Pak Saf, dkk,
 
Syukurlah memang dipisahkan. Tapi untuk masing-masingnya jangan mengambang, 
tapi fokus. 
Kita harus jadikan "Laut Minangkabau" antara "Tanah Tepi" (istilah orang 
Mentawai) dari Air Bangis ke Air Haji-Muko-muko ke kepulauan Mentawai sebagai 
"basin" -- tempayan -- tangkapan lauk bagi para nelayan Sumatera Barat -- di 
mana termasuk Mentawai -- dan sekaligus sebagai lahan berusaha bagi para 
nelayan Sumbar. 
 
Yang difasilitasi dengan armada-armada perikanan dan pelabuhan ikan dan cold 
storage dsb bukan konglomerat pri dan non-pri yang telah kaya2 juga, seperti 
selama ini, tetapi benar-benar masyarakat nelayan dengan anak-keturunannya yang 
selama  ini didera oleh kemiskinan dan keterbelakangan berketurunan. 
 
Mereka tidak berusaha sendiri-sendiri tetapi dalam wadah koperasi nelayan dalam 
bingkai BUMNagari  Pesisir berdasar ekonomi syariah-kerakyatan. Yang dihidupkan 
adalah ekonomi rakyat pesisir berorientasi laut yang selama ini tergilas oleh 
konglomerasi pengusaha-penguasa yang mengatas-namakan pembangunan nasional. 
 
Kalau ke sana fokusnya baru itu yang namanya "Revolusi Biru." Kita udah bosan 
mendengarkan macam-macam teori pembangunan di masa lalu yang rakyat hanya 
sebagai obyek -- tidak subyek -- , kembali jadi rakyat kuli, sementara yang 
menguasai dan  menangguk keuntungan adalah kerjasama mesra atau konglomerasi 
antara penguasa dan pengusaha -- pri dan non-pri-- itu. 
 
Ini tantangan ke depan yang harus dicetuskan dari wadah KKM ini, Pak Saf dkk. 
Dan dalam rangka ini kita membuka sekolah-sekolah kejuruan kelautan dan 
perikanan bagi anak-anak melayan. Yang punya potensi bagus, sekolahkan mereka 
ke luar negeri, ke Jepang, ke Korea, ke Cina, ke negeri-negeri Skandinavia dan 
Eropah lainnya. 
 
Ini baru Revolusi Biru! Sasaran dekat kita adalah Cetak Biru untuk sebuah 
Revolusi Biru untuk diterapkan di Laut Minangkabau yang biru dan yang selama 
ini hanyalah igauan hiru-biru.
 
Mari kawan-kawan di RN persekapkan bersama topik Revolusi Biru untuk diterapkan 
di Laut Minangkabau Biru ini.  
 
Mochtar Naim 18/07/10
 
--- On Sat, 7/17/10, Dr. Saafroedin Bahar <[email protected]> wrote:


From: Dr. Saafroedin Bahar <[email protected]>
Subject: Re: ToR Sosialisasi Revolusi Biru dan Kebencanaan di Padang tanggal 
7-8 Agustus 2010.
To: "Mochtar NAIM" <[email protected]>
Date: Saturday, July 17, 2010, 7:55 AM


Pak Mochtar, acara Revolusi Biru tg 7, Kebencanaan tg 8. Pembicaranya beda. 
Jadi sdh fokus. Yg sama adalah 'host'-nya, sdr Nurmatias.
SB, Lk, 73 th, Jkt. Powered by Telkomsel BlackBerry®


From: Mochtar Naim <[email protected]> 
Date: Sat, 17 Jul 2010 22:22:50 +0800 (SGT)
To: Martono YUWONO<[email protected]>; Dr.Saafroedin 
BAHAR<[email protected]>
Cc: Ir. Raja Ermansyah YAMIN<[email protected]>; Farhan Muin DATUK 
BAGINDO<[email protected]>; Amri AZIZ<[email protected]>; Zulhendri 
CHANIAGO<[email protected]>; Armen 
Zulkarnain<[email protected]>; Muhardi Rajab<[email protected]>; 
H.Julius Datuk Malako nan Putiah<[email protected]>
Subject: Re: ToR Sosialisasi Revolusi Biru dan Kebencanaan di Padang tanggal 
7-8 Agustus 2010.






 
Pak Saf, Sebuah inisitatif yang bagus. Tapi pisahkan. Jangan dicampur Revolusi 
Biru dengan Kebencanaan. Obyeknya berbeda dan cara penanganannya juga berbeda. 
Kebencanaan tidak hanya terjadi di laut, tetapi juga di darat, karena daerah 
kita dilalui oleh patahan-patahan, baik di laut maupun di darat. Wacana 
Revolusi Biru mesti langsung dikaitkan dengan pemberdayaan masyarakat nelayan 
dalam rangka menumbuhkan kekuatan di laut berbasiskan ekonomi kerakyatan. 
Topik-topik yang tidak relevan singkirkan dulu. Fokus!  Jangan mengambang! 
Jangan sekali-kali mengabaikan peranan potensial Mentawai, seperti keasalahan 
fatal yang telah kita lakukan sebelumnya dengan dikurasnya habis-habisan hutan 
di Mentawai. Yaitu dengan mendatangkan para kapitalis dari Eropah dan Cina.
 
Mochtar Naim 17/07/10

--- On Fri, 7/16/10, Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> wrote:


From: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]>
Subject: ToR Sosialisasi Revolusi Biru dan Kebencanaan di Padang tanggal 7-8 
Agustus 2010.
To: "Martono YUWONO" <[email protected]>
Cc: "Ir. Raja Ermansyah YAMIN" <[email protected]>, "Mochtar Naim" 
<[email protected]>, "Farhan Muin DATUK BAGINDO" <[email protected]>, 
"Amri AZIZ" <[email protected]>, "Zulhendri CHANIAGO" 
<[email protected]>, "Armen Zulkarnain" <[email protected]>, 
"Muhardi Rajab" <[email protected]>, "H.Julius Datuk Malako nan Putiah" 
<[email protected]>
Date: Friday, July 16, 2010, 8:46 PM







Pak Martono,


Terlampir saya kirimkan proposal yang saya terima dari BPSNT yang akan menjadi 
tuan rumah dalam acara sosialsisasi Revolusi Biru dan Kebencanaan yang akan 
diadakan di Aula Lantamal di Teluk Bayur, Padang.


Khusus untuk sosialisasi Revolusi Biru diadakan tanggal 7 Agustus. Bung Pontjo 
akan hadir, yang mungkin akan datang dengan pesawat Garuda paling pagi, jam 
06.30 dari Jakarta, dan kembali hari itu juga. Mungkin baik jika pak Martomo 
bersamaan berangkat dengan beliau..


Dalam Proposal ini juga ada diajukan anggaran, yang diharapkan sebagian dapat 
kita dukung. Hal ini perlu mengingat keadaan ekonomi Sumatera Barat pasca gempa 
besar tanggal 30 September 2009 belum seluruhnya pulih.


Secara berkebetulan, pengurus Gebu Minang akan diterima Menteri Fadel Muhammad 
hari Selasa tanggal 20 Juli mendatang. Akan saya usulkan kepada Ketua Panitya 
Penyelenggara Kongres Kebudayaan Minangkabau untuk membicarakan masalah 
anggaran ini.


Dapat saya sampaikan bahwa tema maritim/kelautan ini akan merupakan salah satu 
tema dalam Kongres Kebudayaan Minangkabau, yang diharapkan akan dapat memberi 
peluang kepada masyarakat pesisir serta kepada kaum muda Minangkabau pada 
umumny.


Wassalam,
Saafroedin Bahar
(Laki-laki, Tanjung, masuk 73 th, Jakarta) 





      

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke