgn LKAAM. Informasi 
ini perlu bagi anak kemanakan untuk menghindari jangan sampai terlongsong nya 
"misjudgement"(salah  pertimbangan/perception) terhadap LKAAM.

Dengan bowing (membungkuak) di kambang kan tangan sabaleh jo kapalo,  dima bisa 
anak kemanakan bamohon mancaliak AD/ART LKAAM tsb (mungkin alamat situs) , 
walaupun baitu anak kemanakan bisa/izinkan mengatakan "salah satu fungsi LKAAM 
adalah utk menglestarikan nilai2 Budaya Minangkabau, pengkajian dan penetrapan 
nilai2 ABSSBK dll.

Pertanyaannya :

Bagaimana sistem evaluasi, monitor serta pertangungjawaban nya kemana (hierachy 
autoritas nya) LKAAM? Apakah Pimpinan nya di pilih atau di tunjuk ?

Dalam website(situs) Pemda Propinsi Sumbar, terinformasikan bahwa dalam 
Pertemuan LKAAM  dan Pembentukkan Pimpinan yg baru June 5-7 2010),   terbaca 
bhw Pertemuan tsb mengunakan dana Publik (APBD) sebanyak Rp.250 juta periode 
2010(?), dan pada periodenya sebelum menfaat kan dana publik/APBD sebanyak Satu 
Milyar .

Berdasarkan informasi itu tentulah anak kemanakan boleh bertanya :

Bgmn kinerja (performance) LKAAM selama ini, periode sebelumnya, Apa program2 
yg telah di wacanakan dan sampai sejauh mana pencapaiannya, dimana kendala2 yg 
diketemukan dalam Program Kerja nya  ,.

Apakah ada lembaga independen yg meng evaluasi kinerja LKAAM ini ? Apa 
indikator2 yg digunakan dalam meng evaluasi kinerja LKAAM tsb ?

Pada posting anak kemanakan terdahulu, (i-Discussion, 30 June, RN milist), ada 
yg berpendapat, "Jangan dibedakan antara philosophy dan operasionalnya  
keberadaan LKAAM ini", saya tetap berpendapat kinerja Lembaga apapun yg 
mengunakan dana publik harus di evalusi, dinilai dan di monitor ,di kritisi 
kinerja nya secara independen, kalau kita mau berbicara tentang sistem  
birokrasi yang menuju transparansi dan nan lamak dek awak katuju dek urang., jo 
raso pareso  , sesuai dgn nilai2 demokrasi , duduak samo randah , tagak samo 
tinggi yang kita anut

(https://mail.google.com/mail/?hl=en&shva=1#search/i+discussion/1298b598fae3a02).

terimaksih lebih dahulu pada Pimpinan LKAAM Sumbar dan LKAM Jakarta  terhadap 
respon pertanyaan anak kemenakan ini, banyak maaf dan sehat selalu.

Wass. Muzirman Tanjung.



      

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke