Kok Revolusi Hijau (bukan urang babaju hijau) lah acok ambo mandanga. Sabab sakali ko baru mandanga, mungkin taicia pulo dalam peristilahan baru, ambo sangko "Sosialisasi Revolusi Biru" marupokan gejala-gejala Feodalisme didalam Masyarakat kito. Mungkin ado urang-urang ingin mambuek-buek ranji mancari jalua-jalua katurunan jo dan mangklaim ba"darah biru"...
Salam, --Nyit Sungut --- In [email protected], Mochtar Naim <mochtarn...@...> wrote: > > > Pak Saf, dkk, > > Syukurlah memang dipisahkan. Tapi untuk masing-masingnya jangan mengambang, > tapi fokus. > Kita harus jadikan "Laut Minangkabau" antara "Tanah Tepi" (istilah orang > Mentawai) dari Air Bangis ke Air Haji-Muko-muko ke kepulauan Mentawai sebagai > "basin" -- tempayan -- tangkapan lauk bagi para nelayan Sumatera Barat -- di > mana termasuk Mentawai -- dan sekaligus sebagai lahan berusaha bagi para > nelayan Sumbar. > > Yang difasilitasi dengan armada-armada perikanan dan pelabuhan ikan dan cold > storage dsb bukan konglomerat pri dan non-pri yang telah kaya2 juga, seperti > selama ini, tetapi benar-benar masyarakat nelayan dengan anak-keturunannya > yang selama ini didera oleh kemiskinan dan keterbelakangan berketurunan. > > Mereka tidak berusaha sendiri-sendiri tetapi dalam wadah koperasi nelayan > dalam bingkai BUMNagari Pesisir berdasar ekonomi syariah-kerakyatan. Yang > dihidupkan adalah ekonomi rakyat pesisir berorientasi laut yang selama ini > tergilas oleh konglomerasi pengusaha-penguasa yang mengatas-namakan > pembangunan nasional. > > Kalau ke sana fokusnya baru itu yang namanya "Revolusi Biru." Kita udah bosan > mendengarkan macam-macam teori pembangunan di masa lalu yang rakyat hanya > sebagai obyek -- tidak subyek -- , kembali jadi rakyat kuli, sementara yang > menguasai dan menangguk keuntungan adalah kerjasama mesra atau konglomerasi > antara penguasa dan pengusaha -- pri dan non-pri-- itu. > > Ini tantangan ke depan yang harus dicetuskan dari wadah KKM ini, Pak Saf dkk. > Dan dalam rangka ini kita membuka sekolah-sekolah kejuruan kelautan dan > perikanan bagi anak-anak melayan. Yang punya potensi bagus, sekolahkan mereka > ke luar negeri, ke Jepang, ke Korea, ke Cina, ke negeri-negeri > Skandinavia dan Eropah lainnya. > > Ini baru Revolusi Biru! Sasaran dekat kita adalah Cetak Biru untuk sebuah > Revolusi Biru untuk diterapkan di Laut Minangkabau yang biru dan yang selama > ini hanyalah igauan hiru-biru. > > Mari kawan-kawan di RN persekapkan bersama topik Revolusi Biru untuk > diterapkan di Laut Minangkabau Biru ini. > > Mochtar Naim 18/07/10 > > --- On Sat, 7/17/10, Dr. Saafroedin Bahar <saaf10...@...> wrote: > > > From: Dr. Saafroedin Bahar <saaf10...@...> > Subject: Re: ToR Sosialisasi Revolusi Biru dan Kebencanaan di Padang tanggal > 7-8 Agustus 2010. > To: "Mochtar NAIM" <mochtarn...@...> > Date: Saturday, July 17, 2010, 7:55 AM > > > Pak Mochtar, acara Revolusi Biru tg 7, Kebencanaan tg 8. Pembicaranya beda. > Jadi sdh fokus. Yg sama adalah 'host'-nya, sdr Nurmatias. > SB, Lk, 73 th, Jkt. Powered by Telkomsel BlackBerry® > > > From: Mochtar Naim <mochtarn...@...> > Date: Sat, 17 Jul 2010 22:22:50 +0800 (SGT) > To: Martono YUWONO<martonoyuwo...@...>; Dr.Saafroedin BAHAR<saaf10...@...> > Cc: Ir. Raja Ermansyah YAMIN<hanni.ja...@...>; Farhan Muin DATUK > BAGINDO<farhanm...@...>; Amri AZIZ<amri.a...@...>; Zulhendri > CHANIAGO<zulhendri_a...@...>; Armen Zulkarnain<emeneschoo...@...>; Muhardi > Rajab<muhardi_u...@...>; H.Julius Datuk Malako nan Putiah<inyiak.l...@...> > Subject: Re: ToR Sosialisasi Revolusi Biru dan Kebencanaan di Padang tanggal > 7-8 Agustus 2010. > > > > > > > > Pak Saf, Sebuah inisitatif yang bagus. Tapi pisahkan. Jangan dicampur > Revolusi Biru dengan Kebencanaan. Obyeknya berbeda dan cara penanganannya > juga berbeda. Kebencanaan tidak hanya terjadi di laut, tetapi juga di darat, > karena daerah kita dilalui oleh patahan-patahan, baik di laut maupun di > darat. Wacana Revolusi Biru mesti langsung dikaitkan dengan pemberdayaan > masyarakat nelayan dalam rangka menumbuhkan kekuatan di laut berbasiskan > ekonomi kerakyatan. Topik-topik yang tidak relevan singkirkan dulu. Fokus! > Jangan mengambang! Jangan sekali-kali mengabaikan peranan potensial Mentawai, > seperti keasalahan fatal yang telah kita lakukan sebelumnya dengan dikurasnya > habis-habisan hutan di Mentawai. Yaitu dengan mendatangkan para kapitalis > dari Eropah dan Cina. > > Mochtar Naim 17/07/10 > > --- On Fri, 7/16/10, Dr.Saafroedin BAHAR <saaf10...@...> wrote: > > > From: Dr.Saafroedin BAHAR <saaf10...@...> > Subject: ToR Sosialisasi Revolusi Biru dan Kebencanaan di Padang tanggal 7-8 > Agustus 2010. > To: "Martono YUWONO" <martonoyuwo...@...> > Cc: "Ir. Raja Ermansyah YAMIN" <hanni.ja...@...>, "Mochtar Naim" > <mochtarn...@...>, "Farhan Muin DATUK BAGINDO" <farhanm...@...>, "Amri AZIZ" > <amri.a...@...>, "Zulhendri CHANIAGO" <zulhendri_a...@...>, "Armen > Zulkarnain" <emeneschoo...@...>, "Muhardi Rajab" <muhardi_u...@...>, > "H.Julius Datuk Malako nan Putiah" <inyiak.l...@...> > Date: Friday, July 16, 2010, 8:46 PM > > > > > > > > Pak Martono, > > > Terlampir saya kirimkan proposal yang saya terima dari BPSNT yang akan > menjadi tuan rumah dalam acara sosialsisasi Revolusi Biru dan Kebencanaan > yang akan diadakan di Aula Lantamal di Teluk Bayur, Padang. > > > Khusus untuk sosialisasi Revolusi Biru diadakan tanggal 7 Agustus. Bung > Pontjo akan hadir, yang mungkin akan datang dengan pesawat Garuda paling > pagi, jam 06.30 dari Jakarta, dan kembali hari itu juga. Mungkin baik jika > pak Martomo bersamaan berangkat dengan beliau.. > > > Dalam Proposal ini juga ada diajukan anggaran, yang diharapkan sebagian dapat > kita dukung. Hal ini perlu mengingat keadaan ekonomi Sumatera Barat pasca > gempa besar tanggal 30 September 2009 belum seluruhnya pulih. > > > Secara berkebetulan, pengurus Gebu Minang akan diterima Menteri Fadel > Muhammad hari Selasa tanggal 20 Juli mendatang. Akan saya usulkan kepada > Ketua Panitya Penyelenggara Kongres Kebudayaan Minangkabau untuk membicarakan > masalah anggaran ini. > > > Dapat saya sampaikan bahwa tema maritim/kelautan ini akan merupakan salah > satu tema dalam Kongres Kebudayaan Minangkabau, yang diharapkan akan dapat > memberi peluang kepada masyarakat pesisir serta kepada kaum muda Minangkabau > pada umumny. > > > Wassalam, > Saafroedin Bahar > (Laki-laki, Tanjung, masuk 73 th, Jakarta) -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
